Kamis, 14 Mei 2020

self assassment mentorship bunda cekatan

Perkenalkan namaku linda kurniawati. Ibu dua orang putri 5y10m dan 2m14d. Aku adalah ibu bekerja di ranah publik dan domestik. Bidang pekerjaanku di ranah publik adalah farmasi sebagai apoteker penanggung jawab dan owner apotek. Menjadi tantangan tersendiri bagiku agar bisa harmony di ranah publik dan domestik. Apalagi tempat kerjaku di apotek menjadi satu bangunan dengan rumah tempatku bekerja diranah domestik. Sering aku merasakan kesulitan untuk membagi waktu dikedua ranah tersebut. Tak jarang menguras emosi. Apalagi aku masih dalam proses transisi keadaan baru, dimana aku memiliki baby baru, mau tidak mau tantangan menagement waktu dan emosi meningkat. Kedua tantangan tersebut masuk ke dalam mind maping belajarku di bunda cekatan agar tidak mengganggu kewarasan dan kebahagiaan. Hahahaha.... 

Proses belajarku untuk menghadapi kedua tantangan itupun tidak mudah. Beberapa cara sudah aku coba. Diantaranya:
1. Berbagi peran dengan suami dan karyawan/asisten rumah tangga untuk menjalankan serangkaian to do list/tugas. Cara ini bekerja baik di diri saya dan keluarga. Sangat terbantu dengan adanya pembagian peran. 

2. Membuat to do list harian beserta pelakasananya supaya tidak mati gaya dan menggunakan waktu untuk hal yang bermanfaat. Biasanya aku dan suami membuat to do list harian di malam hari untuk dieksekusi keesokan harinya dan melakukan apresiasi+diskusi terkait tantanagan/hambatan dan solusinya jika ada to do list yang belum diselesaikan. 

3. Membuat Family Strategic Planing (FSP)  dan Bussiness Startegic Planing (BSP)  tahunan sebagai mind maping terhadap tujuan yang ingin dicapai selama setahun kedepan. Biasanya kami rutin membuat setiap tanggal 1 muharam. Metodenya harus pergi dari rumah mencari tempat yang kondusif terhindar dari rutinitas pekerjaan dirumah/publik untuk sama-sama membuat fsp tahunan, biasanya kita ke luar kota membuat agenda khusus fsp+family time dengan traveling. 
Cara ini bekerja dengan baik di keluarga dan bisnis kami. 

4. Membuat kandang waktu aktivitas. Banyak gagalnya karena sering melanggar batas waktu yabg ditetapkan. Perlu kerja keras untuk melatih diri agar bisa patuh terhadap kandang waktu tiap aktivitas yang ditentukan. Aku tipe orang maximizer jadi rasanya ganjal jika tidak segera menuntaskan pekerjaan saat itu juga. 

5. Management gedget. Sering gagal juga karena sering tergoda untuk melihat hal yang seharusnya tidak tepat dilihat saat itu,misal saat jam kerja di ranah publik sedang komunikasi terkait pekerjaan di ranah publik dengan wa tiba-tiba pengen ngintip wag/balas wa diluar ranah publik. Hal ini pemicu molornya kandang waktu aktivitas lainnya. 
Konsistensiku maju mundur, untuk melatihnya biasanya aku akan membuat tantangan 30 hari agar bisa jadi habit.

6. Membuat skala prioritas. Saya dan suami sepakat untuk lebih fokus dan mengutamakan pendidikan keluarga. Tapi tuntutan untuk tetap mengelola bisnis keluarga juga tak bisa di anak tirikan. Nah bagaimana cara kami harus menjalankan kedua ranah yang berbeda ini agar tetap harmony. Saya dan suami biasanya membuat dua kelompok to do list harian yaitu to do list keluarga dan to do list bisnis, berbagi peran dan menentukan dateline. 

Self assassment tentang hubungan reflektif: 
1. Manajemen Emosi.
Aku merasa sangat sulit mengendalikan emosi terutama marah karena keadaanku sekarang bekerja di publik dan domestik dalam satu bangunan, proses adaptasi hadirnya anggota keluarga baru, sederet tantangan lainnya.  Saya juga masih dalam proses perbaikan sistem di apotek yang cukup menguras pikiran, energi dan waktu karena banyak PR untuk mencapai sistem yang lebih baik agar kedepan kami bisa free dari operasionalnya. Proses ini tidak mudah tetapi penting dan lebih cepat lebih baik agar kualitas waktu bersama keluarga meningkat. 
Emosi masih sering loss control apalagi kalau to do list lagi banyak, tambah pusing jika ada beberapa aktivitas penting dan mendesak di dateline yang sama. Yang paling sering terdampak saat emosi loss control adalah anak-anak. Indikator saat lagi emosi loss control adalah produktivitas saya menurun.  Kalau lagi merasa loss control baisanya aku butuh jeda waktu agar mood bisa normal kembali. Kita buat kesepakatan keluarga terkait hal ini. 

Kalau aku boleh beri skala penilaian terhadap proses belajar dan hasilnya adalah berada di skala lima. 

Goalnya: pengen lebih bisa memanagement emosi terutama marah supaya tidak bad mood yang berdampak kemana-mana misal ke anak, ke pekerjaan di ranah publik dan domestik. 
Cara-caranya yang aplikatif dan efektif selain cara diatas yang sudah aku coba selama ini. 


2. Teknik Komunikasi Keluarga. 
Metode yang kami gunakan selama ini adalah metode tertulis misalnya tadi membuat to do list harian, membuat FSP dan BSP. Kami juga terus berlatih cara komunikasi yang mengikuti kaidah 7 : 38 : 55 (kata-kata : intonasi : bahasa tubuh). Sering gagal di cara komunikasi kaidah 7: 38: 55. Jika dihitung persentase kami lebih banyak menggunakan kata-kata,tinggi intonasi dan bahasa tubuh yang kearah negatif (sambil cemberut, marah,dll). Kurang tepat waktu jika ingin clear and clarify. Karena tipe saya pengen diluapkan saat itu juga biar plong hahahaha.... 

Kalau saya boleh beri skala terhadap proses belajar dan hasilnya yaitu skala 7. 

Goalnya: pengen banget bisa berkomunikasi lebih baik dengan keluarga. Cara-caranya yang aplikatif dan efektif selain cara diatas yang sudah aku coba selama ini. 

3. Kualitas Vs Kuantitas Waktu Keluarga
Bicara kualitas vs kuantitas waktu keluarga bagi saya dan suami adalah sama pentingnya. Kalau untuk point ini insya allah kami tidak memiliki problem besar di point kuantitas waktu karena kuantitas kami ketemu dan komunikasi antar keluarga sangat sering (hampir 24 jam ketemu terus). Nah karena kuantitas waktu yang tinggu ini juga menimbulkan tantangan lagi bagi kami, saking seringnya ketemu tidak ada jaminan kualitasnya semakin baik. Kadang karena ranah publik dan domestik dalam satu bangunan akhirnya tercampur, yang seharusnya waktunya family time ada aja gangguan dari ranah publik. Begitu sebaliknya saat waktunya di ranah publik, anak minta ditemenin main walaupun sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan anak terkait jam kerja kami di ranah publik. Cara kami untuk mensiasati tantangan ini adalah pembagian tugas dan kandang waktu. Saat salah satu diantara saya/suami ada di ranah publik, maka salah satu diantata saya/suami ada di ranah domestik terutama membersamai anak, sehingga harapannya semua harmony. Tapi sering tak sesuai harapan, ada kalanya saat kami berdua bersamaan waktunya harus di ranah publik. Cara lain mencari kualitas waktu bersama keluarga adalah sering main bareng, ngobrol bareng dan beraktivitas bareng. Kami tetapkan family time,paling sering jam 18.00- 21.00 full fokus ke family time, dengan beberapa kesepakatan misal free gedget.  Sedih saat tak cukup waktu untuk merencanakan berkegiatan dengan anak dan hadir untuh membersamai anak 

Kalau aku boleh beri skala penilaian terhadap proses belajar dan hasilnya adalah berada di skala 7.

Goalnya: pengen banget meningkatkan kualitas waktu bersama keluarga, full fokus hadir membersamai anak-anak. Tantangan terbesar adalah harus segera menyelesaikan PR perbaikan sistem di apotek. 

Hari ini tanggal 15 mei 2020, aku dan mentorku mbak dewi janjian video call. Awalnya jam 9 tapi akhirnya molor jam 13.30 hahahaha.... Perdana VC padahal belum pernah kenal sebelumnya. Tapi over all happy karena mba dewi sang mentor asyik dan enak di ajak curhat. Hahahaha....

Awal awal kenalan dulu,lama lama ngonrol tentang tugas pekan ini yaitu self assesment dan goal yang mau dicapai. Kata mba mentor, over all usahaku sudah ok. Punya problem sama karena sama sama bekerja di publik dan domestik. Mba dewi memberi tips praktis atas problemku selama ini.

#kelaskupukupu
#pekankedua
#bundacekatan
#ibuprofesional

Jumat, 08 Mei 2020

Pekan pertama tahap kupu-kupu

Alhamdulillah masuk di tahap kupu-kupu setelah berjuang menjadi kepompong. Masuk ke pekan pertama yaitu mentorship. Kita ditantang menjadi mendor di bidang yang kita suka dan bisa. Selain itu kita juga menjadi mentee yaitu orang yang ingin belajar ilmu-ilmu yang menjadi kebutuhan belajar kita saat ini sesuai panduan mind maping dengan cara mencari mentor. Sehingga kita akan merasakan dan memiliki pengalaman menjadi menjadi mentor dan mentee. Saya memutuskan menjadi mentor bidang management keuangan sesuai pengalaman salama selama ini di ranah publik dan domestik. Saya membutuhkan mentor di bidang managemen emosi. Dua bulan pasca melahirkan anak kedua, emosi saya sering naik. Saya ingin sekali mencari mentor yang bisa memandu saya untuk keluar dari zona tidak nyaman tersebut. 

Perjalanan mencari mentor dan menjadi mentee tentu tidak mulus tanpa hambatan. Mulai dari melamar menjadi mentor dengan cara japri langsung via massanger,tetapi mereka sudah memiliki mentor. Mencari mentor sesuai kebutuhan belajar saya pun tak mudah, ditolak beberapa kali karena kebanyakan para mentor sudah memiliki lebih dari satu mentee. Sampai sekarang masih berproses mencari mentor dan menjadi mentor.

#Pekanpertama
#Tahapkupukupu 
#bundacekatan

Sabtu, 25 April 2020

Puasa pekan ketiga kelas kepompong buncek

Puasa pekan ketiga ditahap kepompong bunda cekatan. Pekan ini, aku puasa terhadap hal yang mengganggu mind maping yaitu puasa dari kegiatan bisnis yang beberapa peka lagi menyita banyak waktu, tenaga dan pikiran. Caranya adalah mengatur jam kerja di ranah publik yaitu pagi ba'da subuh sampai duhur. Setelah itu fokus di ranah domestik.Tidak mudah untuk eksekusi. 

Hasil puasa pekan ini masih perlu need improvment. 
Iioo 

Jumat, 17 April 2020

Puasa pekan ketiga kelas bunda cekatan

Minggu ini adalah pekan ketiga di kelas kepompong bunda cekatan. Puasa minggu ketiga telah usai, tiba saatnya berbuka. 

Kendala dalam action plan point-point di mind maping adalah manajemen gedget.Bersamaan dengan lahirnya anak kedua, sejak awal wabah covid masuk indonesia, lead pengunjunga apotek melonjak. Permintaan sejumlah item obat meningkat, sedangkan stok global menurun. Akhirnya saya harus turun tangan membantu pengadaan obat sesuai permintaan yang meningkat. Hampir semua sales distributor menerapkan sosial distancing, sehingga komunikasi lebih banyak melalui media online. Jam pemakaian gedget naik. Sedangkan job desk saya naik untuk membersamai anak yang awalnya hanya satu dan kini menjadi dua anak. Terjadilah benturan kepentingan. 

Sampai suatu saat saya dan suami di protes oleh anak pertama kami (syaina namanya), menyampaikan bahwa syaina tidak suka kalau abi umi jadi lebih sering pegang hp. Akhirnya kami bersepakat bersama untuk menggunakan gedget di siang hari saat harus bekerja. Dan sore sampai malam kami sepakat untuk free gedget dan waktunya family time. 

Bagi saya ini menjadi tantangan yang tidak mudah. Puasa gedget dimulai.... Godaan datang saat hp mulai berbunyi,sesekali masih menengok, sesekali diam-diam melihat dan bisa dibilang tak hadir utuh bermain bersama karena raga kami hadir,pikiran kami tak hadir. Tapi demi komitmen atas kesepakatan bersama.Saat kami main bersama, hp tidak boleh ada di dekat kami dan diruangan tempat kami bermain. Sehingga bisa fokus bermain bersama keluarga. 

Global performance untuk puasa pekan ketiga adalah need improvement



Rabu, 08 April 2020

Puasa pekan kedua buncek

Setelah absen dipuasa pekan pertama, pada pekan kedua saya mencoba puasa dari hal-hal yang mengganggu proses belajar di mind maping. Semenjak ada wabah covid,saat itu saya merasa banyak waktu yang saya habiskan untuk memenuhi rasa ingin tahu saya akan covid 19 baik melihat langsung pemberitaan di tv atau media sosial.

Fokus belajar saya yang harusnya di bab mengurus baby berkurang. Saya memutuskan untuk puasa dari pemberitaan di tv atau media sosial. Saya mulai memilah sumber informasi yang dirasakan perlu menurut saya.

Proses pertama yang saya lakukan untuk berpuasa dari pemberitaan tentang covid 19 ditv maupun di medosos adalah puasa untuk tidak nonton berita di tv. Saya matikan saluran tv dan saya ganti dengan pantauan cctv. Hahahaha ganti nonton pasien yang keluar masuk apotek. 

Langkah kedua, saya berusaha tidak kepo status wa teman-teman, tidak kepo dengan wag dan berusaha tidak membuka fb/ig atau medsos lainnya. Saya berkeras diri untuk tidak memakai hp untuk hal-hal yang tidak produktif. 

Langkah ketiga saya menyibukan diri untuk fokus membersamai anak-anak belajar di rumah. Main,ngorol dan beraktivitas bareng keluarga

Langkah ke empat, saya membagi waktu untuk hal-hal yang lebih produktif seperti bekerja di ranah publik karena memang semenjak wabah covid 19 masuk indonesia,apotek menjadi lebih ramai pengunjung dari hari biasanya. 

Langkah ke kelima, bersama keluarga merencanakan project ramadhan karena sebentar lagi memasuki bulan ramadhan. Kebiasaan keluarga kami sebelum ramadhan adalah merencanakan project ramadhan. Ramadhan kali ini akan berbeda dari biasanya. Maka kami perlu mempersiapkan diri untuk bisa menjalankan ibadah ramadhan dengan lebih ikhlas.

Langkah ke enam, fokus pada tumbuh kembang debay dan belajar memantaskan diri menjadi ibu yang lebih baik lagi. Mencari informasi tumbang anak dari berbagai sumber.



Selasa, 17 Maret 2020

Aliran rasa tahap ulat

Tahap ulat-ulat adalah tahap yang panjang selama 8 pekan. Pada tahap ini adalah tahao yang berat bagi saya karena saya tidak mengerjakan 2x tugas di tahap ini yaitu saat bapak meninggal dan saat saya lahiran anak kedua. Saya perlu fokus pada kedua kejadian tersebut. Dengan berat hati saya harus libur setoran dua kali. Tapi masih ada semangat untuk terus berjuang belajar di kelas bunda cekatan. Jika saya boleh memberi nilai diri,  lulusnya saya di tahap ini ada di skor boardline. Tetap perlu disyukuri, atas izin Allah saya masih diberi kesempatan, semangat untuk terus berjalan sampai tahap ulat-ulat selesai. Rasa ingin menyerah ada, tapi rasa sayang untuk melewatkan kelas bunda cekatan yang sudah berjalan jauh menjadi cambuk untuk terus semangat lanjut. Semoga Allah memudahkan langkahku untuk terus bisa belajar di kelas bunda cekatan sampai finish menjadi kupu-kupu merdeka. Aamiin.... 



#Bundacekatan
#Kelasulat
#Instituteibuprofesional
#Aliranrasatahapulat

Selasa, 10 Maret 2020

Bekal untuk buddyku


Pekan ini adalah pekan terakhir di tahap ulat-ulat. Tantangan di pekan ini adalah mencari buddy. Buddyku adalah bunda ika candra sayekti dari IP salatiga. Kebetulan kami berada dalam satu grup keluarga manajemen marah.

Setelah ketemu buddy, kami mulai ngobrol dan mengalirkan rasa sampai pada tahap akhir kelas ulat-ulat. Diawali dari saling share mind maping masing-masing.Mind maping milik buddyku, bunda ika:


Kami sama-sama merasa kurang maksimal mengikuti kelas ulat-ulat. Penyebabnya mungkin karena manajemen waktu kami yang kurang tepat. Banyak makanan yang bertebaran dan banyak cemilan yang belum kami makan.
Akhirnya kami mencoba saling berbagi bekal makanan utama yang mungkin bisa kita gunakan untuk memperkaya wawasan, ilmu sesuai mind maping kita masing-masing.

Saya berbagi bekal makanan utama tentang manajemen marah untuk buddy saya sesuai apa yang saya dapatkan selama berkelana dihutan pengetahuan.
Bekal tersebut adalah




Dan beberapa file tentang manajemen marah.

semoga bisa bermanfaat ya my buddy untuk masuk ke tahap kepompong. Selamat karena sudah bisa sampai ditahap terakhir kelas ulat-ulat, yukk gandengan tangan.



#janganlupabahagia
#jurnalminggu8
#materi8 
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Selasa, 25 Februari 2020

Berbagi makanan kesukaan teman baru

Minggu ini kami ditantang untuk berbagi makanan kesukaan teman baru yang saya kenal saat camping ground kemarin. Saya memilih tiga orang teman baru yang ingin saya bagikan makanan kesukaannya.


Ketiga teman tersebut adalah
Dua orang teman baru yaitu bunda Laila - Home Schooling dan irma - Bermain bersama anak. Saya membagikan potluck berupa pengalaman belajar saya dan hasil prektek saya dirumah bersama keluarga yaitu cara membuat kurikulum belajar anak. Berikut link potluck yang saya bagikan: 
http://lindakurniawatisatu.blogspot.com/2019/02/seminggu-yang-lalu-saya-ikut-kelas.html?m=1

Kemudian satu orang teman baru yang saya pilih untuk dibagikan potluck kesukaannya adalah bunda Miradita Savitri Widiyani dari regional semarang - manajemen emosi. Makanan kesukaan bunda dita ini, sama dengan makanan kesukaan yang sedang saya coba praktekan yaitu manajemen emosi "marah". Semoga bunda dita belum pernah mencicipi makanan yang saya bagikan ini. Berikut link potluck yang saya bagikan untuk bunda dita:

https://docs.google.com/document/d/1G4Fa_gHZM0s0qhq_-JoYbiPEsRp61xClP9AyuvVkEL0/edit?usp=sharing

Form untuk latihan memanajemen marah ala mbak okina resharing mbak irna:

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1_JZh_63pkDUYsjgBOxPy6ZvE6av0zQLs-zUSWEEmWhA/edit?usp=drivesdk



Semoga bunda-bunda teman baru berkenan menikmati potluck dari saya.Semoga bermanfaat, Aamiin.... 



#janganlupabahagia
#jurnalminggu6
#materi6
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Selasa, 18 Februari 2020

Kelas favorit buncek



Masuk minggu kelima kelas ulat-ulat, saya mulai jalan-jalan silaturahmi ke keluarga tetangga. Tujuannya menambah teman, berbagi cerita dan aliran rasa.

Beberapa alasan yang menjadikan bunda-bunda memilih fokus dikelas favorit adalah
1. Fina - manajemen waktu. Alasan bunda fina memilih manajemen waktu sebagai kelas favorit adalah Mindmap saya memang fokus kesana.
Saat masuk kelas buncek saya merasa sedang agak menyimpang (lebih banyak menghabiskan waktu untuk tugas sampingan daripada tugas utama), efeknya jadi kemana-mana, terutama ke emosi.

2. Salam kenal Bunda Cekatan, nama saya Roshinta Dewi Aryani. Asal dari IP Pasuruan. Saat ini saya sedang bergabung dengan 3 keluarga. Yaitu Keluarga Driving, Manajemen Gadget dan Kerumahtanggaan.

Keluarga Favorit: Driving
Alasan: Selain karena keluarga pertama sehingga bonding terbentuk lbh awal, jg karena setiap hari selalu ada tema baru, materi baru yg terjadwal dan dipatuhi oleh semua. Sehingga diskusi tetap berjalan dan juga ada sharing progress dari teman2. Menambah hidup suasana keluarga.

3. Sedangkan alasan beberapa bunda yang lain adalah karena sesuai dengan mind maping mereka. 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu5 
#materi5 
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Senin, 03 Februari 2020

Menemukan keluargaku




#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional


Senin, 27 Januari 2020

Ini makananku (kelas ulat-ulat #2)

Setelah membuat mind miping di tahap telur-telur. Saya mengambil satu topik yang perlu saya pelajari dan praktekan terlebih dahulu yaitu manajemen emosi. 
Pada tahap pertama ulat-ulat saya mencoba mencari dan menuliskan sumber ilmu terkait manajemen emosi. Menemukan satu sumber ilmu yang menjadi makanan pertama saya. 
Sampai pada tahap kedua kelas ulat-ulat, saya diajak memasuki the jugle of knowlardge. Disitu saya mulai mencari daun-daun makananku yang cocok berkaitan dengan topik manajemen emosi.

Saya menemukan beberapa daun yang sejenis sebagai makanan yang enak yang dibawa oleh temen-temen di kelas bunda cekatan. Mencoba memakan,mencerna perlahan-lahan sebelum dipraktekan. 



Berikut makanan yang saya temukan di the jungle of knowlardge:
1. https://drive.google.com/file/d/14AcDXY9DYHRE31KI7rVtgnXiUnssi8ZH/view

2. https://www.instagram.com/tv/B7sZ1MNAxKl/?igshid=18uc07b7qnm3l

3. https://m.youtube.com/watch?v=IrUbBQFx-G8&feature=youtu.be

4. https://m.youtube.com/watch?v=gwwUDTazS5A&feature=youtu.be

5. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2622502437798902&id=100001175146181

6. https://m.youtube.com/watch?v=aeVcvGDAY9g&feature=youtu.be

7.https://drive.google.com/file/d/1f9ISj9DJy-s8AV0S_Epv37Vl4_RoN7qm/view

8.https://m.youtube.com/watch?v=bytV3eUlnME&feature=youtu.be



#bundacekatan
#thejungleofknowlarge
#ibuprofesional
#kelasulatulat

Selasa, 21 Januari 2020

Selasa, 07 Januari 2020

Telur orange, menentukan cara belajarku

Di minggu ke tiga saatnya menentukan ilmu apa saja yang mendukung ketrampilan pada telur merah minggu lalu.




1. Menentukan tujuan belajar "strong why"
Prioritas ketrampilan yang saya pilih dari 5 telur merah minggu lalu adalah ketrampilan managemen emosi.Karena ketidaktrampilan saya dalam mengelola emosi dan fakirnya ilmu tentang manajemen emosi membuat saya merasa mengganggu aktivitas yang saya suka dan bisa. Seringkali ketidakmampuan saya memanajemen emosi membuat bad mood seharian sehingga menggangu kebahagiaan saya dan keluarga. Maka ketrampilan manajemen emosi menjadi prioritas pertama saya. Tujuannya adalah agar saya mampu mengelola emosi saya sehingga tidak meledak-ledak, mampu memberikan respon yang pas terhadap situasi/tantangan yang dihadapi sehari-hari sehingga tidak mengganggu kebahagiaan saya, perlu menjadi ibu yang mampu waras setiap hari. 

2. Ilmu yang saya perlukan
Ilmu yang saya perlukan untuk mencapai tujuan adalah 
- bagaimana mengelola emosi
- bagaimana meningkatkan dan melatih kecerdasan emosi
- bagaimana meningkatkan dan melatih kecerdasan spiritual. 

3. Sumber ilmu
Belajar dari berbagai sumber ilmu baik online maupun offline, buku,  maestro,  pengalaman, komunitas, seminar/workshop dll.

4.  Menentukan cara belajar yang gue banget.
Saya tipe visual auditory, akan lebih mudah belajar ketika bertatap muka langsung dengan maestro, lebih berdampak dan feelnya dapat. Kemudian akan memperkuat dengan sumber ilmu lain seperti membaca buku/sumber online.Lalu menentukan action plan dalam bentuk tulisan yang eye catching plus di tempel di area yang mudah saya lihat/baca dan tahap terakhir adalah do action plan.


#Bundacekatan
#Batch1
#Telurorange

Senin, 23 Desember 2019

Menemukan terampilku

Setelah tahap satu minggu lalu menentukan lima aktivitas suka dan bisa di telur hijau maka minggu ini, kami di ajak bermain mencari telur merah yang merupakan ketrampilan yang diperlukan untuk mendukung aktivitas suka dan bisa/telur hijau. 





Tahap memilih telur merah:
1. Membuat list jenis ketrampilan yang dibutuhkan untuk membuat aktivitas di telur hijau tetap berjalan bahagia dan manfaat.


2. Memilih lima ketrampilan yang penting dan mendesak yang perlu di cari ilmunya agar tidak mengganggu kebahagiaan aktivitas suka dan bisa. 


Akhirnya menemukan lima telur merah pada kuadran penting dan mendesak, yaitu

  • Ketrampilan manajemen waktu
  • Ketrampilan menentukan skala prioritasj
  • Ketrampilan mengelola emosi/komflik
  • Ketrampilan komunikasi produktif
  • Ketrampilan mengurus baby


#Bundacekatan
#Temukanterampilku
#Telurmerah

Aku berani naik kuda sendiri

Dua hari lalu tanggal 18 dan 19 desember 2019, saat uminya belajar bersama team apotek. Syaina dan abi belajar mandiri.    Syaina memilih berkuda lagi di johnsto. Sebulan yang lalu,kami bertiga berkunjung ke tempat yang sama, memperkaya gagasan tentang berkuda salah satu olahraga rasulullah.

Masih proses adaptasi, syaina masih takut mendekat pada kuda, masih tahap observasi memastikan apa yang ada didekatnya aman. Syaina masih belum berani memberi makan sendiri kepada kuda yang ada. Saat abinya naik kuda, syaina ragu antara ikut naik atau tidak. Akhirnya syaina ikut naik kuda besar bersama abi. Ekspresinya masih tegang sambil merasakan sensani naik kuda langsung.

Bulan desember, atas permintaannya sendiri. Syaina minta kembali belajar berkuda. Saat sebelumnya berkata: umi dan abi syaina mau belajar berkuda, syaina mau naik kuda sendiri, kuda yang kecil. Syaina berani? Tanya umi.  Aku berani mi (teringat cerita di buku hallo balita "aku anak pemberani").

Tanggal 18 Desember, syaina ke johnsto untuk kembali belajar berkuda. Umi dapat cerita dari abi dan syaina. Kalau syaina sudah berani naik kuda sendiri walaupun awalnya takut,  akhirnya syaina berhasil mengalahkan rasa takut dan berdamai merasakan sensasi berkuda dengan tenang. Alhamdulillah.... Syaina juga sudah berani memberi makan kuda. Yeyeyeye.....

Saat bertemu dengan uminya selesai acara workshop. Syaina langsung bercerita tentang keberaniannya bisa naik kuda sendiri dan berani memberi makan kuda.

Esok harinya memgajak umi ke johnsto lagi dan meminta umi melihat langsung bagaimana ananda berani naik kuda sendiri dan memberi makan kuda. Rasa percaya dirinya naik. 








Sabtu, 21 Desember 2019

Syaina 5y4m, anak sholehah yang rajin bantu umi. Saat tahu uminya hamil dan kelelahan, anak ini sigap sekali membantu uminya. 
Mengambilkan obat jika mau habis
Mengambilkan obat dan air minum jika akan minum. 
Membantu umi mengerjakan pekerjaan sehari-hari seperti mengepel, menyapu. 
Memijat bagian tubuh umi ketika umi merasakan keluhan dibagian tubuh tertentu. 
Paham dan tidak mengajak uminya main saat uminya lelah/sakit.
Menemani uminya kontrol ke dokter untuk melihat kondisi kesehatan dan tumbuh kembang calon adiknya. 
Mendoakan umi dan adiknya agar selalu diberi sehat, persalinannya lancar dan umi nggak kesakitan. 
Membantu umi membereskan keperluan untuk adeknya kelak. 
Membantu mengusulkan nama yang baik untuk adeknya. 
Mengelus, mencium dan menunjukkan kasih sayang seorang kakak ke adeknya. 
Masih banyak hal lain yang ananda lakukan untuk umi dan calon adeknya. 

Masya allah, nikmat allah mana yang kami dustakan? Diberi anak yang sholehah lebih berharga bahkan tak ternilai harganya dibandingkan diberi harta yang melimpah. 

Semoga allah selalu memampukan kami orang tuanya untuk terus membersamai anak-anak kami, menjaga titipanmu sebaik-baiknya, menumbuhkan dan merawat fitrahnya.Sesungguhnya hanya Allah yang maha mendidik. 
Ampuni kehilafan kami, kefakiran kami selama membersamai titipanMU. Aamiin....

Membantu umi mengepel lantai




Ikut umi belajar kelas MPASI

Selasa, 17 Desember 2019

Lacak kekuatanmu

Kelas bunda cekatan dimulai.... AHA! siap belajar lagi menuju tahap bunda cekatan setelah melewati tahap belajar bunda sayang. Pada kelas bunda cekatan ini, kami di ajak belajar merdeka, merdeka belajar. 
Masuk ke playground bunda cekatan, kami mendapatkan dongeng, diajak bermain, mendapat hadiah dan kejutan.Yeyeye.....

Minggu pertama kelas bunda cekatan. Kami mendapat dongeng langsung dari bunda septi. Masuk tahap telur-telur, kami diajak menuliskan aktivitas yang selama ini kita kerjakan/perlu kita kerjakan sebagai perempuan, istri dan ibu agar kelak kita bisa cekatan di bidang yang kita suka dan bisa. 




Tahap pertama saya perlu membuat list aktivitas sebagai perempuan, istri dan ibu. 
Aktivitas sebagai perempuan: dandan, me time tidur siang dan jalan-jalan, makan,  traveling,  shoping, olahraga, praktek kefarmasian di apotek,  membuat rencana kegiatan harian/bulanan/tahunan, mengatur jobdesk karyawan, memanajemen apotek, berhitung,  merencanakan keuangan, membuat sistem,  membuat mind maping, belajar, beribadah. 

Aktivitas sebagai istri: melayani suami, masak, mencuci, mensetrika, bebersih rumah.

Aktivitas sebagai ibu: bermain bersama anak dan keluarga,  family time traveling dan ngobrol bareng, merancang kegiatan anak, bersama suami membuat family strategic planing.


Membagi aktivitas diatas menjadi empat kuadran. 
Kuadran I, aktivitas yang bisa dan tidak suka
Masak, mencuci, menyetrika, bebersih rumah. 

Kuadran 2, aktivktas yang bisa dan suka
Main,makan dan ngobrol bareng keluarga (traveling ke luar kota), aktivitas yang berkaitan dengan keuangan (data dan angka), memanajemen kegiatan keluarga/apotek, membuat mind maping, membuat sistem apotek. 

Kuadran 3, aktivitas yang tidak bisa dan suka
Dandan, olahraga renang

Kuadran 4, aktivitas yang tidak bisa dan tidak suka
Baking, aktivitas berkaitan dengan HRD,  memelihara hewan/tanaman.


#Lacakkekuatanmu
#Kelasbundacekatan
#Tahaptelur-telur
#Weekone

Kamis, 26 September 2019

Chocolate Caracter Cooking Class and Hydroponic gardening

Menjadi perjalanan untuk memperkaya wawasan syaina. Sabtu,  19 September 2019 kpk berkunjung tour de talent ke rumah tante dara dipurwokerto. Kami ingin memperkaya wawasan tentang berkebun sistem hydroponic dan membuat coklat karakter. Tante dara memang sedang menekuni kedua bidang tersebut.


Sebelum berkunjung sebagai tamu, umi kembali mengingatkan adab bertamu sebelum belajar. Syaina inget beberapa dan sisanya diulang lagi sama umi. Karena penting adab sebelum ilmu. 

Sesampai dirumah tante dara. Langsung disambut baik oleh una putri kecil tante dara yang berusia 3,5 tahun (rasa seumuran sama syaina karena postur badannya sama besar). 

Step 1. Kami belajar hydroponic gardening lebih dulu. Berhubung masih pagi biar nggak item, hahahahaha....

Media hydroponic terbuat dari pipa paralon yang diramcang sedemikian rupa untuk menanam sayur/buah dimana lahan kita terbatas. Pipa paralon tersebut juga untuk suplay air dan pupuk. Pupuk yang dipakai tante dara masih menggunakan pupuk sintesis, tetapi bisa juga pakai POC (pupuk organik cair). Pemberian pupuk sintesis ini ada caranya dan dosisnya. Di ukur juga lho pakai alat apakah sudah sesuai dosis/kebutuhan yang diperlukan. Tanaman ini sehat lho, karena bebas dari semprotan pestisida kimiawi. 

Anak-anak observasi dulu, lanjut praktek menanam dimedia. Langkah-langkahnya adalah
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Memotong media tanam bernama rockwool (berbentuk seperti spoon) secukupnya. 
3. Memotong-motong rockwool menjadi beberapa bagian sama besar. 
4. Membasahi rockwool dengan air agar lembab. 
5. Memilih bibit tanaman yang akan di tanam. 
6. Melubangi bagian tengah rockwool. Syaina memilih bibit bayam merah dan hijau untuk ditanam, sehingga perlu membuat lubang jauh lebih besar dibanding untuk menanam pakcoy yang dililih una. Karena satu lubang bisa dipakai untuk menanam lebih dari satu biji bibit bayam. Berbeda dengan pakcoy,  satu lubang, satu biji bibit. Sampai tahap ini, syaina masih bertahan dan telaten. 
7. Setelah lubang siap, syaina dan una mulai meletakan bibit tanaman ke dalam masing-masing lubang.
8. Bibit tanamanan siap untuk disimpan pada tempat yang gelap. Kenapa?  Tante dara menjelaskan proses pertumbuhan bibit menjadi kecambah dianalogikan seperti bayi  dalam rahim (bibit tanaman) yang perlu dilindungi dalam rahim ibu, belum mampu berinteraksi dengan dunia luar termasuk cahaya. Nah saat bibit mulai tumbuh berkecambah (kurang lebih 5 hari untuk bayam),  maka kecambah itu siap berinteraksi dengan dunia luar seperti sinar matahari. Ibarat bayi yang siap untuk dilahirkan. 
9. Yeyeyeye proses menanam bibit sudah selesai. 
10. Tiga hari setelah proses menanam bibit, tante dara mengirimkan foto tentang pertumbuhan bibit yang mulai berkecambah.Yes, kita berhasilπŸ‘πŸ˜. Makasih tante dara yang sudah berbagi ilmu ke kami.


11. Ketika akar tanaman kecambah mulai kuat dan banyak, itu tandanya siap dipindah ke pot di pipa hydroponic.


Setelah belajar menanam, kami diajak panen beberapa jenis sayur yang sudah siap panen. Anak-anak mengambil sayur bayam dan selada. Memisahkan sayuran tersebut dari pot tanam. Syaina akhirnya bisa panen sayur sehat dengan cara berbeda. 

Perjalanan belajar ini memberikan wawasan baru ke syaina, bahwa menanam itu tak selalu harus di sawah/kebun/tanam langsung didalam tanam seperti yang biasa syaina lihat disekitar rumah. Belajar tentang jenis-jenis sayur, bagaimana siklus menanam sayur mulai dari bibit sampai siap panen, betapa besar dan hebat kasih sayang allah yang menumbuhkan berbagai jenis sayur yang memberi banyak manfaat untuk kesehatan tubuh kita.

Step 2. Cooking class
Nggak sabar nih syaina pengen bikin coklat karakter.  Let's go! 
Langkah-langkah membuat coklat karakter dipandu oleh tante dara:
1. Memotong coklat putih sebagai bahan dasar untuk diberi warna. Anak-anak antusias memotong-motong coklat dari lembaran besar menjadi bagian-bagian kecil. Life skill memotong πŸ˜‰.
2. Lanjut melelehkan coklat putih yang sudah dipotong dengan cara dimasukkan ke panci stainless yang sudah di alasi dengan air panas (di panci yang berbeda, seperti metode penangas air).  Anak-anak belajar mengamati proses perubahan bentuk dari bahan padat menjadi cair dengan adanya bantuan katalisator panas. Belajar sains deh πŸ‘.
3. Lanjut memberi warna pada coklat putih yang sudah dilelehkan. Anak-anak bebas memilih warna sesuai keinginan mereka. Menguatkan ego. Syaina memilih warna pink dan ungu, sedangkan una memilih warna kuning dan biru. 
Ambil beberapa bagian coklat putih leleh,  letakkan pada plastik segitiga yang sudah ditaruh di gelas agar tidak tumpah dan memudahkan proses mengaduk warna. Ambil beberapa tetes pewarna makanan, secukupnya ya....Aduk dengan pengaduk sampai homogen. Sisihkan,  ulangi proses yang sama untuk warna yang berbeda. Anak-anak belajar fokus dan konsentrasi, koordinasi gerak motorik halus.
4. Melelehkan dark coklat. Prosesnya sama dengan langkah 1 dan 2. Setelah leleh masukkan dalam plastik segitiga
5. Coklat siap di cetak berbagai bentuk. 
6.  Anak-anak memilih bentuk cetakan sesuai keinginan. Syaina memilih karakter anak sholeh, bebek dan hello kitty. Una memilih gambar masjid dan nanas. 
Cetak-cetak sesuai selera. Anak-anak belajar berimajinasi melalui warna dan bentuk. Hanya anak-anak yang bisa berimajinasi membuat hello kitty yang berwarna pink putih menjadi hello kitty yang berkulit dark coklat. Hahahaha.... 
Ada yang konsisten dengan warna yang sama pada satu karakter, ada juga yang berimajinasi mencampur dua warna pada satu bentuk. Tak apa-apa, kalian keren, lanjutkan imajinasimu nak, amati perubahan warnanya. 
Kami orang dewasa hanya perlu menemani proses belajarnya, tak perlu banyak intervensi memberikan sudut pandang hanya dari kacamata kami. We proud of you 😘.
7. Setelah semua coklat dibentuk karakter. Saatnya memadatkan coklat dengan cara dimasukkan ke dalam kulkas. Anak-anak belajar perubahan bentuk. Dari leleh kembali menjadi padat. Agar pada coklat perlu diletakkan pada suhu dingin (kulkas 2-8 derajat).
8. Setelah kurang lebih 15 menit coklat sudah memadat dan diap dilepaskan dari cetakan. Saat yang paling ditunggu anak-anak. Sudah nggak sabar icip-icip coklat buatan sendiri πŸ˜†.
9. Coklat siap dimakan.Hemmm yummy enakkkkkk..... 


Terimakasih tante dara yang sudah memandu kami membuat coklat karakter. Terimakasih una sudah menemani proses belajar kami, una keren bisa memuliakan tamu. Hebat πŸ‘πŸ‘πŸ‘.
Semoga menjadi amal jariah ya.Aamiin....

Tiga hari kemudian syaina punya ide, coklatnya dijual keliling ke anak-anak sekitar. Mi coklatnya dijual ya, biar tabunganku jadi banyak biar cepet ke ka'bah. Masya allah,  ok deh.....
Sebelum jualan kita bersepakat tentang harga. Syaina belajar tentang nilai uang, mental berjualan, usaha yang harus dilakukan jika punya mimpi.

Mulai beraksi jualan. Bawa wadah berisi coklat dan dompet kosong untuk wadah uang. Muter keliling rumah,  ternyata nggak ada anak-anak, lagi pada pergi.
Ada cerita lucu saat syaina jualan:
Saat syaina lagi jual keliling, pas bareng sama tukang jajan keliling.
Eh syaina ditawari sama penjual jajannya:
Penjual: Kamu nggak mau beli jajan? 
Syaina: aku aja jualan coklat belum laku.

Lah pas ada rombongan anak-anak datang, pada nyerbu beli coklatnya ketimbang beli jajan ke penjual kelilingnya.

Eh si penjual bilang, lah jajane aku jadi nggak ada yang beli. 

Emaknya ngakakπŸ˜†.
Ternyata syaina happy, seneng jualannya habis dan dapet uang,  nggak malu juga. Okay good job nak 😘.

Hasil jualan coklat



#PortofolioSyaina
#5y2m

Rabu, 04 September 2019

FSP camp 1441H KPK bersama keluarga travelschooler

Ada beberapa tahapan langkah yang kami lakukan dari merencanakan mimpi sampai tahap berserah diri padaNYA. 


Tahap pertama adalah dream it. Setelah mengevaluasi dan dokumentasi perjalanan FSP 1440H pra satu muharam 1440H. Tiba saatnya kami membuat rencana/mimpi baru yang dituangkan dalam FSP tahun 1441H.

Tema FSP tahun lalu adalah go challenge. Kami menantang diri untuk terus berjalan, bertumbuh menjadi lebih baik lewat tantangan-tantangan baru. 
Perjalanan FSP 1440H memberikan kami banyak pelajaran berharga yang menambah rasa syukur kami tiada henti. Lewat challenge baru, kami ditantang untuk keluar dari zona nyaman yang membuat kami statis. Kami butuh dinamika yang lebih menantang demi perbaikan keluarga menuju misi hidup. 

Setelah di FSP 1440H dievaluasi, kami memutuskan untuk melanjutkan beberapa project yang belum "rampung" di tahun lalu. Perlu eksekusi lanjutan menuntaskan project yang belum selesai. Karena memang durasi waktu untuk beberapa project lebih panjang (lebih dari satu tahun). Tahun ini kami mengambil tema MORE CONSISTENT AND GO CHALLENGE PART #2. Makna more consistent adalah keberhasilan eksekusi ditahun lalu perlu diapresiasi dan perlu dipertahankan untuk terus konsisten agar bisa menjadi habit baik keluarga. Sedangkan makna go ca hallenge part #2 adalah kami perlu challenge baru terutama pada project pengembangan bisnis, karena dengan tantangan kami merasa terus bersemangat mencoba hal baru dengan harapan kami terus bergerak dan bertumbuh.












Tahap kedua adalah share it. Agenda tahunan komunitas travelschooler adalah sharing FSP masing-masing keluarga. Lokasi sharing FSP tahun ini adalah camp di kaki gunung merbabu, di cuntel salatiga. Belum berangkat sudah membayangkan kerinduan camp, keseruan, kebahagiaan dan mata ini akan dimanjakan oleh pemandangan pegunungan yang indah. 
Tahap share ini bertujuan agar semakin banyak doa yang dilempar ke langit, semakin banyak keluarga dan semesta yang mengaminkan mimpi-mimpi yang sudah kita tuliskan. Kebanyakan keluarga yang hadir adalah dari luar kota, sehingga doa musafir adalah salah doa yang dikabulkan. Aamiin..... πŸ™






Selain share FSP masing-masing keluarga, ada berbagai acara lain misalnya acara khusus anak-anak yang dipandu oleh keluarga beniq. Anak-anak belajar komponen penyusun bumi yaitu air, tanah dan udara. Udara adalah hal abstrak yang mungkin belum bisa dibayangkan oleh anak tentang bentuk fisiknya. Sehingga keluarga beniq membantu anak-anak memvisualisasikan seperti apa itu udara agar mereka mampu merasakan keberadaan udara yaitu dengan cara membuat kincir angin bersama. Yeyeye.... anak-anak antusias dan bahagia.  Mereka langsung mencoba kincir angin buatannya, mencari sumber angin agar kincir angin bisa berputar. 



Malam hari ada acara bbq dan api unggun. Horey, hawa dingin pegunungan digantikan oleh hangatnya api unggun. Anak-anak antusias menanti api unggun, melihat bentuk fisiknya dan makan marshmallow, sosis, baso tusuk bersama. Bahagianyaaaa...... 😍.


Ada juga belajar bersama dengan mbak ririn (seseorang pakar pendidikan anak yang sedang menempuh pendidikan PHD di australia). Temanya adalah tentang makna belajar. Beliau menyampaikan analogi belajar seperti proses anak yang sedang belajar berjalan dan seorang pelancar. Bahwa belajar tak hanya sebatas fokus pada hasil akhir, bahwa belajar adalah sebuah proses yang menggerakan seluruh tubuh (tak hanya anggota tubuh yang bergerak tetapi termasuk didalamnya adalah akal,  fikiran, hati, lingkungan dan sumber daya,dll). Bahwa belajar adalah proses yang tak terprediksi dan tak terkontrol. Proses/laku ini lah yang akan  semakin memahamkan diri kita. Terimakasih mbak ririn sudah memahamkan kami tentang makna belajar dari sudut padang yang berbeda. 


Terimakasih keluarga rumahku surgaku dan nabla home team yang sudah memfasilitasi jalannya FSP camp tahun ini. Banyak inspirasi, ide baru dan ilmu yang kami dapatkan dari FSP camp kemarin.

Semoga FSP yang sudah kami tuliskan dan di share menjadi doa yang dikabulkan. Menuju tahap berikutnya yaitu do it, pray it dan istiqomah it. 


#PerjalananKPK
#FSP1441H
#FSPCamp
#Travelschoolerfamilies