Tampilkan postingan dengan label Perjalanan KPK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan KPK. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Desember 2019

Aku berani naik kuda sendiri

Dua hari lalu tanggal 18 dan 19 desember 2019, saat uminya belajar bersama team apotek. Syaina dan abi belajar mandiri.    Syaina memilih berkuda lagi di johnsto. Sebulan yang lalu,kami bertiga berkunjung ke tempat yang sama, memperkaya gagasan tentang berkuda salah satu olahraga rasulullah.

Masih proses adaptasi, syaina masih takut mendekat pada kuda, masih tahap observasi memastikan apa yang ada didekatnya aman. Syaina masih belum berani memberi makan sendiri kepada kuda yang ada. Saat abinya naik kuda, syaina ragu antara ikut naik atau tidak. Akhirnya syaina ikut naik kuda besar bersama abi. Ekspresinya masih tegang sambil merasakan sensani naik kuda langsung.

Bulan desember, atas permintaannya sendiri. Syaina minta kembali belajar berkuda. Saat sebelumnya berkata: umi dan abi syaina mau belajar berkuda, syaina mau naik kuda sendiri, kuda yang kecil. Syaina berani? Tanya umi.  Aku berani mi (teringat cerita di buku hallo balita "aku anak pemberani").

Tanggal 18 Desember, syaina ke johnsto untuk kembali belajar berkuda. Umi dapat cerita dari abi dan syaina. Kalau syaina sudah berani naik kuda sendiri walaupun awalnya takut,  akhirnya syaina berhasil mengalahkan rasa takut dan berdamai merasakan sensasi berkuda dengan tenang. Alhamdulillah.... Syaina juga sudah berani memberi makan kuda. Yeyeyeye.....

Saat bertemu dengan uminya selesai acara workshop. Syaina langsung bercerita tentang keberaniannya bisa naik kuda sendiri dan berani memberi makan kuda.

Esok harinya memgajak umi ke johnsto lagi dan meminta umi melihat langsung bagaimana ananda berani naik kuda sendiri dan memberi makan kuda. Rasa percaya dirinya naik. 








Rabu, 04 September 2019

FSP camp 1441H KPK bersama keluarga travelschooler

Ada beberapa tahapan langkah yang kami lakukan dari merencanakan mimpi sampai tahap berserah diri padaNYA. 


Tahap pertama adalah dream it. Setelah mengevaluasi dan dokumentasi perjalanan FSP 1440H pra satu muharam 1440H. Tiba saatnya kami membuat rencana/mimpi baru yang dituangkan dalam FSP tahun 1441H.

Tema FSP tahun lalu adalah go challenge. Kami menantang diri untuk terus berjalan, bertumbuh menjadi lebih baik lewat tantangan-tantangan baru. 
Perjalanan FSP 1440H memberikan kami banyak pelajaran berharga yang menambah rasa syukur kami tiada henti. Lewat challenge baru, kami ditantang untuk keluar dari zona nyaman yang membuat kami statis. Kami butuh dinamika yang lebih menantang demi perbaikan keluarga menuju misi hidup. 

Setelah di FSP 1440H dievaluasi, kami memutuskan untuk melanjutkan beberapa project yang belum "rampung" di tahun lalu. Perlu eksekusi lanjutan menuntaskan project yang belum selesai. Karena memang durasi waktu untuk beberapa project lebih panjang (lebih dari satu tahun). Tahun ini kami mengambil tema MORE CONSISTENT AND GO CHALLENGE PART #2. Makna more consistent adalah keberhasilan eksekusi ditahun lalu perlu diapresiasi dan perlu dipertahankan untuk terus konsisten agar bisa menjadi habit baik keluarga. Sedangkan makna go ca hallenge part #2 adalah kami perlu challenge baru terutama pada project pengembangan bisnis, karena dengan tantangan kami merasa terus bersemangat mencoba hal baru dengan harapan kami terus bergerak dan bertumbuh.












Tahap kedua adalah share it. Agenda tahunan komunitas travelschooler adalah sharing FSP masing-masing keluarga. Lokasi sharing FSP tahun ini adalah camp di kaki gunung merbabu, di cuntel salatiga. Belum berangkat sudah membayangkan kerinduan camp, keseruan, kebahagiaan dan mata ini akan dimanjakan oleh pemandangan pegunungan yang indah. 
Tahap share ini bertujuan agar semakin banyak doa yang dilempar ke langit, semakin banyak keluarga dan semesta yang mengaminkan mimpi-mimpi yang sudah kita tuliskan. Kebanyakan keluarga yang hadir adalah dari luar kota, sehingga doa musafir adalah salah doa yang dikabulkan. Aamiin..... 🙏






Selain share FSP masing-masing keluarga, ada berbagai acara lain misalnya acara khusus anak-anak yang dipandu oleh keluarga beniq. Anak-anak belajar komponen penyusun bumi yaitu air, tanah dan udara. Udara adalah hal abstrak yang mungkin belum bisa dibayangkan oleh anak tentang bentuk fisiknya. Sehingga keluarga beniq membantu anak-anak memvisualisasikan seperti apa itu udara agar mereka mampu merasakan keberadaan udara yaitu dengan cara membuat kincir angin bersama. Yeyeye.... anak-anak antusias dan bahagia.  Mereka langsung mencoba kincir angin buatannya, mencari sumber angin agar kincir angin bisa berputar. 



Malam hari ada acara bbq dan api unggun. Horey, hawa dingin pegunungan digantikan oleh hangatnya api unggun. Anak-anak antusias menanti api unggun, melihat bentuk fisiknya dan makan marshmallow, sosis, baso tusuk bersama. Bahagianyaaaa...... 😍.


Ada juga belajar bersama dengan mbak ririn (seseorang pakar pendidikan anak yang sedang menempuh pendidikan PHD di australia). Temanya adalah tentang makna belajar. Beliau menyampaikan analogi belajar seperti proses anak yang sedang belajar berjalan dan seorang pelancar. Bahwa belajar tak hanya sebatas fokus pada hasil akhir, bahwa belajar adalah sebuah proses yang menggerakan seluruh tubuh (tak hanya anggota tubuh yang bergerak tetapi termasuk didalamnya adalah akal,  fikiran, hati, lingkungan dan sumber daya,dll). Bahwa belajar adalah proses yang tak terprediksi dan tak terkontrol. Proses/laku ini lah yang akan  semakin memahamkan diri kita. Terimakasih mbak ririn sudah memahamkan kami tentang makna belajar dari sudut padang yang berbeda. 


Terimakasih keluarga rumahku surgaku dan nabla home team yang sudah memfasilitasi jalannya FSP camp tahun ini. Banyak inspirasi, ide baru dan ilmu yang kami dapatkan dari FSP camp kemarin.

Semoga FSP yang sudah kami tuliskan dan di share menjadi doa yang dikabulkan. Menuju tahap berikutnya yaitu do it, pray it dan istiqomah it. 


#PerjalananKPK
#FSP1441H
#FSPCamp
#Travelschoolerfamilies

Rabu, 07 Agustus 2019

Amanah Kedua

Setelah lebaran idul fitri,  tanggal 8 -12 juni 2019 masa pms terakhirku sebelum aku tahu bahwa diriku positif hamil. 

Pertengahan bulan juli, aku belum mengalami pms. Tanda-tanda pms sudah muncul seperti nyeri payudara dan pinggang. Ternyata itu bukan tanda pms tetapi tanda awal kehamilan yang memang mirip dengan tanda pms. Sampai akhirnya aku test pack manual pada tanggal 18 Juli 2019. Hasilnya surprise banget, positif.... alhamdulillah aku mendapat amanah kembali untuk mengandung anak kedua kami. Langsung aku laporkan ke suami, hasil positif test pack pertamaku. Berpelukan....

Abi memberitahukan kabar gembira ini kepada syaina.Reaksi syaina sangat bahagia, bahkan dia menyampaikan kabar bahagia ini kepada hampir semua orang yang ananda temui. 
Umi lagi hamil...
Aku mau jadi kakak...
Panggil aku kakak syaina... 

Sesekali dia mencium perutku. Syaina menunjukkan sifat kasih sayang dan perhatian yang lebih besar kepada uminya. Membuatkan umi susu, melindungi umi dan dede bayi, masya allah terimakasih semoga allah membalas kebaikanmu ya nak... Umi sayang banget sama syaina 😘.

Hari berikutnya kami aku coba test pack lagi untuk lebih meyakinkan kami. Saya pakai test pack dengan harga yang lebih bagus. Dan hasilnya sama, positif dengan dua strip yang lebih jelas dari kemarin.


Akhirnya tanggal 19 Juli 2019, kami memutuskan untuk memeriksakan ke dokter obgyn langgangan kami. Kami mengajak syaina. Selain untuk menambah wawasannya, di rumah sakit banyak profesi yang bisa kami kenalkan padanya. Ada suster, dokter, satpam,  dll. 
Saat diajak ke RS,  mulai muncul rasa ingin tahunya, 
Kenapa umi diperiksa? 
Umi pengen lihat keadaan dede bayi dalam perut umi. 
Saat diperiksa, syaina melihat dilayar monitor. Syaina mengamati hasil usg, dia tahu bentuk dede bayi dalam perut uminya. Katanya, mi kaya kelinci ya, hahahaha.... Ada ada saja imajinasinya. 


Alhamdulillah ternyata usia kehamilanku sudah masuk 6 week. Sudah terlihat si jabang bayi dalam rahim. Panjang bayi sesuai dengan usia kehamilanku. Alhamdulillah😊.
Kami terus berdoa, memohon kesehatan janin dan ibunya sampai persalinan nanti. 
Diusia kandungan menuju 4 bulan. Kami terus berdoa memohon 4 hal kebaikan yang akan ditetapkan oleh allah kepada janin kami yaitu jodoh, Rezeki, Ajal, Amalan dan Kebahagiaan/Kesengsaraan.

7 Agustus 2019 Kami kembali periksa ke dokter. Masuk usia 8 minggu, hasil usg menunjukkan bayi sudah diberi jantung olehNYA, denyut jantung nampak berdetak dug dug dug. Hasil usg menunjukkan bahwa denyut jantung dan panjang bayi normal. Alhamdulillah... 😊.


Kami bercerita pada syaina dan membuka memorynya kembali pada bukunya. Bahwa dede bayi sudah diberi jantung. Sesampainya dirumah syaina mau memberitahukan perkembangan calon adiknya kepada orang-orang dirumah. 

Semoga Allah senentiasa menjaga kami sekeluarga, selalu dalam lindungan dan tuntunanNYA. Aamiin... 


#PerjalananKPK
#MenyambutAnggotaHomeTeamKPK
#6-8week
#TrimesterI


Jumat, 19 Juli 2019

Perjalanan KPK belajar bisnis dan eksplore jogja

12-15 Juli adalah perjalanan kpk ke jogja untuk belajar lagi tentang bisnis apotek. Kami berbagi peran. Abi belajar menimba ilmu tentang bisnis apotek selama dua hari. Umi dan syaina belajar bersama di tempat yang berbeda.


Selama workshop dua hari, abi mendapat pengalaman berharga, melahirkan beberapa keputusan mantap dan siap berkolaborasi bersama be "A" home team. Umi merasa terharu dan bahagia melihat keputusan ini. 

Ini adalah kali pertama umi dan syaina bermain dan bepergian di luar kota tanpa diantar abi. Kami memilih kendaraan umum yang bisa diakses via gedget. 

Hari pertama tanpa abi, kami memilih berkunjung ke grahatama pustaka di bantul. Sebuah perpustakaan yang asyik bukan hanya untuk orang dewasa tetapi juga untuk anak-anak. Disini terdapat beberapa ruang bermain anak, diantaranya ruang buku anak, ruang musik, ruang dongeng, ruang permainan anak dan bioskop 6D. Diantara ke lima ruangan tersebut, syaina paling tertarik di bioskop 6D. Pengalaman pertamanya melihat film 6D di bioskop. Hal yang membuatnya tertarik adalah didalam bioskop syaina memakai kacamata 6D dan duduk dikursi yang bergoyang-goyang saat film diputar. Seru...... 😍😂.






Syaina tak begitu menyukai aktivitas didalam ruangan, sehingga disana kami hanya bermain kurang lebih 1,5jam saja. 

Kami lanjut renang di hotel. Syaina tak pernah bosan bermain air.  Matanya berbinar 😍 dan terikannya all out tanda bahagianya ananda berenang.



Hari kedua tanpa abi, agenda kami adalah ke taman pintar. Disini kami mencoba hal baru yang belum pernah dicoba syaina yaitu melukis gerabah, mencetak gerabah,melihat planetarium,  dan bermain mobil-mobilan. 







Saat melukis gerabah, syaina mampu menyelesaikan dari awal sampai akhir proses. Tapi responnya biasa saja, hanya sekedar menjalankan proses awal sampai akhir.  Sedangkan saat mencetak gerabah, syaina tak begitu menyukainya,dia hanya memegang tanah liatnya saja, tak kunjung membuatnya menjadi sebuah bentuk tertentu. 

Kami lanjut ke planetarium, melihat film tentang planet. Didalam ruangan ini kondisi lampu dimatikan, gelap seperti melihat film dibioskop. Syaina tak begitu menyukainya sehingga saat film diputar, syaina minta keluar ruangan. Umi berhasil menahan sampai film usai. Film ini bercerita tentang planet, proses terbentuknya planet, profesi astronot dan cara pergi ke planet. Film ini mampu menumbuhkan fitrah iman ananda. Bahwa allah yang menciptakan dan mengatur semuanya sehingga bisa berjalan teratur. Masya allah. . .

Mobil-mobilan adalah wahana  terakhir di taman pintar yang kami coba. Syaina baru kali pertama mencoba naik mobil-mobilan. Disini syaina belajar gentang rambu lalu lintas, aturan yang ada dijalan saat berkendara, dll. 
Syaina menunggu giliran naik mobil-mobilan. Tiba gilirannya bermain, hanya instruksi sedikit dari pemandu, syaina sudah mampu menjalankan dan mengendalikan mobil-mobilan. Happy sekali, sampai minta dua kali naik tapi sayang loket sudah tutup. Ternyata kemampuannya cepat mengendalikan mobil-mobilan diperoleh dari pengalaman syaina yang sering ikut mengendalikan sepeda motor saat bepergian dengan abi. 



#Portofoliosyaina
#4y11m

Field trip KPK ke Museum Gunung Merapi

Sabtu, 15 Juni 2019 Kami kpk berkunjung ke museum gunung merapi.
Field trip menjadi cara belajar terfavorit KPK. Melihat langsung hal yang ingin kami tahu. 

Disana kami terutama syaina belajar tentang alam, ya gunung merapi salah satu gunung berapi di indonesia. 
Melihat miniatur bentuk gunung merapi, menonton film erupsi gunung merapi. melihat benda-benda dampak letusan gunung, urutan material yang dikeluarkan saat erupsi, apa yang harus dilakukan saat siaga erupi, bagaimana kita harus memperlakukan alam dan masih banyak hal lain. 

Syaina belum begitu tertarik dengan hal detail di museum. Ada satu spot yang membuatnya curios, saat syaina melihat foto seorang ibu yang terkena dampak erupsi. 
Kenapa ibunya menangis? 
Kenapa mukanya seperti itu?  (hitam penuh abu).

Syaina sempat mengabadikan dalam bentuk video,perjalanannya saat di museum. Happy saat ananda memvideokannya ala ala you tuber.  

Selebihnya ananda hanya mengamati saja.


Sesampainya dirumah Umi dan syaina bermain tema gunung. Kami bereksperimen membuat lava yang keluar dari gunung saat erupsi. Saat membuat lava bottle, syaina tertarik saat memasukkan tablet efervesent ke dalam botol berisi minyak, air dan pewarna makanan. Tablet evervesebt yang bersifat basa bereaksi dengan asam lemak pada minyak menghasilkan gas karbondioksida yang ingin keluar dari botol dengan cara naik ke atas.
Begitu pula reaksi yang terjadi saat eksperimen lemon vulcano. Asamnya berasal dari lemon dan basa berasal dari soda kue menghasilkan gas karbondioksida.
Media yang lain pun kami gunakan untuk eksperiman yang sama.Kami membuat bentuk gunung dari kertas karton dibentuk kerucut, didalamnya terdapat botol kosong yang diisi soda kue, sabun cuci piring, pewarna makanan dan air hangat. Saat cuka mulai dimasukkan dalam botol, reaksi terjadi. Byur menyapu rumah-rumahan, pohon-pohonan dan orang yang tinggal disekitar gunung. Syaina happy saat melihat perubahan yang nampak pada eksperimennya.

Dari percobaan ini,kami belajar bagaimana seharusnya bertindak/berikhtiar saat gunung akan meletus. Misalnya dengan tetap waspada memantau instruksi status dari bmkg, berdoa meminta keselamatan pada Allah, mengungsi,dll.





#PortofolioSyaina
#4y10m


Selasa, 23 April 2019

Aku anak pemberani


Beberapa hari yang lalu (18-21/04/2019) KPK ada agenda ke jogja. Syaina sangat berbinar ketika mendekati waktu keberangkatan. Selalu menanyakan kapan kita berangkat dengan wajah berbinar.

Ada sikap yang berbeda dari syaina yang saya amati sebelum berangkat ke jogja dan sepanjang kami pergi ke jogja. Keberanian syaina mulai terlihat, rasa percaya dirinya mulai tumbuh.Berani berkenalan dan menyapa orang asing yang baru ananda jumpai.Berawal dari sikap sksd mendekati orang baru baik anak-anak maupun orang dewasa, menanyakan namanya dan lanjut ngobrol ala ala ananda. Dan orang baru tersebut sepertinya enjoy menanggapi syaina dan mereka asyik ngobrol.

 Beberapa diantaranya:
  • Berani meminta izin meminjam kursi kasir saat dimoro.
  • Berani menanyakan nama kepada teman barunya dan bermain bersamanya. 
  • Berani memberikan sendiri menu pesanan ke resepsionist hotel tanpa diantar uminya.
  • Berani main sendiri saat diraminten tanpa ditemani uminya. Jarak umi dan abi dengan syaina saat bermain di raminten beda lantai tetapi masih bisa teramati oleh kami. Tertangkap kamera saat ananda berhasil mendapatkan teman baru dan bermain dengannya.
  • Berani menyampaikan keinginannya untuk membatik kepada mba-mba yang menawarkan mbatik.Dan mau jalan berdua bersama mbaknya menuju tempat mbatik lanjut mbatik bersama. Foto sendiri usai mbatik tanpa ada uminya.
  • Berani maju ke panggung dan joget bersama saat ada acara pentas seni di raminten. 
  • Berani membeli minuman sendiri ke pkl. 
  • Saat dimatahari syaina tiba-tiba dapet temen baru dan mainan bareng. 
  • Saat dimatahari syaina berhasil kenalan dengan spg matahari. "mi, itu namanya mbak sita, aku main sama mbaknya ya".Saat itu umi bingung siapa itu sita dan melarang syaina saat ananda izin ingin main mba sita. Pertimbangan saat itu,umi tidak tahu siapa itu sita yang baru ananda kenal, rasa khawatir sebagai ibu muncul. Dan ternyata setelah ditunjukkan oleh syaina, sita adalah spg matahari. Oalah. ...maafkan umi ya nak yang kurang berempati padamu. 
  • Saat di sakola, umi sedang mencoba baju dikamar pas.Tak jauh dari kamar pas, terdengar suara syaina menyapa orang baru.Mereka asyik ngobrol. Umi tenang membiarkan syaina ngobrol, karena suaranya masih terdengar oleh umi dan setelah dilihat ternyata syaina ngobrol dengan mbak karyawan sakola.
  • Berani membayar belanjaannya saat di mall malioboro.


Berani meminjam kursi kasir


Berani mendekati dan main bareng dengan orang baru



Kenalan dan main dg temen baru direminten


Maju dan joget di show raminten


Berani mbatik sendiri dengan orang baru tanpa ditemani umi


Ada hal yang saya amati saat mbatik. Tingkat konsentrasi dan fokus syaina menunjukkan ada peningkatan. Bersabar mengikuti pola batik yang ada dipatung batiknya sampai proses mewarnai. Mewarnai patung batiknya sesuai keinginan warnanya dan detail mengikuti bagian-bagian tubuh patung. Perkembangannya terus bertumbuh. Berbeda dengan beberapa waktu lalu saat syaina berusia tiga tahunan,minat dan rentang konsentrasinya saat mbatik sangat jauh dibandingkan sekarang. Dulu tak mau mengikuti pola gambar dipatung batik, mewarnai asal saja tak mengikuti bagian-bagian patung (misal mata, hidung, mulut dll)

Hasil mbatik 3y (kanan)  dan 4y9m (kiri) 

Foto sendiri usai mbatik

Mencoba memahami apakah ini bagian dari tumbuh kembangnya sesuai tahap usianya atau ini adalah tanda-tanda salah satu bakat yang dimilikinya? Entahlah kami belum berani menyimpulkan. Kalau bakat mungkin relator (senang menjalin hubungan), atau mungkin woo (senang bertemu orang-orang baru).



#Portofoliosyaina
#4y9m