Rabu, 01 Februari 2017

Syaina belajar bersih-bersih

Nama : Naura Syainala Maritza
Usia.  : 2 tahun 7 bulan 
Waktu kegiatan : Rabu,1 Februari 2017.
Tempat: di rumah
Judul tulisan: Syaina belajar bersih-bersih



Pekerjaan bersih-bersih rumah seprti menyapu,mengepel dan mencuci sudah menjadi rutinitas saya setiap hari. Ketika saya selesai membersihkan rumah,syaina datang menghampiri saya.Rumah yang sudah rapi dan bersih,harus saya relakan menjadi bahan eksplorasi syaina.Tenang,sabar,dinikmati dan temani syaina bermain.

Syaina mencoba melakukan beberapa kegiatan bersih-bersih rumah.Diawali dengan menyapu lantai dan mengepel lantai.Melihat ada handuk yang sedang direndam dalam ember,ketertarikannya tertuju padanya.Adegan mencuci dilakukan dan dilanjutkan dengan menjemur baju.Melihat ada sarung rumah burung yang tergantung tanpa hanger,syaina langsung mengambil hanger dan mencoba memasang hanger ke sarung rumah burung tersebut.Awalnya syaina tidak bisa memasang hanger,saya terus memberikan semangat dan mendorong kepercayaan dirinya untuk terus mencoba.
Umi:Ayo syaina bisa,dicoba lagi yuk....
Syaina terus mencoba.Setelah beberapa kali mencoba syaina belum juga berhasil.
Syaina: Ngga bisa mi....
Umi: Syaina bisa.Yuk pasang bersama umi....
Setelah berhasil melakukannya,syaina bergegas menjemurnya.Tempat menjemur yang lebih tinggi dari tinggi badan syaina,membuat syaina harus berusaha extra menggantungkan hanger.Sesekali melompat,bergelantungan dan akhirnya syaina berhasil meraih pipa tempat menjemur baju.Saya bersorak horeee syaina bisa.....

"Setiap anak adalah pembelajar tanggguh dan hebat yang sejati"

Moment ketika syaina belajar bersih-bersih

Hikmah dan aspek fitrah yang ditumbuhkan dari kegiatan tersebut adalah

  1. Fitrah nalar dan belajar syaina tumbuh lewat kegiatan-kegiatan tersebut.Syaina belajar bagaimana memasang hanger ke baju dan belajar menjemur baju dengan ketinggian jemuran diatas tinggi badannya.
  2. Rasa percaya dirinya naik ketika ananda berhasil melakukan beberapa kegiatan tersebut.Penting bagi saya untuk menumbuhkan rasa percaya diri syaina dan memberikan kesempatan kepada syaina untuk terus mencoba.Mengubah kata TIDAK BISA menjadi BISA ternyata memberikan energi postif bagi syaina untuk terus mencoba menyelesaikan kegiatan yang sedang ananda lakukan.Berbeda ketika saya bergegas langsung membantu saat syaina merasa kesulitan menyelesaikan beberapa kegiatan tersebut.Karena anak yang diajarkan terus-menerus,akan minta diajarkan seumur hidupnya (hari santosa).
  3. Fitrah jasmani: melatih motorik kasar dengan melompat,bergelantungan dan melatih motorik halus lewat ketrampilan tangannya menyapu,mengepel dan memasang hanger.
  4. Fitrah keimanan dan estetika: anak-anak menyukai kebersihan,kerapian dan keteraturan.Lewat kegiatan ini,syaina belajar tentang menjaga kebersihan,kerapihan dan keteraturan.


#TDoLM_WritingChallenge

#JurnalIbuPembelajar
#Portofolio.FBE. Syaina
#Day1to7days 
#Fitrahnalardanbelajar
#Fitrahjasmani
#Fitrahkeimanandanestetika
#ODOPfor99days


Komunikasi Produktif (Hari ke-8)

Belajar minta tolong,meminta maaf dan berterima kasih


Rabu,1 Februari 2017

Ketika saya menginginkan syaina melakukan sesuatu/memerintah, saya mendahulukan kata tolong.

Syaina, umi boleh minta tolong ambilkan plastik?

Setelah syaina berhasil melakukannya saya tidak lupa mengucapkan terima kasih.
Alhamdulilah kebiasaan saya tersebut di copy oleh syaina.Saat syaina meminta saya membuatkan susu untuknya,ananda berkata:

Mi tolong buatin susu....

Setelah saya buatkan susu,syaina berkata terima kasih.

Alhamdulliah syaina sudah dapat mengungkapkan maaf ketika tanpa sengaja syaina merobek kemasan susu.Syaina sangat suka bermain di apotek.Syaina sering melakukan story telling tentang jual beli.Perhatiannya tertuju pada susu ibu hamil kemasan dus.Sambil bercerita syaina berimajinasi membuka kemasan.Ternyata kemasan susunya sobek dan rusak sudah.
Menghadapi situasi ini,saya mencoba tenang,sabar,tidak terburu-buru bertindak dan berbicara.Sepertinya syaina menyadari kalau caranya keliru.Langsung syaina mengucapkan kata maaf kepada saya.

Mi maaf ya,aku ngga sengaja

Rasanya terharu bercampur bangga dengan sikapnya yang berani meminta maaf dan mengakui kekeliruannya.Saya tersenyum bangga dan berkata

Iya,umi maafin.Besok kalau mau main susu lagi hati-hati yah.


#hari8
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip


Selasa, 31 Januari 2017

Komunikasi Produktif (Hari ke-7)

Hikmah tantrum 


Selasa,31 Januari 2017


Pagi-pagi sudah mendapati anak tantrum.Berawal saat saya dan nenek syaina berbeda pendapat ketika neneknya memperbolehkan syaina BAK di sembarang tempat (dibelakang rumah) bukan di toilet.Sedangkan saya sedang konsisten melatih anak training toilet untuk konsisten BAB/BAK di toilet dan mengenalkan adab BAB/BAK.Saat saya melihat neneknya memperbolehkan syaina BAK di belakang rumah saya langsung menegur nenek syaina dan menuntun anak BAK di toilet.Sepertinya tindakan saya yang spontan dan cara komunikasi saya yang kurang tepat membuat syaina bingung dan menjadi pemicu tantrumnya di pagi hari.

Saat anak tantrum saya hanya fokus menangani syaina yang sedang tantrum.Berdasarkan pengalaman saya beberapa waktu yang lalu,saat syaina tantrum segala bentuk komunikasi apapun seperti nasehat,belaian tidak dapat diterima anak.Saat itu saya memilih untuk tenang,sabar, diam dan terlihat cuek tetapi tetap mengawasi tingkah laku syaina.Saya biarkan syaina menangis dan memberikan ruang untuk mengeluarkan perasaannya.Sesekali berkata "umi disini ya,tungguin syaina selesai menangis".

Alhamdulillah syaina berhenti menangis.Setelah itu baru saya tawarkan susu kesukaannya dan saya temani syaina meminum susu.

Choose the right time.Setelah tenang dan situasi kondusif saya meminta maaf atas tindakan saya yang memicu tantrum,mulai bertanya dan memberikan nasehat kepadanya.

Maafin umi ya....
Syaina kenapa menangis?
Syaina bingung ya harus pipis dimana?uti bilang diluar tapi umi bilang di kamar mandi ya.

Syaina tidak menjawab,mungkin masih lelah setelah tantrum dan berusaha menenangkan diri.Saya berikan jeda dan melanjutkan berbicara kepada syaina


Malu dan bau pesing yah pipis sembarangan.
Yuk pipis sama umi di kamar mandi
Umi seneng kalau syaina pinter pipis di kamar mandi.


Beberapa saat kemudian syaina mengajak saya ke toilet untuk BAK dan berkata:
Aku pipisnya di kamar mandi 
Malu yah mi pipis di luar
Nanti bau pesing.


Lega rasanya mendengar kata-kata tersebut.Itu artinya komunikasi saya dengan syaina berhasil.Syaina mampu memahami pesan yang saya sampaikan.Yes yes....

Setelah itu saya mulai membuat catatan evaluasi atas tindakan saya.
1. Mencari penyebab syaina tantrum
Hal-hal yang menyebabkan anak tantrum adalah
  • memiliki kebiasaan tidur, makan dan BAB tidak teratur
  • Sulit menyukai situasi,makanan dan orang-orang baru
  • Lambat beradaptasi dengan perubahan
  • Moodnya (suasana hati) lebih sering negatif
  • Mudah terprovokasi,gampang merasa marah atau kesal
  • Sulit dialihkan perhatiannya
Jelas sudah penyebab syaina tantrum ternyata ada rasa bingung karena saya dan neneknya mengatur tindakannya. Neneknya memperbolehkan syaina BAK di belakang rumah sedangkan saya tidak mengijinkan BAK di sembarangan tempat kecuali toilet.Seharusnya perbedaan pendapat antara saya dan nenek syaina tidak dilakukan didepan anak agar tidak menimbulkan kebingungan terhadap sikap kami.Kami harus menyamakan persepsi terlebih dahulu dan bersikap konsisten. Selain itu pola tidur,pola makan dan pola BAB syaina sedang tidak teratur sehingga mood syaina menjadi negatif.Menjaga mood anak adalah penting.

2. Meminimalisir penyebab tantrum

3. Fokus ke depan bukan masa lalu.Fokus mencari solusi bukan pada masalah.Tindakan yang harus dilakukan untuk mengatasi tantrum dibagi menjadi tiga bagian yaitu tindakan untuk mencegah terjadinya tantrum,tindakan untuk menangani anak saat mengalami tantrum dan tindakan untuk menangani anak pasca tantrum.Ternyata kekeliruan saya adalah saya menjadi faktor pemicu terjadinya tantrum pada syaina.Lagi lagi karena komunikasi yang tidak produktif dan menginginkan anak segera mengikuti perkataan saya.

4. Siapkan fisik dan mental saat menghadapi syaina tantrum.Tenang,sabar dan bersikap konsisten





#hari7
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip


Sumber bacaan:

_Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Komunikasi Produktif, Gaza Media, 2014_

Senin, 30 Januari 2017

Komunikasi Produktif (Hari ke-6)

Belajar mengontrol diri dan berkata positif


Senin,30 Januari 2017

Belajar memperbaiki diri dalam berkomunikasi dengan syaina adalah tantangan bagi saya.Ketika dihadapkan dengan sikap syaina yang unik,kata-kata positif seringkali mental dan loss control.Fokus pada masalah bukan pada solusi.Saya sedang dalam proses belajar mengontrol diri dalam berkata dan bertindak.

Beberapa catatan untuk saya adalah
  1. Menghindari kata "jangan/tidak boleh".Prinsipnya semua boleh asal tidak bertentangan dengan aqidah dan tidak mengancam jiwa atau keselamatan.Sebagai fasilitator,saya wajib memberikan kesempatan syaina mencoba,mengamati dan mengawasi kegiatannya.
  2. Tidak melabeli anak dengan sering mengatakan nakal/rewel.Prinsipnya tidak ada anak yang nakal/rewel tetapi ada keinginan anak yang belum dapat diungkapkan dengan jelas pada saya.
  3. Tidak membenturkan sifat/sikap anak dengan adab buruk.Misalnya mengganti memanggil si cerewet dan diubah dengan panggilan si presenter.
  4.  Tidak mematikan intellectual curiosity syaina dengan mengatakan "Tidak tahu" pada sesuatu yang menjadi objek belajarnya.Biasanya saya ajak mencari tahu lewat buku/video/media lainnya.
  5. Berlatih untuk tidak berbicara dengan intonasi tinggi kepada syaina.
  6. Tidak mengancam anak dan memaksa menuruti kemauan saya tanpa menghiraukan pendapatnya.
  7. Menerima apapun respon anak terhadap pesan yang saya sampaikan.Mencari cara lain agar anak lebih memahami pesan yang saya sampaikan.
  8. Tidak spontan langsung menyalahkan anak walaupun benar ananda keliru apalagi sampai menyudutkannya.Mencari waktu yang tepat untuk menasehati dan meluruskan kesalahannya.
  9. Tidak berkata bohong kepada syaina.
  10. Tidak membandingkan syaina dengan anak/orang lain.
  11. Menghindari menggegas anak.Mengganti kata "Ayo cepetan" dengan kata ajakan yang baik.Misalnya: 
Kalimat tidak produktif:
Ayo cepetan mandi (nada suara menggegas) 

Diganti dengan:
yuk mandi,umi seneng kalau syaina rajin mandi.Wangi,bersih dan cantik (ekspresi wajah senyum dan intonasi suara lembut,kontak mata dengan anak dan mensejajarkan dengan tinggi badan anak)

12. Mengubah kata "TIDAK BISA" menjadi "BISA".Mencoba terus menumbuhkan   rasa percaya diri pada syaina,menurut saya penting.

Ketika syaina berkata
Mi,aku tidak bisa gunting

Saat itu saya harus meyakinkan syaina bahwa ananda pasti bisa melakukannya.
Syaina bisa,yuk dicoba lagi

Moment ketika syaina berhasil menggunting kemasan obat dan menata dalam wadah.


#hari6
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Minggu, 29 Januari 2017

Komunikasi Produktif (Hari ke-5)

Tantangan 10 hari berkomunikasi produktif



Minggu,29 Januari 2017

Salah satu kebiasaan syaina adalah senang bermain di apotek.Semua barang yang ada di apotek dijadikan bahan eksplorasinya.Hari ini syaina tertarik dengan bongkar pasang botol susu.Hasilnya botol susu dan komponen-komponennya berserakan di lantai.Pikiran saya mulai dihantui kekhawatiran:

Aduh nanti kalau rusak bagaimana yah?kan barang dagangan ini
Aduh berantakan banget yah
Bla bla bla....

Tenangkan diri,ambil nafas,istighfar dan tidak terburu-buru berbicara dan bertindak.Berpikir dan utamakan nalar bukan emosi dan mulai memberikan respon secukupnya dan tidak berlebihan.

Negosiasi dan komunikasikan dengan anak dilakukan untuk merapikan kembali botol susu yang berserakan di lantai dan mengembalikan ke tempat semula.Penting dan harus diingat adalah cara komunikasinya harus produktif.Saya pakai prinsip Keep Information Short and Simple (KISS) dan mengungkapkan apa yang menjadi harapan saya:

Umi seneng kalau botol susunya rapi dan disimpen lagi ketempatnya
Yuk rapiin sama-sama.

Setelah saya mencoba berkomunikasi dengan syaina,tara.....

Aksi syaina menyusun komponen botol susu

Syaina berhasil memberikan kejutan kepada saya,bagaimana ananda menyusun kembali komponen-komponen botol susu dengan urut dan benar tanpa saya ajarkan.

Awalnya saya khawatir jika barang dagangan saya dijadikan objek belajar syaina.Sesekali saya larang karena barang yang digunakan untuk eksplorasinya sampai rusak karena sobek atau pecah.Saya harus mencari ide bagaimana agar intellectual curiosity syaina tidak hilang tetapi barang di apotek tidak rusak dan berantakan.Bagaimana harus fokus pada solusi,bukan pada masalah.

Kuncinya adalah komunikasi produktif.Bebebapa cara komunikasi saya adalah
  1. Berkomunikasi lisan langsung dengan syaina tidak on the spot dan tidak menghentikan tindakannya secara frontal dengan cara "short cut" walaupun tindakannya memang keliru (saya tahu bahwa syaina sedang dalam masa egosentris).Berkomunikasi dengan cara mensejajarkan tubuh saya dengan tinggi badan anak serta menatap mata syaina saat berkomunikasi.
  2. Membacakan buku/mendongeng tentang merapikan mainan dan merawat mainan.
  3. Choose the right time yaitu saat menjelang tidur atau saat suasana hati anak kondusif misalnya saat anak sedang senang.Memilih waktu yang tepat untuk berkomunikasi adalah penting agar anak lebih mudah memahami pesan yang saya sampaikan.Saya sounding tentang indahnya menjaga barang-barang diapotek dengan intonasi suara yang lembut dan ekspresi wajah penuh senyum.Sabar dan mencari cara lain jika syaina belum memahami ucapan saya,karena i'm responsible for  my communication results.
  4. Saya memberikan rambu-rambu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh mengingat barang di apotek tidak semuanya ramah dengan anak misalnya menghindari barang mudah terbakar.

Seiring dengan berjalannya waktu,saya lebih rileks membersamai syaina bermain di apotek.Saya biarkan syaina bermain,bereksplorasi dan berimajinasi dengan barang-barang di apotek tentu dalam pengawasan saya.


#hari5
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Sabtu, 28 Januari 2017

Komunikasi Produktif (Hari ke-4)

Tantangan 10 hari berkomunikasi produktif



Sabtu,28 Januari 2017

Kurangnya pemahaman bahwa kami memiliki FoR dan FoE yang berbeda membuat saya dan suami terkadang berselisih paham.Yang sering terjadi adalah *MEMAKSAKAN* pendapatku kepadamu, harus kau pakai sudut pandangku dan singkirkan sudut pandangmu.

Menurut umi,abi harus begini begitu
Menurut abi,umi harus begini begitu 
Bla bla bla

Bila suhu diantara kami sedang naik biasanya saya dan suami memilih untuk diam sejenak,saling berpikir dan introspeksi diri.Hal ini untuk menghindari emosi tinggi yang dapat menurunkan nalar kami sehingga tidak berkata dan bertindak yang tidak perlu.

Setelah masing-masing dari kami berpikir dan memutuskan tindakan.Kami biasanya memilih waktu-waktu yang tepat untuk berbicara (Choose the right time) yaitu menjelang tidur malam saat suasana sudah hening,kondisi pikiran dan fisik kami yang sudah tenang.Kami mulai berdiskusi, mengalirkan rasa,menjelaskan dan saling mengkoreksi/mengklarifikasi.Mencoba mencari titik tengah dari pendapat masing-masing.Biasanya setelah semuanya clear,berakhir dengan permohonan maaf.

Ketika kami tidak bisa berkomunikasi langsung,kami memilih untuk menuangkan rasa melalui tulisan lewat handphone atau menulis di selembar kertas.

Bentuk komunikasi abi 

Jumat, 27 Januari 2017

Komunikasi produktif (hari ke-3)

Tantangan 10 hari berkomunikasi produktif


Jum'at,27 Januari 2017

Hari ini adalah hari yang full aktivitas.Check list kegiatan sudah dibuat dan menanti untuk dicheck point satu per satu.Tantangannya adalah kepatuhan terhadap manajemen waktu yang telah dibuat.Bakat maximizer yang terkadang membuat diri saya lupa untuk mematuhi kandang waktu yang telah diberikan pada tiap-tiap kegiatan.

Aktifitas diapotek yang mengambil bagian waktu paling banyak.Karena beberapa kegiatan diapotek ini masuk kategori tidak penting mendesak artinya jika tidak segera diselesaikan akan muncul masalah (baca:tantangan) baru.Hal ini membuat syaina merasa tercuri waktunya bersama saya.Saya merasakan waktu dengan anak bukan lagi waktu bersama anak.Fisik saya hadir didekat anak tetapi hati dan pikiran saya fokus pada kegiatan lain.

Hohoho....beberapa insiden terjadi.Disela-sela kegiatan saya di apotek,Syaina meminta saya membuat playdough bersama dengannya.Tantangan lagi ini yah....Iklan dulu membuat playdough.

Awalnya saya tenang dan menikmati setahap demi setahap membuat playdpugh. Saat suatu titik komunikasi saya tidak produktif dengan syaina.Semua bahan-bahan membuat playdough (tepung,baby oil,garam,air,dll) tercecer dimana-mana termasuk baju saya yang dijadikan lap oleh syaina.Dipicu oleh otak yang lagi full (hehehe memikirkan pekerjaan di apotek yang masih banyak dan belum selesai),memicu ekspresi muka yang asam dan ego diri berdesakan dan meletup-letup.Tambah keruh lagi otak dan mata saya saat melihat pemandangan mainan milik syaina yang berantakan diman-mana.
Sinyal emosi saya tertangkap mata oleh suami.Saya diam tanpa kata.

Untungnya saya ingat materi kuliah kelas bunda sayang yang masih hangat dan ada tantangan didalamnya.

"Pada diri seseorang ada komponen NALAR dan EMOSI.Bila Nalar panjang - Emosi kecil; bila Nalar pendek - Emosi tinggi."


Jangan sampai saya meluapkan emosi (marah) saya di sembarang tempat,diwaktu yang tidak tepat dan pada orang yang tidak tepat.

Pilihan saya saat itu adalah diam,menenangkan diri,flashback atas tindakan saya yang tadi.Choose the right time.

Saat sudah tenang dan kondusif saya mulai berpikir untuk tindakan berikutnya yaitu mencoba terus rileks dan membersamai anak.Kebetulan syaina meminta saya untuk bermain mengecek gula darah dan tensi.Meminta saya untuk memakai alat cek gula darah lengkap dengan sticknya.Karena alat cek gula darah dan stick gulanya yang rawan rusak,saya tidak memberikan izin kepada syaina untuk menggunakannya lebih lama.Tapi syaina terus meminta untuk memainkannya.Saya tidak boleh membatasi keinginannya berimajinasi tetapi saya juga tidak bisa membiarkan alat cek gula saya jadi bahan observasinya terus-menerus karena rawan rusak.Disaat otak lagi full seat,tiba-tiba muncul ide membuatkan mainan cek gula darah untuk syaina.Saya ajak syaina dengan semangat tinggi membuat mainan cek gula darah dari bahan kardus bekas untuknya.Saya buat dengan sepenuh hati,pikiran sudah tenang dan akhirnya selesai.
Tara mainan cek gula darahnya sudah siap.
Langsung saja saya ajak syaina untuk berimajinasi lagi.Hore alhamdulilah syaina suka dan senang.Terlihat dari ekspresi muka syaina yang tersenyum dan menikmati proses bermainnya menggunakan alat cek gula darah buatan uminya.

Syaina berimajinasi melakukan cek gula darah

Sampai akhirnya syaina lelah bermain dan tertidur.Rasanya lega,senang dan hilang semua beban pikiran diotak saya.Saya lebih rileks dan melanjutkan beberapa pekerjaan saya diapotek yang sempat tertunda.Alhamdulillah.....

Kemudian saya mencoba menuliskan diselembar kertas tentang evaluasi diri atas beberapa tindakan saya hari ini.


Langsung terapkan kaidah 2C (Clear dan Clarify) atas tindakan saya kepada abi.Lega rasanya sudah meminta maaf kepada syaina dan abi atas tindakan saya hari ini.Bantu umi untuk terus memperbaiki diri dan terus berlatih ya....SEMANGAT!!


#hari3
#tantangan10hari
#komunikasiproduktuf
#kuliahbunsayiip