Minggu, 29 Januari 2017

Komunikasi Produktif (Hari ke-5)

Tantangan 10 hari berkomunikasi produktif



Minggu,29 Januari 2017

Salah satu kebiasaan syaina adalah senang bermain di apotek.Semua barang yang ada di apotek dijadikan bahan eksplorasinya.Hari ini syaina tertarik dengan bongkar pasang botol susu.Hasilnya botol susu dan komponen-komponennya berserakan di lantai.Pikiran saya mulai dihantui kekhawatiran:

Aduh nanti kalau rusak bagaimana yah?kan barang dagangan ini
Aduh berantakan banget yah
Bla bla bla....

Tenangkan diri,ambil nafas,istighfar dan tidak terburu-buru berbicara dan bertindak.Berpikir dan utamakan nalar bukan emosi dan mulai memberikan respon secukupnya dan tidak berlebihan.

Negosiasi dan komunikasikan dengan anak dilakukan untuk merapikan kembali botol susu yang berserakan di lantai dan mengembalikan ke tempat semula.Penting dan harus diingat adalah cara komunikasinya harus produktif.Saya pakai prinsip Keep Information Short and Simple (KISS) dan mengungkapkan apa yang menjadi harapan saya:

Umi seneng kalau botol susunya rapi dan disimpen lagi ketempatnya
Yuk rapiin sama-sama.

Setelah saya mencoba berkomunikasi dengan syaina,tara.....

Aksi syaina menyusun komponen botol susu

Syaina berhasil memberikan kejutan kepada saya,bagaimana ananda menyusun kembali komponen-komponen botol susu dengan urut dan benar tanpa saya ajarkan.

Awalnya saya khawatir jika barang dagangan saya dijadikan objek belajar syaina.Sesekali saya larang karena barang yang digunakan untuk eksplorasinya sampai rusak karena sobek atau pecah.Saya harus mencari ide bagaimana agar intellectual curiosity syaina tidak hilang tetapi barang di apotek tidak rusak dan berantakan.Bagaimana harus fokus pada solusi,bukan pada masalah.

Kuncinya adalah komunikasi produktif.Bebebapa cara komunikasi saya adalah
  1. Berkomunikasi lisan langsung dengan syaina tidak on the spot dan tidak menghentikan tindakannya secara frontal dengan cara "short cut" walaupun tindakannya memang keliru (saya tahu bahwa syaina sedang dalam masa egosentris).Berkomunikasi dengan cara mensejajarkan tubuh saya dengan tinggi badan anak serta menatap mata syaina saat berkomunikasi.
  2. Membacakan buku/mendongeng tentang merapikan mainan dan merawat mainan.
  3. Choose the right time yaitu saat menjelang tidur atau saat suasana hati anak kondusif misalnya saat anak sedang senang.Memilih waktu yang tepat untuk berkomunikasi adalah penting agar anak lebih mudah memahami pesan yang saya sampaikan.Saya sounding tentang indahnya menjaga barang-barang diapotek dengan intonasi suara yang lembut dan ekspresi wajah penuh senyum.Sabar dan mencari cara lain jika syaina belum memahami ucapan saya,karena i'm responsible for  my communication results.
  4. Saya memberikan rambu-rambu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh mengingat barang di apotek tidak semuanya ramah dengan anak misalnya menghindari barang mudah terbakar.

Seiring dengan berjalannya waktu,saya lebih rileks membersamai syaina bermain di apotek.Saya biarkan syaina bermain,bereksplorasi dan berimajinasi dengan barang-barang di apotek tentu dalam pengawasan saya.


#hari5
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar