Dua hari lalu tanggal 18 dan 19 desember 2019, saat uminya belajar bersama team apotek. Syaina dan abi belajar mandiri. Syaina memilih berkuda lagi di johnsto. Sebulan yang lalu,kami bertiga berkunjung ke tempat yang sama, memperkaya gagasan tentang berkuda salah satu olahraga rasulullah.
Masih proses adaptasi, syaina masih takut mendekat pada kuda, masih tahap observasi memastikan apa yang ada didekatnya aman. Syaina masih belum berani memberi makan sendiri kepada kuda yang ada. Saat abinya naik kuda, syaina ragu antara ikut naik atau tidak. Akhirnya syaina ikut naik kuda besar bersama abi. Ekspresinya masih tegang sambil merasakan sensani naik kuda langsung.
Bulan desember, atas permintaannya sendiri. Syaina minta kembali belajar berkuda. Saat sebelumnya berkata: umi dan abi syaina mau belajar berkuda, syaina mau naik kuda sendiri, kuda yang kecil. Syaina berani? Tanya umi. Aku berani mi (teringat cerita di buku hallo balita "aku anak pemberani").
Tanggal 18 Desember, syaina ke johnsto untuk kembali belajar berkuda. Umi dapat cerita dari abi dan syaina. Kalau syaina sudah berani naik kuda sendiri walaupun awalnya takut, akhirnya syaina berhasil mengalahkan rasa takut dan berdamai merasakan sensasi berkuda dengan tenang. Alhamdulillah.... Syaina juga sudah berani memberi makan kuda. Yeyeyeye.....
Saat bertemu dengan uminya selesai acara workshop. Syaina langsung bercerita tentang keberaniannya bisa naik kuda sendiri dan berani memberi makan kuda.
Esok harinya memgajak umi ke johnsto lagi dan meminta umi melihat langsung bagaimana ananda berani naik kuda sendiri dan memberi makan kuda. Rasa percaya dirinya naik.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar