Nama : Naura Syainala Maritza
Usia. : 2,5tahun
Waktu kegiatan :10 Januari 2017
Tempat: Toko perkakas rumah tangga “Hero”
Kegiatan: Cara anak belajar
Saya mulai risih matanya ketika melihat tumpukan buku syaina didalam kardus.Selain sulit dilihat dan dibuka,juga terkesan tidak indah dan rapi.Membuat saya berpikir,kira-kira tempat apa yah yang cocok untuk menyimpan buku-buku syaina?Lemari/kabinet?Sepertinya tidak cocok (menurut saya) karena sulit dijangkau anak dan memakan tempat (ceritanya lagi hemat tempat).Saya ingin tempat yang simple,tidak memakan tempat,mudah dilihat dan dijangkau anak.Jatuh pilihan saya pada container.Cocok ini memenuhi kriteria.
Awalnya saya mengajak syaina membeli container untuk menyimpan buku-buku ananda.Muncul rasa ingin tahu anak.Sejumlah pertanyaan muncul “ini apa,itu apa” (anak jadi terkesan cerewet yah,banyak tanya).Saya biarkan ananda bertanya sebanyak mungkin untuk memuaskan rasa ingin tahunya.Saya jadi ingat,ilmu parenting yang saya baca “Jangan dibenturkan dengan ADAB”. Mungkin jika saya benturkan dengan ADAB,saya akan stop pertanyaan anak dan saya suruh diam.Jika hal tersebut saya lakukan,secara tidak sadar saya akan mematikan fitrah belajar anak.Bisa jadi ananda akan diam selamanya dan menyimpan pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa ananda sampaikan. Alhamdulillah jangan sampai saya sebagai orang tua mematikan fitrah nalar dan belajar anak. Berpikir positif saja,mungkin anak sedang berimajinasi jadi presenter.Hihihihi….emaknya ngarep.
Namanya anak-anak yang fitrah nalar dan belajarnya sedang tumbuh,ketika melihat barang-barang perkakas rumah tangga langsung saja diambil,dimainkan dan diimajinasikan.Entah apa yang ada dalam pikiran anak,hanya anak yang mengetahui.Saya sebagai orang tua juga kadang-kadang tidak mengerti dengan apa yang sedang diimajinasikan anak.Tapi yang penting dan menjadi catatan saya adalah tidak boleh meremehkan apa yang diimajinasikan anak,karena bisa jadi ini sebagai salah satu pertanda bakat anak.
Setelah selesai memilih dan memilah,kami menuju kasir.Sambil menunggu antrian,ternyata belum selesai ini rasa ingin tahu ananda.Melihat banyak barang didekat kasir,jadilah objek belajar anak.Diambilah beberapa perkakas rumah tangga yang menarik perhatian ananda seperti baskom, pengaduk, rantang.Tanpa pikir panjang,ananda langsung duduk dilantai (istilah jawa nglekor).Berimajinasi lagi deh,ceritanya lagi masak dan siapin makanan buat piknik.
Tetap saya amati dan awasi karena barang-barang yang rawan rusak dan bukan miliknya/orang tuanya.Berbeda ketika dirumah anak lebih bebas memainkan barang miliknya.Tetap saya jaga kehormatan anak,agar orang lain tetap nyaman dengan sikapnya dan tidak terganggu.
“Belajar ternyata sederhana yah,aktivitas sehari-sehari bisa jadi cara bagi ananda untuk terus belajar dan cara kami sebagai orang tua untuk terus memfasilitasi anak menumbuhkan fitrah belajarnya.”
Dari hal sederhana saja,bisa diambil banyak hikmah.
#TDoLM_WritingChallenge
#JurnalIbuPembelajar
#Portofolio.FBE. Syaina
#Day1to7days
#Fitrah Nalar dan belajar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar