Selasa, 23 April 2019

Aku anak pemberani


Beberapa hari yang lalu (18-21/04/2019) KPK ada agenda ke jogja. Syaina sangat berbinar ketika mendekati waktu keberangkatan. Selalu menanyakan kapan kita berangkat dengan wajah berbinar.

Ada sikap yang berbeda dari syaina yang saya amati sebelum berangkat ke jogja dan sepanjang kami pergi ke jogja. Keberanian syaina mulai terlihat, rasa percaya dirinya mulai tumbuh.Berani berkenalan dan menyapa orang asing yang baru ananda jumpai.Berawal dari sikap sksd mendekati orang baru baik anak-anak maupun orang dewasa, menanyakan namanya dan lanjut ngobrol ala ala ananda. Dan orang baru tersebut sepertinya enjoy menanggapi syaina dan mereka asyik ngobrol.

 Beberapa diantaranya:
  • Berani meminta izin meminjam kursi kasir saat dimoro.
  • Berani menanyakan nama kepada teman barunya dan bermain bersamanya. 
  • Berani memberikan sendiri menu pesanan ke resepsionist hotel tanpa diantar uminya.
  • Berani main sendiri saat diraminten tanpa ditemani uminya. Jarak umi dan abi dengan syaina saat bermain di raminten beda lantai tetapi masih bisa teramati oleh kami. Tertangkap kamera saat ananda berhasil mendapatkan teman baru dan bermain dengannya.
  • Berani menyampaikan keinginannya untuk membatik kepada mba-mba yang menawarkan mbatik.Dan mau jalan berdua bersama mbaknya menuju tempat mbatik lanjut mbatik bersama. Foto sendiri usai mbatik tanpa ada uminya.
  • Berani maju ke panggung dan joget bersama saat ada acara pentas seni di raminten. 
  • Berani membeli minuman sendiri ke pkl. 
  • Saat dimatahari syaina tiba-tiba dapet temen baru dan mainan bareng. 
  • Saat dimatahari syaina berhasil kenalan dengan spg matahari. "mi, itu namanya mbak sita, aku main sama mbaknya ya".Saat itu umi bingung siapa itu sita dan melarang syaina saat ananda izin ingin main mba sita. Pertimbangan saat itu,umi tidak tahu siapa itu sita yang baru ananda kenal, rasa khawatir sebagai ibu muncul. Dan ternyata setelah ditunjukkan oleh syaina, sita adalah spg matahari. Oalah. ...maafkan umi ya nak yang kurang berempati padamu. 
  • Saat di sakola, umi sedang mencoba baju dikamar pas.Tak jauh dari kamar pas, terdengar suara syaina menyapa orang baru.Mereka asyik ngobrol. Umi tenang membiarkan syaina ngobrol, karena suaranya masih terdengar oleh umi dan setelah dilihat ternyata syaina ngobrol dengan mbak karyawan sakola.
  • Berani membayar belanjaannya saat di mall malioboro.


Berani meminjam kursi kasir


Berani mendekati dan main bareng dengan orang baru



Kenalan dan main dg temen baru direminten


Maju dan joget di show raminten


Berani mbatik sendiri dengan orang baru tanpa ditemani umi


Ada hal yang saya amati saat mbatik. Tingkat konsentrasi dan fokus syaina menunjukkan ada peningkatan. Bersabar mengikuti pola batik yang ada dipatung batiknya sampai proses mewarnai. Mewarnai patung batiknya sesuai keinginan warnanya dan detail mengikuti bagian-bagian tubuh patung. Perkembangannya terus bertumbuh. Berbeda dengan beberapa waktu lalu saat syaina berusia tiga tahunan,minat dan rentang konsentrasinya saat mbatik sangat jauh dibandingkan sekarang. Dulu tak mau mengikuti pola gambar dipatung batik, mewarnai asal saja tak mengikuti bagian-bagian patung (misal mata, hidung, mulut dll)

Hasil mbatik 3y (kanan)  dan 4y9m (kiri) 

Foto sendiri usai mbatik

Mencoba memahami apakah ini bagian dari tumbuh kembangnya sesuai tahap usianya atau ini adalah tanda-tanda salah satu bakat yang dimilikinya? Entahlah kami belum berani menyimpulkan. Kalau bakat mungkin relator (senang menjalin hubungan), atau mungkin woo (senang bertemu orang-orang baru).



#Portofoliosyaina
#4y9m


Jumat, 22 Maret 2019

KPK goes to Boargame land

Beberapa pekan lalu, 9-10 Maret 2019 KPK hadir diacara boardgame. KPK berbinar saat hendak berpergian ke luar kota bertemu keluarga ideologis atau belajar tentang pendidikan keluarga dan anak. 

Pertama kali tahu istilah boardgame adalah saat event cangkrukan 2017. Melihat dan mencoba beberapa boardgame, waktu itu belum begitu tertarik dengan permainan papan. Saat ada pengumuman event boardgame, dengan hati 50:50 antara tahu/tidak,suka/tidak dengan acara boardgame ini.Kami mencoba memberanikan diri mendaftar.Terlintas dipikiran,bahwa akan bertemu dengan beberapa keluarga ideologis itupun sudah menjadi high energy ditambah ingin mencoba sesuatu yang baru yaitu boardgame, menambah wawasan seluruh anggota KPK, belajar bagaimana menghadirkan boardgame sebagai salah satu cara dan media pembelajaran bagi anak. 

Acara ini berlangsung dua hari satu malam. Haru pertama kami belajar tentang bagaimana memodifikasi boardgame yang sudah ada dan sering dimainkan menjadi boargame baru. Lanjut acara jagong budaya yaitu acara yang menampilkan berbagai kesenian indonesia. Ada seni tarian, bernyanyi dan talk show. Wawasan baru bagi syaina. Malam harinya, saya belajar bagaimana cara merancang dan membuat boardgame sendiri. Mencoba role and play beberapa boardgame. Hari terakhir, semua peserta pesta kostum, memakai kostum ala ala keluarganya dan unjuk diri dipanggung. Setelah itu semua peserta diajak berpetualang bersama beebo bermain boardgame di setiap station. Saya dan syaina sempat mencoba beberapa boardgame di station. Syaina belum begitu paham tentang aturan dan belum tertarik memainkannya. Bagi saya pribadi,  ternyata seru bermain boardgame. Memang saya harus mencoba banyak hal baru.Tidak akan pernah tahu suka/tidak suka sebelum mencoba. 










Permainan boardgame ini banyak sekali manfaatnya. Meningkatkan bonding antar anggota keluarga, media pembelajaran banyak hal, meningkatkan konsentrasi,  strategi,  kesabaran. Daripada nyandu gedget, lebih seru dan manfaat bermain boardgame. 

Sesi yang paling syaina sukai adalah menyanyi dan menari soundtrack beeboo. Wah sudah ada musik, langsung joget-joget. Hahahaha πŸ˜‚.



Selasa, 19 Maret 2019

Boardgame Perdana Keluarga Pelem Kalih "Siapa Berani??"

Tujuan: 

  1. Meningkatkan bonding keluarga
  2. Sarana komunikasi antar anggota keluarga
  3. Melatih anak berani tampil percaya diri mengekspresikan jawaban dari setiap pertanyaan. 
  4. Melatih mengambil keputusan dalam permainan. 
  5. Melatih anak bersabar menunggu giliran.
  6. Sebagai sarana pendidikan seluruh anggota keluarga agar lebih mengenal adab dan pengetahuan. 
  7. Melatih kemampuan mendengar. 

Jumlah pemain: 3-5 orang.

Usia pemain: anak-anak usia 5 tahun keatas dan dewasa. 


Cara main:

  1. Setiap pemain secara bergiliran melempar dadu.
  2. Disetiap sisi dadu terdapat warna yang berbeda.
  3. Setelah dilempar, dadu bagian atas menunjuk warna yang digunakan untuk mengambil satu kartu dengan warna yang sama.
  4. Disetiap kartu yang diambil oleh setiap pemain terdapat pertanyaan yang harus dijawab. 
  5. Pemain yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar maka akan mendapatkan satu bintang. 
  6. Sebaliknya pemain yang tidak dapat menjawab pertanyaan dengan benar akan mendapatkan sangsi berupa dicoret oleh pemain lainnya. 
  7. Jika pemain melempar dadu dimana bagian atas dadu menunjuk warna putih artinya pemain pelempar dadu tersebut berhak mengambil kartu dengan warna bebas untuk menjawab sendiri pertanyaan pada kartu yang dipilih atau melempar pertanyaan kepada pemain lain yang ditunjuknya. 
  8. Jika pemain yang ditunjuk berhasil menjawab pertanyaan,dia berhak mendapatkan satu bintang,sedangkan pemain penunjuk yang mendapatkan sangsi dicoret. Tapi jika gagal maka pemain yang ditunjuk berhak dicoret oleh pemain penunjuk dan pemain penunjuk yang berhak mendapatkan bintang.

Cara menang:
Pemain yang mendapatkan bintang paling banyak adalah pemenangnya.

Output: Semua anggota bahagia, belajar dengan cara bermain yang menyenangkan.




Senin, 18 Maret 2019

Aku belajar menggambar huruf

4y8m adalah usia syaina saat ini. Beberapa anak seusianya sudah mampu calistung.Setiap orang tua ingin anaknya tumbuh baik sesuai tahap tumbuh kembang anak,termasuk mampu calistung. Di hampir usianya yang sudah menginjak lima tahun, wajar saya sebagai ibunya sedikit was-was alias terintimidasi saat syaina belum tertarik calistung seperti anak lain seusianya. Ujian kesabaran agar tidak menggegas anak demi terjaganya fitrah anak. Saya yakin suatu saat nanti diwaktu yang tepat saat ananda merasa membutuhkannya, syaina bisa melakukannya dengan bahagia tanpa digegas.Tak berlaku kaidah lebih cepat lebih bagus. Saat ini kami fokus pada menumbuhkan iman dan adab. 


Beberapa stimulus tentang calistung beberapa kali saya coba kenalkan tanpa menggegas sambil bermain dan saat ananda memintanya/sedang tertarik. 
Minggu 17 Maret, syaina tiba-tiba mengambil buku gambarnya dan memperlihatkan gambarnya dan menceritakan apa maksud yang ananda gambar. Dan ananda meminta saya menggambar bersama.Pas kebetulan waktu itu alas karpet yang kami pakai berisi tulisan huruf dan gambar. Umi iseng menantang syaina menggambar huruf awal dari gambar yang ada di karpet. Misal P untuk Pilot,maka syaina mencoba menulis huruf P dengan mencontoh dan seterusnya huruf yang lain.





Sehari kemudian saya terkejut ketika hendak mempersiapkan membuat pertanyaan boardgame, syaina menulis dilembar kertas. Biasanya tulisanannya hanya corat caret tak berbentuk huruf, kali ini ananda menuliskan beberapa huruf yang sudah ia tuliskan kemarin. Nampaknya ananda merekam kuat apa yang ananda lakukan kemarin dan mencoba mengekspresikan ingatannya dengan menuliskan ulang hari ini.






Tak perlu digegas, biarkan ananda melakukannya sesuai fitrah, rasa ingin tahunya dan melakukan dengan bahagia



Jumat, 22 Februari 2019

Make Sun Puding

Jum'at minggu lalu iseng-iseng berhadiah  menawarkan ke syaina untuk berbagi ke anak-anak tetangga. Eh ternyata ananda mau dan semangat banget. Ya sudah langsung eksekusi. AHA! jadi punya ide. Bagaimana jika moment ini dijadikan project?. Punya ide untuk memberi nama project berbagi kali ini. Yups, lahirlah project jum'at ceria yaitu project berbagi kebahagiaan ke anak-anak tetangga.Tujuan project ini adalah ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak dilingkungan sekitar kami,  menumbuhkan syaina agar cinta berbagi melalui imaji positif (saat egonya tidak muncul). Bismillah semoga bisa kontinyu.... Aamiin. 

Waktu itu, pernah hilaf saat berbagi project jum'at ceria. Kami menggunakan mika berbahan plastik sebagai wadah puding untuk berbagi ke anak-anak karena nafsu ingin praktis.Maafkan kami bumi πŸ™.

Jum'at minggu ini ternyata syaina minta lagi untuk eksekusi project jum'at ceria. Pas ditanya kenapa pengen berbagi lagi? kata syaina biar dapet kunci masuk surga (masya allah 😍😘😭).Oke, Go Challenge.. !! !

Kita mau berbagi apa lagi? 
Puding telur ceplok lagi aja mi, kayak kemarin. Temen-temen suka. 
Pas ngecek bahan, ternyata masih ada. Oke πŸ‘.

Tantangan berbagi kali ini adalah tidak mengulangi kehilafan minggu lalu saat berbagi menggunakan mika plastik.

Coba diskusi bareng. 
Umi usul: Eh kemarin kan kita minta maaf sama bumi, soalnya kemarin kita pakai mika plastik buat wadah puding. Terus gimana ya biar kita tetep bisa berbagi tapi nggak "nyampah"???

Syaina:Ya udah, kita bikin kuning telurnya aja. Kan ada wadahnya tuh, jadi nggak nyampah. 

Umi: Emmm.... Boleh.Ayuk bikinπŸ’ͺ.

Puding kuning telur on proses pembuatan.... 

Pas ditengah jalan proses pembuatan puding, eh lihat cetakan kue bolu. AHA! Bagaimana jika bikin putih telurnya pakai cetakan kue bolu?.

Puding kuning telurnya sudah jadi (keras dan dingin).Taruh dicetakan kue bolu dan menanti adonan putih telur matang.Pas adonan putih telur sudah matang, tuang ke cetakan kue bolu yang sudah berisi puding kuning telur. Masukkan kulkas. Taraa. ..beberapa menit kemudian, wahhh sudah jadi pudingnya. Nyam nyam nyam siap makan, eh siap dibagi πŸ˜….


Pas dilihat-lihat lagi. Kata syaina ini kaya bunga matahari ya mi?Oiyaya....Dan pas umi tanya mau dikasih nama apa puding ini? Karena bentuknya kaya matahari, akhirnya kami sepakat memberi nama "Puding Matahari".

Oiya kami juga menaruh jeruk tersembunyi didalam puding. Supaya bisa jadi bahan tebak-tebakan seru bareng temen-temen dan lagi pula jeruk kan buah yang sehatπŸ˜‰.Nah kulit jeruknya kita buat ecoenzym. Asyekk..... 

Puding matahari siap dibagikan.  Yeyeyeye.... 😍.
Pudingnya dipisahkan dari cetakan kue bolu, taruh di wadah ukuran sedang supaya bisa menampung puding lebih banyak.Sambil ngelist nama anak-anak yang mau dibagi.

Terdengar suara anak-anak tetangga sedang ramai bermain. Wahhh pas pudingnya siap dibagi. Let's go.....!
Syaina membawa wadah berisi puding-puding matahari dan siap dibagikan satu persatu. Anak-anak terlihat bahagia sambil bilang makasih.
Enak nggak?Seneng nggak?
Kompak menjawab:Enaaaak....Seneeenggg...
Alhamdulillah. 

Yes, project jum'at ceria berhasil tanpa nyampah. Toss. ....πŸ™Œ.

Peran yang diambil masing-masing anggota tim KPK adalah
πŸ€Syaina dan umi bersama-sama membuat puding matahari. 
πŸ€Syaina membagikan puding satu per satu ke anak-anak. 
πŸ€Abi sebagai support project.



#KPKbelajarzerowaste
#GoChallenge
#famproperak2019
#zerowastechallenge

Make your ecoenzym

Asal mula tahu tentang zero waste adalah dari event keluarga perak 2018 di batu, malang. Lagi lagi perak memberi ruang bagi keluarga kami untuk terus belajar menjadi lebih baik.PERAK pancen oye.... πŸ‘.

Saat itu ada kelas tentang zero waste oleh mbak dini DK. Wawasan tentang sampah terbuka, mulai tertampar atas kesewenang-wenangan memperlakukan bumi dengan seenaknya menghasilkan sampah tanpa rasa tanggung jawab. Sebelum kenal zero waste, anggapan membuang sampah pada tempatnya menurut kami sudah cukup mengatasi masalah sampah.Ternyata anggapan itu keliru. Menjadi tantangan baru bagi keluarga kami, merasa sangat perlu memulai belajar dan praktek zero waste secara bertahap. Kami masukkan ke dalam Family Strategic Planing 1438H tahun 2019. 
Go Challenge....!!! 

Project zero waste bulan ini adalah make your ecoenzym. Berawal dari banyaknya kulit jeruk dirumah. Mengapa tidak untuk memulai membuat ecoenzym cleanser?

Menelusur sumber ilmu tentang ecoenzym.
Apa itu ecoenzym? 
Bagaimana cara membuat ecoenzym? 
Mengapa perlu membuat ecoenzym?
Dimana membuat ecoenzym? 
Kapan membuat ecoenzym? 
Siapa yang membuat ecoenzym? 
Pilih mana, ecoenzym cleanser atau cleanser kimiawi? 

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut saatnya eksekusi. Go Challenge....!!!

Setiap menghasilkan sampah kulit jeruk,langsung bikin ecoenzym.Ini adalah kali keempat syaina ikut serta membuat ecoenzym.
Mi, ayo kita bikin ecoenzym (ajakan semangat dari syaina).
Oke, let's go. . .






Langsung berbagi peran. 
πŸ€ Umi mengambil peran menyiapkan alat yang diperlukan. Umi bertugas membuka botol setiap pagi. 
πŸ€ Syaina bersama umi mengambil peran menyiapkan bahan yang diperlukan. Mulai dari mengambil kulit jeruk dan gula merah, memotong keduanya menjadi bagian yang lebih kecil, membeli ragi, mengambil air, sampai mencampur satu per satu bahan yang telah disiapkan menjadi encoenzym. Syaina secara inisiatif mengambil dan memberi label pada botol ecoenzym sehingga kami tahu kapan waktu panennya. 
πŸ€ Abi berperan memberi support penuh di project ecoenzym ini. 

Hikmah project ini adalah
1. Menumbuhkan rasa tanggung jawab atas sampah yang dihasilkan.Sampahku adalah tanggung jawabku. 
2. Mengolah kembali sampah yang dihasilkan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kulit jeruk menjadi ecoenzym cleanser. 
3. Menumbuhkan intelectual curiosity tentang ecoenzym, menumbuhkan creative imajination and art of discovery anak. 
4. Praktek life skill. Memotong, mencampur, menuang. 
5. Menumbuhkan ghairah cinta bumi. 

Wah pas keluarga pelem kalih eksekusi project ecoenzym, pas ada challenge zerowaste di perak tahun 2019. Cucok banget nih, bikin tambah semangat.Go Challenge....!!!  πŸ’ͺπŸ˜‰.


#KPKbelajarzerowaste
#GoChallenge
#famproperak2019
#zerowastechallenge

Senin, 18 Februari 2019

Jum'at Ceria

Jum'at lalu kami punya project yang keluar secara spontan. Berhubung hari jum'at yang penuh berkah, saya ingin mengajak syaina berbagi keceriaan ke teman-temannya yang tinggal di sekitar rumah. 

Empat hal yang tidak pernah ditolak anak-anak adalah hadiah, dongeng, kejutan dan bermain. Kali ini kami ingin berbagi hadiah sederhana, sebuah puding bertema telur ceplok. Anak-anak suka dengan puding. 

Pertama,kami cari sumber ilmu tentang bagaimana cara membuat puding telur ceplok. Menelusur bersama lewat youtube, mencari resep dan step pembuatannya. Syaina ikut menyimak proses pembuatannya. 

Kedua, saya menjadi juru catat atas resep dan step pembuatan yang diperoleh dari sumber ilmu.

Ketiga, belanja bahan-bahan yang dibutuhkan sesuai resep yang ada. Eits, jangan lupa bawa wadah supaya nggak bawa pulang sampah πŸ˜‰. Hihihi kita lagi belajar zerowaste πŸ’ͺ. 

Keempat, berbagi tugas dalam proses pembuatan puding. Mulai dari menyiapkan peralatan yang diperlukan sampai proses memasak.


Umi berperan sebagai juru racik. Menyiapkan bahan sesuai takaran. 

Syaina mengambil peran 
πŸ’ Mencuci alat cetakan kuning telur dan menata satu persatu di wadah. 
πŸ’ Menuang dan mencampur semua bahan yang sudah disiapkan umi ke panci siap masak.
πŸ’ Memasak campuran bahan sampai mendidih sambil mengaduk. Syaina belajar mengamati bagaimana proses dan tanda air mendidih.
πŸ’ Setelah mendidih dan didinginkan sejenak, syaina mulai menuang adonan untuk bagian kuning telur ke cetakan. Syaina bisa melakukan proses ini dengan apik, rapi, fokus dan sangat hati-hati. Good job nak πŸ‘.

Sambil menunggu adonan puding putih telur matang. Abi berperan mendinginkan puding kuning telur dikulkas dan mengambilnya dari cetakan untuk dipindahkan ke bagian tengah wadah mika siap saji dibantu oleh syaina.

Saat puding putih telur matang, umi bertugas menuangkannya ke wadah mika yang sudah berisi puding kuning telur. Saat itu syaina ingin mencoba, tetapi karena adonan putih telur ini cepat memadat, akhirnya umi tunda keinginan syaina. Maafkan umi ya nak, mematikan rasa ingin tahumu 😰.Tapi sempet mencoba bersama umi. Yeyeyeye puding telur ceplok disiap didinginkan.

Pas waktu itu hujan turun,sambil menunggu puding didinginkan, kami main hujan-hujanan. Beberapa jam kemudian, puding sudah mengeras dan dingin. Itu tandanya puding siap disajikan πŸ˜‹.Hemm yummy.... Waktunya kita berbagi keceriaan. Siap diantar ke temen-temen.Dari tadi syaina selalu menanyakan,mi pudingnya sudah dingin belum? 

Let's go kita keliling ke rumah tetangga. Syaina mulai memasukan satu per satu puding ke wadah sambil menghitung nama teman-temannya yang mau di bagi. Berbinar sekali, berkeliling dari pintu ke pintu rumah sambil praktek adab bertamu. 

🏑 Ketuk pintu sambil mengucapkan salam sampai 3x.
🏑 Tidak mengintip ke dalam rumah tuan rumah. 
🏑 Tidak memaksa masuk ketika tidak ada jawaban dari tuan rumah. 


Bukan hanya temannya yang bahagia mendapatkan hadiah puding, tampaknya syaina juga bahagia melihat temannya bahagia. Syaina berbinar banget, sampai ananda mau bolak balik ke rumah temannya saat pertama ke sana ternyata tidak ada orang.Selalu mengingatkan umi saat ada temennya yang belum kebagian. Masya allah nak, semoga engkau tumbuh menjadi anak yang suka berbagi manfaat dan kebahagiaan untuk orang-orang disekelilingmu ya anak. Aamiin.....

Hikmah project jum'at ceria:
🌷Menumbuhkan semangat berbagi dengan cara yang menyenangkan bukan saat egonya sedang memuncak. 
🌷 Belajar dan praktek adab bertamu
🌷 Menumbuhkan konsep tangan di atas lebih mulia dari tangan dibawah. Berbagi ke sesama itu mulia dan lebih baik daripada selalu menerima/meminta. Seperti sifat rasulullah yang suka berbagi dalam beberapa kisah beliau. 
🌷 Berbagi itu indah. Salah satu cara mendapatkan kunci syurga. Membuat teman bahagia adalah sebuah kebaikan. 
🌷 Dalam rangka kaya kegiatan seperti yang ada pada panduan pandu 45 yaitu salah satunya memasak. 
🌷 Melatih life skill memasak. 




#PortofolioSyaina
#4y7m
#KayaKegiatan
#Pandu45
#LifeSkill
#Cooking
#FamilyProject