Senin, 27 Januari 2020

Ini makananku (kelas ulat-ulat #2)

Setelah membuat mind miping di tahap telur-telur. Saya mengambil satu topik yang perlu saya pelajari dan praktekan terlebih dahulu yaitu manajemen emosi. 
Pada tahap pertama ulat-ulat saya mencoba mencari dan menuliskan sumber ilmu terkait manajemen emosi. Menemukan satu sumber ilmu yang menjadi makanan pertama saya. 
Sampai pada tahap kedua kelas ulat-ulat, saya diajak memasuki the jugle of knowlardge. Disitu saya mulai mencari daun-daun makananku yang cocok berkaitan dengan topik manajemen emosi.

Saya menemukan beberapa daun yang sejenis sebagai makanan yang enak yang dibawa oleh temen-temen di kelas bunda cekatan. Mencoba memakan,mencerna perlahan-lahan sebelum dipraktekan. 



Berikut makanan yang saya temukan di the jungle of knowlardge:
1. https://drive.google.com/file/d/14AcDXY9DYHRE31KI7rVtgnXiUnssi8ZH/view

2. https://www.instagram.com/tv/B7sZ1MNAxKl/?igshid=18uc07b7qnm3l

3. https://m.youtube.com/watch?v=IrUbBQFx-G8&feature=youtu.be

4. https://m.youtube.com/watch?v=gwwUDTazS5A&feature=youtu.be

5. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2622502437798902&id=100001175146181

6. https://m.youtube.com/watch?v=aeVcvGDAY9g&feature=youtu.be

7.https://drive.google.com/file/d/1f9ISj9DJy-s8AV0S_Epv37Vl4_RoN7qm/view

8.https://m.youtube.com/watch?v=bytV3eUlnME&feature=youtu.be



#bundacekatan
#thejungleofknowlarge
#ibuprofesional
#kelasulatulat

Selasa, 21 Januari 2020

Selasa, 07 Januari 2020

Telur orange, menentukan cara belajarku

Di minggu ke tiga saatnya menentukan ilmu apa saja yang mendukung ketrampilan pada telur merah minggu lalu.




1. Menentukan tujuan belajar "strong why"
Prioritas ketrampilan yang saya pilih dari 5 telur merah minggu lalu adalah ketrampilan managemen emosi.Karena ketidaktrampilan saya dalam mengelola emosi dan fakirnya ilmu tentang manajemen emosi membuat saya merasa mengganggu aktivitas yang saya suka dan bisa. Seringkali ketidakmampuan saya memanajemen emosi membuat bad mood seharian sehingga menggangu kebahagiaan saya dan keluarga. Maka ketrampilan manajemen emosi menjadi prioritas pertama saya. Tujuannya adalah agar saya mampu mengelola emosi saya sehingga tidak meledak-ledak, mampu memberikan respon yang pas terhadap situasi/tantangan yang dihadapi sehari-hari sehingga tidak mengganggu kebahagiaan saya, perlu menjadi ibu yang mampu waras setiap hari. 

2. Ilmu yang saya perlukan
Ilmu yang saya perlukan untuk mencapai tujuan adalah 
- bagaimana mengelola emosi
- bagaimana meningkatkan dan melatih kecerdasan emosi
- bagaimana meningkatkan dan melatih kecerdasan spiritual. 

3. Sumber ilmu
Belajar dari berbagai sumber ilmu baik online maupun offline, buku,  maestro,  pengalaman, komunitas, seminar/workshop dll.

4.  Menentukan cara belajar yang gue banget.
Saya tipe visual auditory, akan lebih mudah belajar ketika bertatap muka langsung dengan maestro, lebih berdampak dan feelnya dapat. Kemudian akan memperkuat dengan sumber ilmu lain seperti membaca buku/sumber online.Lalu menentukan action plan dalam bentuk tulisan yang eye catching plus di tempel di area yang mudah saya lihat/baca dan tahap terakhir adalah do action plan.


#Bundacekatan
#Batch1
#Telurorange

Senin, 23 Desember 2019

Menemukan terampilku

Setelah tahap satu minggu lalu menentukan lima aktivitas suka dan bisa di telur hijau maka minggu ini, kami di ajak bermain mencari telur merah yang merupakan ketrampilan yang diperlukan untuk mendukung aktivitas suka dan bisa/telur hijau. 





Tahap memilih telur merah:
1. Membuat list jenis ketrampilan yang dibutuhkan untuk membuat aktivitas di telur hijau tetap berjalan bahagia dan manfaat.


2. Memilih lima ketrampilan yang penting dan mendesak yang perlu di cari ilmunya agar tidak mengganggu kebahagiaan aktivitas suka dan bisa. 


Akhirnya menemukan lima telur merah pada kuadran penting dan mendesak, yaitu

  • Ketrampilan manajemen waktu
  • Ketrampilan menentukan skala prioritasj
  • Ketrampilan mengelola emosi/komflik
  • Ketrampilan komunikasi produktif
  • Ketrampilan mengurus baby


#Bundacekatan
#Temukanterampilku
#Telurmerah

Aku berani naik kuda sendiri

Dua hari lalu tanggal 18 dan 19 desember 2019, saat uminya belajar bersama team apotek. Syaina dan abi belajar mandiri.    Syaina memilih berkuda lagi di johnsto. Sebulan yang lalu,kami bertiga berkunjung ke tempat yang sama, memperkaya gagasan tentang berkuda salah satu olahraga rasulullah.

Masih proses adaptasi, syaina masih takut mendekat pada kuda, masih tahap observasi memastikan apa yang ada didekatnya aman. Syaina masih belum berani memberi makan sendiri kepada kuda yang ada. Saat abinya naik kuda, syaina ragu antara ikut naik atau tidak. Akhirnya syaina ikut naik kuda besar bersama abi. Ekspresinya masih tegang sambil merasakan sensani naik kuda langsung.

Bulan desember, atas permintaannya sendiri. Syaina minta kembali belajar berkuda. Saat sebelumnya berkata: umi dan abi syaina mau belajar berkuda, syaina mau naik kuda sendiri, kuda yang kecil. Syaina berani? Tanya umi.  Aku berani mi (teringat cerita di buku hallo balita "aku anak pemberani").

Tanggal 18 Desember, syaina ke johnsto untuk kembali belajar berkuda. Umi dapat cerita dari abi dan syaina. Kalau syaina sudah berani naik kuda sendiri walaupun awalnya takut,  akhirnya syaina berhasil mengalahkan rasa takut dan berdamai merasakan sensasi berkuda dengan tenang. Alhamdulillah.... Syaina juga sudah berani memberi makan kuda. Yeyeyeye.....

Saat bertemu dengan uminya selesai acara workshop. Syaina langsung bercerita tentang keberaniannya bisa naik kuda sendiri dan berani memberi makan kuda.

Esok harinya memgajak umi ke johnsto lagi dan meminta umi melihat langsung bagaimana ananda berani naik kuda sendiri dan memberi makan kuda. Rasa percaya dirinya naik. 








Sabtu, 21 Desember 2019

Syaina 5y4m, anak sholehah yang rajin bantu umi. Saat tahu uminya hamil dan kelelahan, anak ini sigap sekali membantu uminya. 
Mengambilkan obat jika mau habis
Mengambilkan obat dan air minum jika akan minum. 
Membantu umi mengerjakan pekerjaan sehari-hari seperti mengepel, menyapu. 
Memijat bagian tubuh umi ketika umi merasakan keluhan dibagian tubuh tertentu. 
Paham dan tidak mengajak uminya main saat uminya lelah/sakit.
Menemani uminya kontrol ke dokter untuk melihat kondisi kesehatan dan tumbuh kembang calon adiknya. 
Mendoakan umi dan adiknya agar selalu diberi sehat, persalinannya lancar dan umi nggak kesakitan. 
Membantu umi membereskan keperluan untuk adeknya kelak. 
Membantu mengusulkan nama yang baik untuk adeknya. 
Mengelus, mencium dan menunjukkan kasih sayang seorang kakak ke adeknya. 
Masih banyak hal lain yang ananda lakukan untuk umi dan calon adeknya. 

Masya allah, nikmat allah mana yang kami dustakan? Diberi anak yang sholehah lebih berharga bahkan tak ternilai harganya dibandingkan diberi harta yang melimpah. 

Semoga allah selalu memampukan kami orang tuanya untuk terus membersamai anak-anak kami, menjaga titipanmu sebaik-baiknya, menumbuhkan dan merawat fitrahnya.Sesungguhnya hanya Allah yang maha mendidik. 
Ampuni kehilafan kami, kefakiran kami selama membersamai titipanMU. Aamiin....

Membantu umi mengepel lantai




Ikut umi belajar kelas MPASI