Jumat, 25 Januari 2019

Aku ingin ke ka'bah

Hari ini saya menemani syaina ke salah satu bank syar'i untuk membuka rekening tabungan untuk syaina. Beberapa waktu lalu syaina mengungkapkan keinginannya untuk naik pesawat ke ka'bah. Masya allah keinginanmu sungguh mulia nak. Dan ini perlu ditindak lanjuti dengan serius. Bukan hal yang mustahil bahwa ketika anak-anak memiliki cita-cita maka kami orang tuanya menemani ananda berproses mewujudkan keinginannya. Kami tidak ingin menggantungkan keinginan anak pada keterbatasan kami. Anak-anak adalah milik Allah maka kami mencoba untuk berserah diri pada allah yang maha Kaya. Tugas kami adalah ikhtiar. Salah satu ikhtiarnya adalah menabung. 

Kami berusaha mengajak syaina menabung setiap ananda memiliki keinginan untuk membeli sesuatu yang ananda butuhkan bukan hanya sekedar ingin. Syaina sedang belajar menabung walaupun belum konsisten setiap hari. 

Syaina dibantu umi menghitung uang yang sudah ananda kumpulkan dicelengan "toples" dan terkumpul uang sekitar seratus lima puluh ribu rupiah. Syaina memilih untuk membuka tabungan di bank syar'i dipurwokerto. Proses registrasi berjalan. Syaina memberikan uang yang akan ditabung ke customer service. Setelah beberapa saat, buku tabungan jadi. Syaina terlihat bahagia melihat namanya tertulis di buku tabungannya.





Ikhtiar kami dimulai dari mengunjungi bank untuk mencari tahu apa persyaratan yang diperlukan, membuat buku tabungan, belajar konsisten menabung dan hal-hal apa yang harus dipersiapkan mulai dari sekarang.

Next day, umi mencoba membantu  menuangkan mimpi syaina dalam vision board.Tujuannya agar kami selalu ingat akan mimpi kami, menacap kuat dalam ingatan dan langkah kami.Sehingga harapan kami, suatu saat nanti Allah mengizinkan mimpi syaina terwujud. Aamiin....




Dalam vision board itu,umi menulis hal apa saja yang perlu dipersiapkan dan alasan mengapa syaina memiliki keinginan ke baitullah.
Kata syaina:
Aku ingin lihat ka'bah
Aku ingin naik pesawat
Aku ingin lihat masjid nabawi
Aku ingin lihat kuburannya rasulullah
Aku ingun lihat bukit safa & marwah dan minum air zam-zam.

Umi speachless, umi merinding dan mengaminkan setiap doa yang kau panjatkan nak. Semoga Allah memudahkan proses dan langkahmu ya nak. Aamiin....

Beberapa hari yang lalu saya mencoba memenuhi janji saya ke syaina untuk membuat replika kabah dan manasik haji/umrah. Yah, impiannya ingin melihat kabah, membuatnya sangat berghairah menagih janji uminya sebagai bentuk imajinasi mewujudkan mimpinya.

Awalnya mikir dulu mau bikin pakai apa ya replika kabahnya? Memanfaatkan apa yang ada dirumah dan tidak mengada-ada. Berusaha untuk tidak nyampah, bahan yang dipakai bisa di reuse kembali. Ada kardus, kerudung umi warna hitam sebagai simbol warna utama kabah dan pernak-pernik yang bisa dimanfaatkan untuk berkreasi membuat replika kabah. Kegiatan ini meningkatkan ICAN ananda. Intellectual curiosity naik, ngulik tentang:
Apa saja bagian kabah?
Kapan kabah didirikan?
Bagaimana sejarah kabah didirikan?
Siapa yang mendirikan kabah?
Bagaimana tatacara haji/umrah?
Dimana letak kabah?
Dll

Creative imajinationnya dan Art of discovery naik melalui kemampuan imajinasinya membuat kabah. Ananda memilih menggunakan jarum pentul untuk mengaitkan kain warna hitam (diimajinasikan sebagai kiswah) . Terlihat telaten banget saat mengerjakannya. Memakai pita warna kuning sebagai imajinasi tulisan ayat-ayat allah.
Selain membuat replika kabah. Syaina juga membuat karpet dimasjid nabawi. Ada sisa kain berwarna silver,ananda potong-potong menjadi beberapa bagian. Diatas kain tersebut ananda tambahkan renda bunga.
Saat ditanya,lagi buat apa nak? 
Buat karpet dimasjid nabawi. Ini ceritanya karpet bunga-bunga.
Masya allah imajinasimu😍.

Membuat miniatur kabah

Tak berhenti sampai disitu.Lanjut berbagi tugas, umi membuat imajinasi bukit safa marwah dan batu lempar jumroh.Simpel saja bukit safa marwah dibuat dari kardus dibentuk menyerupai bukit.Batu yang dipakai untuk melempar jumroh dibuat dari sisa kertas yang diremas-remas bersama. Seru.... 😍.

Syaina request membuat pesawat terbang. Waduh gimana ya caranya? AHA dikasih ide sama Allah, bikin kursi aja dari kardus seolah-olah sedang berada didalam pesawat. Hahahah. ..πŸ˜‚.

Sampai saatnya semua siap. Syaina tergopoh-gopong mengambil koper, mukena sebagai baju ihram dan beberapa baju miliknya. Ceritanya lagi packing persiapan berangkat ke mekah. Umipun diminta packing πŸ˜‚. Ada-ada saja idenya.Eh ada lagi idenya, katanya ceritanya kita jadi ibu dan bawa anak (boneka)πŸ˜†.Baiklah... Let's go! 



Next, kita menuju bandara dan naik pesawat (duduk diatas kardus πŸ˜‚) sambil mendengarkan lagu labaikallahuma labaik,berkisah tentang sejarah kabah, termasuk larangan menggunakan hp dalam pesawat. 

Akhirnya tiba dimekah. Kami lanjut ke hotel bersiap untuk memakai pakaian ihram (mukena) dan menjalankan proses umrah/haji berikut:
1. Tawaf di kabah. Berputar mengelilingi kabah 7x diawali dan diakhiri di hajar aswat (batu hitam dari syurga) sambil menyanyikan lagu labaikallah. Ananda berbinar sekali. 
2. Memegang batu hajar aswat seperti yang disunahkan rasulullah dan berdoa dimultazam. Umi menceritakan insya allah kalau kita berdoa dimultazam, minta apa saja ke allah akan dikabulkan. 
3. Shalat dua rakaat didekat makan nabi ibrahim a.s.
4. Foto didepan kabah πŸ˜‚.
5. Sa'i yaitu lari-lari 7x dibukit safa marwah. Diawali dari safa dan berakhir di marwah. Sambil mengingat kembali cerita bunda hajar dan bayi nabi ismail dibukit safa marwah dan keluarnya air zam-zam serta keistimewaan air zam-zam yang tak pernah habis memenuhi kebutuhan air untuk orang-orang yang sedang menunaikan ibadah umrah dan haji. Kami membawa tumbler berisi air minum seolah-olah air zam-zam.
Mi nanti kita bawa pulang air zam-zam yang banyak ya buat oleh-oleh pulang ke indonesia. 
6. Lanjut lempar jumrah dan tahalul. Seru berimajinasi melempar batu (bola kertas) ke dalam kardus sebagai simbol lempar jumroh. Saat tahalul kami praktek beneran memotong tiga helai rambut sepanjang ujung jari. Exceted baget!
7. Ke masjid nabawi. Shalat disana dan melihat makam rasulullah. 
8. Belanja beli oleh-oleh kurma dan air zam-zam.
9. Lihat unta, burung dan makan para sahabat nabi. 
10. Kembali naik pesawat pulang ke indonesia. 



#PortofolioSyaina
#4y6m

Rabu, 23 Januari 2019

Aku belajar menutup aurat (berjilbab)

Waktu perjalanan berangkat dari rumah ke wonogiri, syaina memakai kerudung tanpa dilepas. Wow keren banget, sebelumnya tak bertahan selama itu πŸ‘πŸ˜˜.Ghairahnya untuk menutup aurat dengan mengenakan kerudung sedang memuncak. Memang kami orang tuanya tidak pernah memaksanya untuk berkerudung sejak dini. Hanya saja saya uminya sebagai role model berusaha memberikan contoh dan sounding dengan ramah. 

Dan ternyata kata abi, saat syaina jalan-jalan selama uminya belajar sfhf,  syaina tetap memakai jilbab saat bepergian diwarnai dengan sesekali melepasnya. Wow keren.... 

Senin pagi, 21 Januari 2019 kami bersiap untuk kembali ke rumah setelah perjalanan belajar sfhf di salatiga 3 hari yang lalu. Saat itu saya dan syaina sudah menyiapkan baju ganti. Kami mandi bergantian. Syaina mandi lebih dulu dan saya setelahnya. Ghairah syaina yang sedang memuncak memakai jilbab membuat dirinya ingin mencoba memakai kerudung segitiga milik uminya yang sebenarnya sudah kotor. Syaina memang sudah bisa memakai jilbab segitiga tanpa berkaca, saya hamya diminta membantunya memasangkan peniti. Ciput uminya satu-satunya yang sudah disiapkanpun dipakai olehnya.Waktu itu saya hendak memakai phasmina yang memerlukan ciput.  
Lha ciput umi dipakai? 
Nanti umi pakai yang mana? (dengan nada agak kecewa,agak menekan dan muka datar). 

Ada perasaan kecewa dalam diri. Tapi saya berusaha untuk diam dan tak memaksanya untuk melepas ciput. 

Syaina meminta izin:
Syaina pinjem ciputnya umi, boleh?

Syaina mencoba menawarkan solusi.
Mi nanti umi pakai kerudungnya di slempangin dulu ke sini (maksudnya pundak seperti gaya ibu pejabat), buat sementara pas ambil ciput lagi di mobil.
Nah nanti syaina temenin, syaina bantu pegangin di mobil. Nah kan ada ciputnya,nanti umi pakai di mobil. Syaina dibelakang, umi di depan pakainya. 

Saya tetap diam agak kecewa dan masih muncul ego untuk tetap meminta ciput yang dipakai syaina. Dan masih beruntung saat itu saya tak mengeluarkan kata-kata tidak produktif untuknya.Sampai abinya selesai mandi, syaina bahkan meminta tolong pada abinya yang hendak ke mobil ambil celana.
Bi umi nggak ada ciputnya (ananda bermaksud minta tolong abi mengambilkan ciput untuk umi). 
Beberapa saat kemudian abi datang membawa ciput milik syaina. 
Saya coba pakai dan ternyata tidak nyaman karena kekecilan. Dan ego saya muncul lagi dengan nada dan ekspresi yang menunjukan kekecewaan berharap syaina mau tukeran ciput. 

Entahnya seketika saya tergerak ke mobil mengambil ciput saya yang lain di koper. Dan kembali ke kamar. 

Umi ada ciput lagi? Tuh kan ada. Ekspresinya seneng melihat uminya bersedia ambil dan pakai ciput lain. 

Suasana kembali cair. Syaina kembali meminta izin:
Mi syaina boleh pakai jilbab segitiga ini keluar dibawa jalan-jalan. 
Spontan saya jawab:Boleh....Dalam hati masih mengganjal,lha masa pergi pakai kerudung begitu mana pakainya dendek. Sifat perfect masih bergejolak. Tapi umi yang lagi belajar menurunkan ego dan sabar demi fitrah individu ananda tumbuh hebat. 

Kami melanjutkan rencana perjalanan.Dan syaina berhasil bertahan memakai jilbab selama perjalanan pulang jogja-purwokerto.Alhamdulillah yeyeyeyey😘.

Setelah saya renungkan dan flashback. Ada hikmah:
- Saya bersyukur saat ghairahnya memakai kerudung tak diterciderai oleh ego diri saya yang badmood saat ciputnya dipakai ananda. Bayangkan saja,jika saat itu saya tetap mempertahankan ego diri sampai ananda mengalah memberikan ciputnya. Apa yang terjadi? Mungkin ghairahnya memakai jilbab akan turun, imaji negatif tentang kerudung mungkin akan muncul dan fitrah individunya terciderai. Ya allah hamba bersyukur engkau menenangkan egoku dan mengintervensiku. 
- Syaina sudah sangat keren menawarkan problem solving ketika ciput saya dipakai ananda. Keren cara berpikirnya....Ini mengindikasikan art of discoverynya tumbuh. Memang masih menjadi  PR besar saya untuk bersabar dan menurunkan ego demi anak agar tak reaktif lagi dalam merespon sesuatu.
- Benar kata pak dodik gurunda saya, bahwa kita harus bisa melihat sisi positif anak terlebih dahulu dan mengapresiasinya. Tak buru-buru memberi feedback apalagi feedback negatif yang destruktif.
- Bahwa kami orang tuanya perlu bersabar seluas-luasnya untuk tidak menggegas anak. Kami hanya perlu menemani prosesnya dan terus bersabar. Bahwa buah tak selalu nampak sesuai yang kami harapkan waktu itu. Kami tak tahu kapan buah itu akan tumbuh merekah. Kami hanya perlu bersabar disetiap prosesnya. 







#PortofolioSyaina
#4y6m


Selasa, 22 Januari 2019

Aku bayar sendiri

Kemarin saat pulang menginap dari rumah bunda naura di sruwen, eyang uti dan bu dhe memberikan uang saku ke syaina. Syaina seneng banget dan disimpan di dompet kecilnya. Sejak saat itu syaina merasa banyak uang. Kemudian dia berpikir untuk membelanjakan semua uangnya.

Awalnya saat dijogja syaina membayar cilok dengan uangnya. Wow kami apresiasi atas inisiatifnya untuk mandiri membayar jajannya sendiri. 


Pas cilok sudah habis, syaina ingin membeli gelembung sabun mainan dan naik mobil ontel. 
Balon sabun berapaan mi? Saya bantu syaina mengidentifikasi mana kebutuhan dan mana keinginan. 
Umi tidak tahu berapa harganya. Nak gelembung balon kita bisa buat sendiri dirumah. Gampang bikinnya, besok kita coba bikin sendiri ya.....

Ya udah aku mau naek mobil ontel aja. 
Naik mobil ontel berapaan mi? 
Saya bantu mengidentifikasi lagi. Nak,syaina kan sudah pernah naek mobil ontel sama umi sama abi waktu itu.Sudah dua kali malah. 
Kalau mau naik mobil ontel kita butuh lima lembar uang 10.000 (uang yang tadi syaina pakai untuk bayar cilok).Banyak kan? Coba lihat didompet ada nggak uangnya? 
Ternyata cuma ada 2 lembar. Nggak cukup ya mi.... 

Terus syaina bilang, yuk beli kentang aja di McD?Nak tadi makan cilok habis nggak? Enggak kan...? Nah itu tandanya perut syaina sudah penuh, kira-kira kalau diisi kentang lagi muat nggak? 
Spontan syaina jawab?:apa-apa nggak boleh. Waduh sempet panik πŸ˜‚.
Kami pun membalas, kan masih bisa beli besok nak. 
Yuk kita pulang dulu ke hotel, kebetulan sudah magrib. 

Syaina masih membahas tentang keinginannya naik mobil ontel. 
Kami pun mencoba terus membangun komunikasi. 
Nak kan mobil ontel udah pernah, gimana kalau kita naik yang belum pernah? 
Oiya aku mau naik pesawat ke ka'bah. 
Kalau ke kabah berapa mi? Mahal ya? 
Menurut syaina mahal nggak? Kita harus naek pesawat kalau ke ka'bah soalnya jauh.Kita perlu banyak uang buat kesana. 
Ya udah uangnya mau syaina tabung buat ke ka'bah. Alhamdulillah, keren idenya nak πŸ‘.

Saat perjalanan pulang dari jogja pasca acara sfhf#3, kami berhenti sejenak untuk membeli donat. Pas masuk di outlet, ternyata donatnya habis dan kami harus menunggu sekitar 20menit untuk membeli donatnya. 

Celetuk si kecil: syaina aja ya yang bayarin donatnya. 
Huah uminya terharu, bahagia melihat reaksi si kecil. 

Menurut syaina,ketika ia mempunyai uang maka uang itu bisa dihabiskan untuk jajan. Oke kita belajar manajemen uang bareng ya nak. 

Saya mengingatkan dan memberi usul. Gimana kalau uangnya kita bagi-bagi dulu. 
Iya ada yang buat jajan dan ada yang buat ditabung ya mi. 

Pulang ke rumah ia sisihkan sebagian banyak uangnya untuk dimasukan ke celengan, sisanya ia masukan dompet untuk jajan. Alhamdulillah semoga allah terus membimbingmu ya nak dan senantiasa memberikan rezeki yang berkah.Aamiin....



#PortofolioSyaina
#4y6m

Jumat, 28 September 2018

Travel schooler families goes to Banyuwangi

Banyuwangi adalah kota tujuan pariwisata yang memiliki banyak pantai dan destinasi laiinya.Tanggal 8-11 september 2018,kami keluarga travel schooler berkunjung ke banyuwangi.Sejumlah persiapan dilakukan mulai dari memilih dan memilah tempat yang akan dikunjungi, mengatur agenda, menentukan alat transportasi, dll.Agenda utama kami adalah berbagi dengan lingkungan sekitar keluarga besar elfath terutama murid dan wali murid bimbel elfath, belajar dan share FSP jelang satu muharram, belajar bersama alam lewat  perjalanan ke beberapa tempat dibanyuwangi seperti pantai pulau merah, taman nasional baluran,rumah apung bangsring, belajar budaya suku oesing desa kemiren banyuwangi, dan melepas tukik di pantai cemara.

Pra tour banyuwangi,masing-masing keluarga mempersiapkan keperluan pribadi.Keluarga pelem kalih melakukan diskusi antar anggota keluarga tentang barang bawaan yang perlu dipersiapkan,moda transportasi yang dipilih,agenda dan rute perjalanan, lama waktu tour,dll.

Kami memutuskan untuk berangkat lebih awal tanggal 5 september  bersama keluarga beniq untuk berkunjung ke keluarga sopo ngiro di wonogiri.Agendanya adalah menjenguk dede una baby girls 3 bulan,berkunjung ke watu cenik dan berangkat bareng ke malang dan banyuwangi. Sesampainya diwonogiri tanggal 6 september dini hari.Di wonogiri kami berkunjung ke waduk gajah mungkur dan watu cenik.Destinasi yang menyuguhkan pemandangan indah.Kami pun sempat naik perahu berkeliling waduk gajah mungkur.Anak-anak sangat berbinar saat naek perahu,mencoba duduk di ujung depan perahu dan menyentuh air saat perahu berjalan.Di watu cenik terdapat batu besar yang diletakkan diatas bukit.Kami bisa melihat waduk gajah mungkur dari ketinggian.











Jum'at malam kami KSN,KPK dan keluarga beniq berangkat menuju stasiun solo balapan untuk menitipkan mobil dan berangkat menuju malang dengan menggunakan mobil elf. Distasiun kami bertemu keluarga fahrizal yang akan berangkat bareng kami. 

Sabtu pagi rombongan sampai di malang.Agenda di malang adalah berkunjung silaturahmi dan belajar zero waste ke rumah mbak dini dk. Belajar langsung dari maestro "sampah". Sesampainya di rumah mbak dini dk,kami disambut oleh radit dan keni yang sangat supple.Mereka mengambil peran sebagai among tamu,menjemput dan menyambut kami dengan ramah.Kami diajak masuk dan mereka mengambil beberapa mainan miliknya dan mengajak anak-anak main bersama.Sementara anak-anak bermain,kami orang dewasa langsung beranjak melihat sekitar dan seisi rumah.Kami berdialog dan melihat langsung tentang hal-hal terkait pengelolaan sampah.Rumahnya sangat rapi dan minim sekali sampah.Sangat sulit mencari plastik di rumah ini.Yang membuat saya kaget adalah jumlah sampah yang terkumpul dalam waktu dua minggu sangatlan sedikit.Bahkan mbak dini sudah beberapa bulan tidak pernah setor sampah ke TPA.Wow emejing.....😬.Berbeda dengan di rumah kami,mencari plastik bukanlah hal sulit dan masih menghasilkan sampah sedemikian mudahnya.









Mbak dini juga menggunakan ecoenzym untuk bebersih,membuang sisa tulang via biopori, membuat kompos homemade, cegah pilah dan olah sampah sesuai kategori, menggunakan wadah non sekali pakai untuk menyimpan bumbu dapur, dll.Rumah percontohan untuk pengelolaan sampah.


Bahkan putra putri mbak dini yang home schooling ini sangat mendukung ibunya dan ikut menggemakan semangat zero waste ke luar rumah.Mereka memiliki wadah untuk mengajak anak-anak belajar zero waste.Yups wadah tersebut mereka namakan Sahabat Alam Cilik.Kereeennnn....πŸ‘.Terimakasih mbak dini dan keluarga sudah memberikan kami kesempatan untuk menimba ilmu langsung ke rumah percomtohan sampah.πŸ™

Lanjut berangkat ke banyuwangi. Let's go.!
Berangkat ba'da dhuhur dari malang, sampai banyuwangi dini hari.Kami disambut oleh keluarga el fath dan keluarga gubug keikhlasan yang sampai lebih awal. Langsung goreng mendoan yang kami bawa. Ternyata pada syuka.😍
Beberapa ada yang bergadang sampai pagi termasuk anak-anak.

Hari pertama, pagi hari kami bersiap untuk berpetulang  ke pantai pulau merah. Beberapa naek mobil dan kami keluarga pelem kalih memilih naek motor sembari melihat pemandangan sepanjang perjalanan ke pantai. Perhatian syaina tertuju pada pura tempat ibadah agama hindu. Ananda bertanya:
Mi,aku pengen lihat orang hindu. 
Itu (pura) itu apa? 

Sepanjang perjalanan syaina selalu menanti pura, menanyakan pertanyaan diatas berkali-kali. Saya pun mencoba menjawab beberapa pertanyaannya diatas.

Sesampainya kami dipantai pulau merah, terutama anak-anak sangat antusias ingin langsung bermain di pantai. Subhanallah pantai pm ini sungguh indah, bersih dan perawan. Membuat kami nyaman,  betah berlama-lama disini. Syuka dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Pantai pm ini juga berpasir putih,airnya jernih dan tidak lengket seperti pantai pada umumnya. Yang menjadi ciri khas pantai ini adalah terdapat pulau ditengah laut yang konon tanahnya berwarna merah ditutupi oleh vegetasi hijau. Yups pulai ini bernama pulau merah. Membuat pantai ini makin cuantik. Tak mau ketinggalan untuk mengabadikan moment.

Pantai ini memiliki ombak yang indah. Banyak wisatawan asing yang berkunjung ke pantai ini untuk surfing.

Anak-anak bermain dengan ombak.Membuat permainan dari pasir seperti bangunan rumah, sumur, atau main gali dan kubur di dalam pasir. Happy banget😍😘.Selain itu pantai ini memiliki banyak biota laut yang cantik. Kami menemukan dan mengumpulkan beberapa terumbu karang dan kerang yang terbawa ombak ke tepi pantai.Kami pun menemukan ganggang merah atau hijau. Dari pagi sampai dhuhur, anak-anak tak kenal lelah dan bosan. Bahkan syaina sudah terlihat kedinginan dan gemetar. Akhirnya kami istirahat untuk makan siang dan shalat. Menikmati makan siang bersama dipinggir pantai,wow enak. πŸ˜†










Disela-sela makan siang, terlintas ide dadakan yang cukup nekad tanpa persiapan sebelumnya. Yups camp di pantai. WkwkwkwkπŸ˜‚.Dan semua orang setuju dengan ide ini. Yeyeyeye seru.....

After lunch, lanjut untuk main lagi dipantai. Saat itu air laut sudah mulai surut. Kami takjub dengan beberapa temuan kami. Wow kali pertama kami melihat langsung dan mengamati hewan-hewan laut seperti bintang laut, siput laut, lintah laut, cacing laut, ikan kecil,lobster.Subhanallah semakin terpesona dengan ciptaanNYA.


Kami mencoba untuk menyebrang dengan berjalan kami melihat pulau merah lebih dekat. Saat perjalanan kami harus berhati-hati melewati batu dan terumbu karang yang tajam. Kami pun harus jeli melihat kemungkinan adanya bulu babi. Dan kamipun menjumpai bulu babi.Untung kami sudah waspada memakai sandal. Kesempatan untuk menjadi bahan belajar anak-anak.Mereka melihat langsung wujud bulu babi, bagaimana ia bergerak, warnanya, kenapa kita tidak boleh menginjaknya dll. Sesampainya di dekat pulau merah, kamipun berfoto bersama.

Waktu menunjukkan akan masuk ashar. Kami bebersih untuk pulang ke rumah keluarga elfath untuk sesi berbagi bersama anak-anak bimbel elfath dan bersiap camp di pantai pm.

Keluarga fahrizal berbagi dengan anak-anak bimbel elfath usia smp/sma tentang tallent maping. Sementara kelaurga lain bersiap untuk camp dipantai.Tak berapa lama keluarga doyan dolan hadir. Semakin semangat dan bahagia.Keluarga ini memang menjadi sesepuh,teladan,orang tua, dll disetiap perjalanan kami.

Kira-kira ba'da magrib kami berangkat menuju pantai pm untuk camp disana. Sesampainya disana, disambut oleh gelapnya malam dan suara deburan ombak. Kami menuju mushola terdekat dan bermalam disana. Bapak-bapak mendirikan tenda dan siap siaga menjaga kami para wanita dan anak-anak.

Oiya kami kedatangan keluarga baru lho asal banyuwangi. Keluarga mbak indah dan mas doni.Mereka berkenalan dan berbagi permainan yang keren. Tiap keluarga dibagi satu per satu.Terimakasih mbak indah.Namanya patheng dudu.Berasal dari kata patheng yang artinya tekun. Permainan ini berupa balok kayu yang bentuknya tak simetris dan tak sama besar antar balok. Penasaran, kami pun langsung mencoba permainan khas suku oesing,suku asli banyiwangi. Permainan ini melatih fokus, strategi, kesabaran, ketekunan, pantang menyerah, kreatifitas. Satu kotak berisi 7 balok kayu asimetris. Siapa yang bisa menyusun 7 balok secara vertikal maka dialah juaranya. Yeyeyeye seru......



Semakin malam, beberapa anak-anak dan oramg dewasa tertidur. Beberapa orang dewasa lanjut tacit.Nah moment ini yang selalu kami tunggu setiap perjalanan TSF. waktu dimana kami ngobrol dari hati ke hati, curhat terkait tantangan yang kita hadapi, belajar dan sharing antar individu. Keren lah, menyatu dan membuat kami kenal lebih dekat. Nggak ada habisnya,ada saja bahan obrolannya. Ngangenin!

Ba'da subuh kami menyambut sunrise dipantai. Seger dan indah. Lanjut kami pulang ke rumah elfath dan bersiap untuk sesi berbagi keluarga doyan dolan kepada wali murid bimbel elfath tentang "A" Home team.

Hari kedua,siang hari kami bersiap menuju taman nasional.Lama perjalanan kurang lebih 3 jam. Berangkat siang hari sampai dibaluran (savana bekol) magrib. Kami disambut dengan takjubnya hutan yang luas,mulai muncul beberapa hewan penghuni hutan seperti monyet dan ayam hutan. Anak-anak pun selalu menanti kemunculan hewan-hewan tersebut. Setelah perjalanan panjang melewati hutan, tiba kami di penginapan ditengah hutan dengan pemandangan savana bekol yang luas. Masya allah, terkagum-kagum dengan ciptaanNYA. Kami disambut oleh banyaknya monyet. Ada rasa takut saat akan keluar dari mobil, selain disambut monyet, suasanapun hening dan gelap ditengah hutan. Kami harus waspada terhadap barang bawaan kami, monyet-monyet mengintai/kepo dengan barang bawaan kami seperti kresek.Pembelajaran untuk anak-anak agar tetap waspada dan tidak takut berlebihan karena ada Allah yang menjaga kami.

Penginapan kami terletak ditengah hutan, pertama kali kami akan mendapat pengalaman berharga menginap ditengah hutan. Penginapannya unik, terdiri dari dua lantai. Lantai kedua ditutup oleh jeruji anyaman besi agar kami bisa melihat hamparan savana bekol yang luas. Kami disambut oleh petugas yang berjaga disavana. Petugas memberikan informasi terkait hal-hal yang boleh dan tidak boleh kami lakukan selama menginap, menjelaskan destinasi apa saja yang bisa kami nikmati selama di savana bekol. Petugas juga menjelaskan kalau malam hari genset akan dimatikan oleh petugas. Dan yang paling penting adalah, selalu menutup rapat pintu dan jendela agar monyet-monyet tidak masuk ke penginapan.

Kami bersiap untuk makan malam dan persentasi FSP yang menjadi agenda utama perjalanan kami. Diawaliboleh keluarga doyan dolan yang mempresentasikan sekilas materi tentang membuat FSP dan share FSP keluarga doyan dolan yang keren. Dilanjutkan masing-masing anggota keluarga mempresentasikan FSP ditengah hutan yang hening ditemani oleh hembusan angin malam. Kami saling menyemangati, belanja ide dan gagasan. Keren-keren FSPnya πŸ‘.Keluarga pelem kalih pun mendapat giliran persentasi. Kali pertama harus persentasi di depan keluarga travel schooler. Tak disangka mendapatkan respon positif yang membuat KPK semakin semangat untuk eksekusi. Ditutup oleh persentasi keluarga baru kami, micel, mbak indah dan mas doni. Persentasi keluarga ini luar biasa tentang perjalanan hijrah mas doni yang lahir di lingkungan dan keluarga pendeta menjadi mualaf.Masya allah...... Pelajaran berharga bagi kami.

Malam semakin larut, kami ibu-ibu mulai bersiap tidur.Kami berencana bangun sebelum subuh untuk melihat sunrise yang indah.Tapi ternyata akses jalan menuju tempat melihat sunrise sedang dalam proses perbaikan sehingga kami gagal untuk melihatnya.

Tak perlu sedih, matahari mulai muncul. Wah suasana pagi yang keren, sejuk, hening dan disuguhkan dengan hamparan savana yang luas nan indah. Kami tak mau melewatkan moment untuk mengabadikan foto. Menurut petugas savana, ketika musim hujan savana ini dipenuhi oleh hamparan rumput yang hijau lebat. Saat kami berkunjung sedang musim kemarau sehingga savana tak begitu hijau, pohon-pohon menggugurkan daunnya sehingga nampak sedang di musim gugur. Tetap saja membuat kami terkagum-kagum dengan ciptaanNYA.










Anak-anak belajar melalui perjalanan. Syaina melihat apa itu savana (padang rumput yang luas),apa saja yang ananda jumpai disavana termasuk hewan yang muncul disavana, bagaimana cara mereka bertahan hidup, batas akses kita melihat hewan disavana, dll. Anak-anak bahagia dan tertarik memperhatikan tingkah laku para hewan yang dijumpai. Kami tidak boleh masuk ke savana sampai batas yang ditetapkan, karena jumlah hewan yang datang ke savana terlalu banyak sehingga dikhawatirkan akan mengancam keselamatan dan keamanan kami para pengunjung.

Setelah matahari terbit, kami melihat hewan hutan mulai bermunculan dari hutan menuju savana untuk mencari makan dan minum. Masya allah. . .
Ada sekelompok monyet, burung merak, rusa.Mereka datang dengan kelompoknya masing-masing. Kami melihat seekor rusa dengan tanduk bercabangnya gagah dan berwibawa memimpin pasukannya menuju savana. Sayang kami tidak melihat kerbau hutan dan banteng hutan. Betapa luar biasa karya sang maha pencipta. Ada hikmah besar bahwa allah telah menciptakan hutan dan savana yang luas sebagai tempat tinggal makhluk ciptaannya, tugas kami para manusia adalah menjaga kelestariaannya agar tetap terjaga. Bukan sebaliknya merusak hutan yang menyebabkan rusaknya tempat tinggal hewan penghuninya.




Selasa, 25 September 2018

Family strategic planning "Keluarga Pelem Kalih (KPK)" Tahun 1440 H

Ini adalah kali kedua kami membuat family strategic planning.Sebelum kami mengikuti workshop family strategic planning (FSP),diawal tahun 2018,kami mencoba membuat planning kegiatan keluarga ditulis manual dalam sebuah buku agenda keluarga.Kami mendiskusikan tentang hal-hal baik apa yang akan direncanakan dan dilakukan beberapa tahun ke depan.Setahap demi setahap rencana tersebut dieksekusi,dalam rangka terus memantaskan diri menuju "A" home team. Tentu tidak semua rencana terealisasi,ada yang lancar dan ada yang pending.Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi.Apa yang sudah sukses dicapai diapresiasi agar terus meningkatkan semangat.Yang terpending mulai digali kembali untuk dilanjutkan di next FSP tahunan atau di cut off untuk ganti strategi.Menggali insight learning dalam setiap kejadian.

Beberapa pekan lalu, kami bersama teman-teman travel schooler families merancang agenda travelschooling ke banyuwangi dengan agenda utama share FSP masing-masing keluarga dan exsplore beberapa destinasi di banyuwangi.Tanggal 8-11 september 2018 kami eksekusi rencana tersebut. Moment share FSP ini bertepatan dengan jelang pergantian tahun baru islam, 1 muharram yang jatuh pada tanggal 11 september 2018.

Sebelum share FSP masing-masing keluarga di banyuwangi.Kami keluarga pelem kalih,melakukan beberapa persiapan untuk membuat FSP setahun kedepan.Mulai dari mengikuti workshop FSP pertama kali dijogja 26 agustus 2016 dan workshop FSP di purwokerto 2 september 2018.Terimakasih untuk emak dan bapak yang tiada henti membimbing dan berbagi ilmu kepada kami.Jazakumullah khair katsirπŸ™πŸ˜Š.

Setelah mengikuti dua kali workshop FSP tersebut,kami mulai ngobrol serius di family forum keluarga untuk membuat FSP setahun kedepan.Masing-masing anggota keluarga menyampaikan apa-apa yang ingin diraih dan dilakukan setahun kedepan.Bagi kami ngobrol di family forum adalah kebutuhan untuk menyamakan suhu keluarga sehingga kami berharap akan memudahkan langkah kami saat eksekusi project.

Dari kegiatan ngobrol bareng,kami mendapat beberapa catatan kasar/oret-oretan untuk di percantik dalam bentuk tulisan/gambar agar menambah semangat eksekusi.Kami tulis di slide power point untuk di share dibanyuwangi.Kami juga membuat kreasi tulisan FSP untuk diprint out dan di tempel di kamar agar eye cathing,memacu semangat dan mempermudah saat ada penambahan ide,monitoring dan evaluasi.

Kami berbagi peran dalam merancang FSP keluarga.Masing-masing peran disesuaikan dengan kekuatan kami masing-masing:
1.Abi sebagai leader keluarga,menyampaikan visi dan misi keluarga dalam bentuk cerita,eksekutor project,humas.

2.Umi sebagai sekertaris,menager keuangan,mendesain dan konseptor project,duta ilmu,presentator.

3.Syaina sebagai tim hore, duta doa dan membantu dalam action project.

Taman Nasional Baluran menjadi saksi bagi travel schooler families saat persentasi FSP.Malam hari ditengah hutan dan savana yang hening,kami mempresentasikan FSP masing-masing keluarga.Diawali oleh keluarga doyan dolan yang menjelaskan point-point dalam menyusun FSP dan mempersentasikan FSP keluarganya.Salah satu keluarga yang menjadi inspirator bagi kami sekaligus sebagai pembimbing/panutan bagi kami keluarga-keluarga newbie.hehehe....πŸ˜‰.
Keluarga doyan dolan selalu keeereeennnn dalam konsep dan eksekusi FSP.Tidak perlu diragukan lagi.TOP tenanπŸ‘πŸ‘πŸ‘

Lanjut satu per satu keluarga lain maju bergantian.Semakin terpukau sekaligus grogi dengan persentasi keluarga keren lainnya.Ada keluarga sopo ngiro,keluarga fahrizal,keluarga beniq,keluarga elfath, keluarga gubug keikhlasan dan keluarga mas doni dan mbak indah (keluarga baru kami asal banyuwangi).

Saat tiba giliran keluarga pelem kalih yang maju, antara grogi dan dibawa pede aja.Lebih ke cerita/curhat bukan persentasi supaya lebih enjoy dan menikmati πŸ˜†.Kali pertama kami persentasi di depan keluarga travel shooler.

Umi sebagai persentator,menceritakan satu per satu slide yang telah dibuat.Mulai dari misi keluarga,core value,tujuan dan target,starting point (kekuatan keluarga),golden rules,bekal dan support system dan action plan.Tema tahun ini adalah go challenge.Ada yel yelnya lho......😍

Go challenge
Go chellenge
Go....

Syaina 4y putri kami senang sekali nyanyi yel-yel tersebut.Kemarin saat persentasi FSP di baluran sudah direncanakan untuk tampil tapi ternyata syaina tertidur sebelum kami maju persentasi.Tapi nggak papa,yang penting syaina semangat terus menyanyikan yel yel ini sebagai penyemangat project keluarga.Yeyeyeye.....😘😍

Tak menyangka respon baik sebagai bentuk kasih sayang dari temen-temen atas persentasi kami.Menjadi mood boster dan high energy bagi KPK.Maturnuwun...πŸ™πŸ˜Š

Berikut beberapa slide FSP keluarga pelem kalih:















Moment persentasi FSP di baluran menjadi salah satu moment yang dinanti.Karena kami akan saling belajar,belanja gagasan,saling support,saling menginspirasi,menambah keakraban dan saling mengenal lebih jauh.Moment yang tak terlupakan....Terimakasih travel schooler families sekaligus keluarga perak yang selalu menjadi teman perjalanan keluarga pelem kalih dalam berproses dan selalu menginspirasi keluarga kami.K E R E N........πŸ˜ŠπŸ™.

Membanggakan....πŸ‘πŸ‘πŸ‘
Apik tenan .....πŸ‘πŸ‘πŸ‘
Rancakbana .....πŸ‘πŸ‘πŸ‘
Yeeeeee......





#PerjalananKPK
#FSPKPK
#1440H
#Gochallenge