Selasa, 03 September 2019

Proses belajar mengenal angka dan huruf

Tak berlaku kaidah makin cepat, makin baik. Begitu juga dalam proses belajar syaina mengenal angka dan huruf. Tak ada target untuk sedini mungkin bisa calistung. Karena secata teori parenring dan psikologis. Usia yang paling siap bagi anak belajar calistung adalah saat mumayiz, bersamaan dengan perintah sholat yang diperintahkan allah yaitu saat anak usia 7 tahun. 

Beberapa bulan menjelang usia lima tahun syaina mulai tertarik berhitung 1-10 dan mengenal simbol angka tersebut. Lambat laun syaina mulai tertarik menuliskan simbol angka tersebut dibuku. Berperan seolah-olah sedang sekolah formal, ada guru dan ada murid. Hahahahaha ada ada saja idenya, terinspirasi dari temannya yang sekolah formal. Umi/abi sebagai guru menuliskan simbol angka 1-10, kemudian syaina mencoba menulis simbol angka sesuai contoh yang ada. Terkadang umi dan abi diminta menulis simbol angka dalam bentuk dot to dot, syaina yang menghubungkan dot to dot membentuk sebuah angka. 




Perkembangan terakhirnya kemarin tanggal 2 september 2019 syaina bisa menulis beberapa angka misalnya angka dua, lima, satu, nol secara langsung. Begitu juga dengan proses belajarnya mengenal dan menulis beberapa simbol alfabeth. Mulai bisa menuliskan beberapa huruf alfabeth tanpa bantuan dot to dot.

Proses ini berjalan alamiah sesuai keinginanya. Bisa menulis/membaca sebelum tujuh tahun itu bonus, tetapi yang terpenting adalah syaina melewatinya dengan bahagia tanpa paksaan/digegas apalagi trauma karena target. Belum bisapun tak masalah bagi kami, karena setiap anak memiliki waktu "bisanya" masing-masing, tetap optimis bisa dan rileks. Karena belajar itu tak melulu tentang hasil akhir, belajar itu sebuah proses dan biarkan proses/laku itu yang akan memahamkannya. Fokus pada proses dan ghairah mengapa menulis dan membaca itu merasa ia butuhkan. Tak sekedar "bisa membaca/menulis" tetapi  setelah ananda bisa membaca/menulis, tak ada satupun buku yang ananda baca/tak ada satupun karya buku yanga ananda tulis. Yang lebih penting adalah syaina suka membaca buku dan bisa menghasilkan karya lewat menulis sepanjang hidup.Aamiin....


#PortofolioSyaina
#5y1m

Projek Lomba Agustusan bersama KPK

Rabu, 14 Agustus 2019 eksekusi project syaina dalam rangka ikut memeriahkan HUT RI ke 74.
Gagasan project membuat lomba untuk anak-anak tercetus sudah lama. Beberapa proses terlewati mulai dari gagasan sampai eksekusi.
1. Family forum, berdiskusi lomba apa yang mau dipilih?
2. Apa hadiahnya?
3. Dimana tempat lombanya?
4. Apa saja alat dan bahan yang harus disiapkan?
5. Berapa pesertanya? Siapa saja yang akan ikut lomba?
6. Bagaimana cara mengumumkan ke anak-anak?
7. Kapan waktu pelaksanaannya?

Setelah berdiskusi menentukan hal-hal tersebut,  kami mulai menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.  Kami memilih lomba makan kerupuk dan lomba balap kelereng. 

Tahap pertama kami belanja hadiah lombanya. Syaina memilih paket jajan sebagai hadiah untuk anak-anak. Berusaha memfasilitasi syaina saat memilih jajan, saya hanya memberi masukan untuk memilih jajan yang sehat. Syaina mengambil jajan dan menghitung sesuai jumlah peserta lomba. Pada proses ini, syaina belajar menentukan pilihan. 

Sepulang membeli jajan untuk hadiah. Kami berdiskusi bagaimana cara membungkus jajan tersebut agar tidak menghasilkan sampah baru. Kami memutuskan membungkus jajan tersebut dengan kertas kado dan di streples tanpa isolasi dan plastik. Pada tahap ini,syaina belajar mencari solusi kreatif dan motorik halus memasukan jajan ke dalam kertas kado dan mensteplesnya. 

Setelah hadiah siap, kami mencari kerupuk sebagai bahan utama lomba makan kerupuk dan menyiapkan kelerang untuk lomba balap kelereng. Syaina bertugas mengajak teman-temannya untuk ikut lomba. Antusias banget saat harus pergi dari rumah ke rumah untuk mengajak lomba bersama. Syaina selalu antusias jika main bersama teman-temannya. Abi bertugas menyiapkan pra persiapan lomba. 

Lomba pertama adalah lomba makan kerupuk. Abi mengikat kerupuk dan menggatungkan ke tali. Mengukur tinggi tali disesuaikan dengan tinggi masing-masing anak. Kali ini kami memilih cara yang berbeda dalam lomba makan kerupuk. Jika biasanya lomba makan kerupuk adalah dengan cara berdiri. Hal ini tak sesuai dengan value keluarga yang sedang ditanamkan ke  syaina. Bahwa adab makan salah satunya adalah duduk. Akhirnya kami berdiskusi dengan syaina, bagaimana jika lomba makan kerupuk sambil duduk. Pada tahap ini,syaina belajar adab makan dan mencari solusi baru yang beradab.

Lomba makan kerupuk pun dimulai. Sebelum lomba, umi menyampaikan peraturan lomba. Pada tahap ini, syaina dan anak-anak belajar mendengar instruksi, mematuhi peraturannya, belajar bersabar memakan kerupuk setahap demi setahap melalui perjuangan dan belajar tidak curang demi kompetisi. Lomba ini mengundang gelak tawa, karena anak-anak sama-sama berjuang untuk bisa memakan kerupuk. Ada proses yang patut diapresiasi, bukan hasil akhir siapa yang menang dalam menghabiskan kerupuk terlebih dahulu tetapi semua anak adalah pemenang, karena mereka sama-sama pejuang yang gigih dalam proses lomba ini, pemenang dalam self control untuk tidak curang demi kemenangan, dan pemenang karena mereka makan dengan beradab. Karena perjuangan mereka yang keren itu, semuanya adalah pemenang dan  berhak mendapatkan hadiah. Yeyeyeye kalian keren..... 

Lanjut lomba kedua yaitu lomba balap kelereng dengan mulut. Tampak seperti lomba pada umumnya. Anak-anak belajar keseimbangan saat membawa kelereng dari garia awal ke garis finish, belajar bersabar, belajar mengontrol diri, dan fokus. 

Semua bahagia menikmati proses lomba. Yeyeyeye project syaina berhasil membuatnya dan teman-temannya bahagia. 
Hadiahpun dibagi, anak-anak belajar berterima kasih ketika mendapat hadiah. Dan makan jajan bersama, anak-anak belajar untuk buang sampah pada tempatnya dan makan dengan adab.



#Portofoliosyaina
#5y
#ProjekKPK
#Lomba17Agustus

Rabu, 07 Agustus 2019

Amanah Kedua

Setelah lebaran idul fitri,  tanggal 8 -12 juni 2019 masa pms terakhirku sebelum aku tahu bahwa diriku positif hamil. 

Pertengahan bulan juli, aku belum mengalami pms. Tanda-tanda pms sudah muncul seperti nyeri payudara dan pinggang. Ternyata itu bukan tanda pms tetapi tanda awal kehamilan yang memang mirip dengan tanda pms. Sampai akhirnya aku test pack manual pada tanggal 18 Juli 2019. Hasilnya surprise banget, positif.... alhamdulillah aku mendapat amanah kembali untuk mengandung anak kedua kami. Langsung aku laporkan ke suami, hasil positif test pack pertamaku. Berpelukan....

Abi memberitahukan kabar gembira ini kepada syaina.Reaksi syaina sangat bahagia, bahkan dia menyampaikan kabar bahagia ini kepada hampir semua orang yang ananda temui. 
Umi lagi hamil...
Aku mau jadi kakak...
Panggil aku kakak syaina... 

Sesekali dia mencium perutku. Syaina menunjukkan sifat kasih sayang dan perhatian yang lebih besar kepada uminya. Membuatkan umi susu, melindungi umi dan dede bayi, masya allah terimakasih semoga allah membalas kebaikanmu ya nak... Umi sayang banget sama syaina 😘.

Hari berikutnya kami aku coba test pack lagi untuk lebih meyakinkan kami. Saya pakai test pack dengan harga yang lebih bagus. Dan hasilnya sama, positif dengan dua strip yang lebih jelas dari kemarin.


Akhirnya tanggal 19 Juli 2019, kami memutuskan untuk memeriksakan ke dokter obgyn langgangan kami. Kami mengajak syaina. Selain untuk menambah wawasannya, di rumah sakit banyak profesi yang bisa kami kenalkan padanya. Ada suster, dokter, satpam,  dll. 
Saat diajak ke RS,  mulai muncul rasa ingin tahunya, 
Kenapa umi diperiksa? 
Umi pengen lihat keadaan dede bayi dalam perut umi. 
Saat diperiksa, syaina melihat dilayar monitor. Syaina mengamati hasil usg, dia tahu bentuk dede bayi dalam perut uminya. Katanya, mi kaya kelinci ya, hahahaha.... Ada ada saja imajinasinya. 


Alhamdulillah ternyata usia kehamilanku sudah masuk 6 week. Sudah terlihat si jabang bayi dalam rahim. Panjang bayi sesuai dengan usia kehamilanku. Alhamdulillah😊.
Kami terus berdoa, memohon kesehatan janin dan ibunya sampai persalinan nanti. 
Diusia kandungan menuju 4 bulan. Kami terus berdoa memohon 4 hal kebaikan yang akan ditetapkan oleh allah kepada janin kami yaitu jodoh, Rezeki, Ajal, Amalan dan Kebahagiaan/Kesengsaraan.

7 Agustus 2019 Kami kembali periksa ke dokter. Masuk usia 8 minggu, hasil usg menunjukkan bayi sudah diberi jantung olehNYA, denyut jantung nampak berdetak dug dug dug. Hasil usg menunjukkan bahwa denyut jantung dan panjang bayi normal. Alhamdulillah... 😊.


Kami bercerita pada syaina dan membuka memorynya kembali pada bukunya. Bahwa dede bayi sudah diberi jantung. Sesampainya dirumah syaina mau memberitahukan perkembangan calon adiknya kepada orang-orang dirumah. 

Semoga Allah senentiasa menjaga kami sekeluarga, selalu dalam lindungan dan tuntunanNYA. Aamiin... 


#PerjalananKPK
#MenyambutAnggotaHomeTeamKPK
#6-8week
#TrimesterI


Kamis, 01 Agustus 2019

Aku belajar Sepeda Roda Dua

Don't teach me, I love to learn begitu kalimat yang cocok menggambarkan proses belajar syaina bersepeda roda dua. Beberapa hari menjelang usianya lima tahun, kami mencoba memberi tantangan baru pada syaina untuk belajar bersepeda roda dua, setelah sebelumnya lancar menahlukkan sepeda roda tiga. 

Awal proses belajar sepeda roda dua, rasa rakut jatuh syaina masih dominan. Ananda masih minta tolong uminya memegang bagian belakang sepeda. Abinya berkata, mi biarin dia coba sendiri, jangan dipegangin. Nanti dia akan belajar sendiri malah cepet bisa.




Pertama dia mencoba "ngegrek", satu kaki di saddle,  satu kaki di lantai. Lambat laun, syaina mulai mengangkat satu kakinya dari lantai, menggantung dan masih miring-miring. Terus berlatih, sampai akhirnya ananda bisa mengayuh satu/dua kayuhan. Sifat anak-anak, lagi lagi ingin selalu diapresiasi dalam setiap tahap keberhasilannya. 

Umi/abi/uti/mbak lihat aku dah bisa.... 

Sampai akhirnya mencoba belajar sepeda roda dua di tempat yang lebih luas.Yeyeye akhirnya aku bisa mengayuh lebih panjang. Good job nak.... πŸ‘πŸ‘.


Kata-kata abi itu benar adanya, bahwa anak memiliki fitrah belajar, punya naluri/insting belajar. Maka dia akan belajar dengan caranya sendiri tanpa perlu diberi instruksi banyak oleh orang lain. Tugas kami orang tuanya adalah menemaninya berproses, memsupport dan bersabar tak berobsesi atau menggegas. Setiap anak mempunyai waktu belajarnya masing-masing, sehingga tak perlu dibandingkan dengan anak lainnya. 

Kata ustad harry, anak yang selalu diajarkan akan minta diajarkan seumur hidupnya. Bayangkan seandainya itu terjadi, anak tak akan tumbuh menjadi pembelajar mandiri.

Dalam proses belajar syaina. Dia belajar mengasah kemampuan motorik kasarnya, belajar keseimbangan, belajar kesabaran, belajar ketekunan,  belajar resiko,  belajar mengendalikan diri. 

Teruslah berproses nak, teruslah mencoba,  tak perlu takut jatuh, jatuh akan membawamu pada etape proses belajar berikutnya. Bangunlah dan teruslah belajar... Hingga engkau menjadi seorang pembelajar mandiri. Umi dan abi bangga padamu nak...  😊😍😘.



#Portofoliosyaina
#5y

Jumat, 19 Juli 2019

Perjalanan KPK belajar bisnis dan eksplore jogja

12-15 Juli adalah perjalanan kpk ke jogja untuk belajar lagi tentang bisnis apotek. Kami berbagi peran. Abi belajar menimba ilmu tentang bisnis apotek selama dua hari. Umi dan syaina belajar bersama di tempat yang berbeda.


Selama workshop dua hari, abi mendapat pengalaman berharga, melahirkan beberapa keputusan mantap dan siap berkolaborasi bersama be "A" home team. Umi merasa terharu dan bahagia melihat keputusan ini. 

Ini adalah kali pertama umi dan syaina bermain dan bepergian di luar kota tanpa diantar abi. Kami memilih kendaraan umum yang bisa diakses via gedget. 

Hari pertama tanpa abi, kami memilih berkunjung ke grahatama pustaka di bantul. Sebuah perpustakaan yang asyik bukan hanya untuk orang dewasa tetapi juga untuk anak-anak. Disini terdapat beberapa ruang bermain anak, diantaranya ruang buku anak, ruang musik, ruang dongeng, ruang permainan anak dan bioskop 6D. Diantara ke lima ruangan tersebut, syaina paling tertarik di bioskop 6D. Pengalaman pertamanya melihat film 6D di bioskop. Hal yang membuatnya tertarik adalah didalam bioskop syaina memakai kacamata 6D dan duduk dikursi yang bergoyang-goyang saat film diputar. Seru...... πŸ˜πŸ˜‚.






Syaina tak begitu menyukai aktivitas didalam ruangan, sehingga disana kami hanya bermain kurang lebih 1,5jam saja. 

Kami lanjut renang di hotel. Syaina tak pernah bosan bermain air.  Matanya berbinar 😍 dan terikannya all out tanda bahagianya ananda berenang.



Hari kedua tanpa abi, agenda kami adalah ke taman pintar. Disini kami mencoba hal baru yang belum pernah dicoba syaina yaitu melukis gerabah, mencetak gerabah,melihat planetarium,  dan bermain mobil-mobilan. 







Saat melukis gerabah, syaina mampu menyelesaikan dari awal sampai akhir proses. Tapi responnya biasa saja, hanya sekedar menjalankan proses awal sampai akhir.  Sedangkan saat mencetak gerabah, syaina tak begitu menyukainya,dia hanya memegang tanah liatnya saja, tak kunjung membuatnya menjadi sebuah bentuk tertentu. 

Kami lanjut ke planetarium, melihat film tentang planet. Didalam ruangan ini kondisi lampu dimatikan, gelap seperti melihat film dibioskop. Syaina tak begitu menyukainya sehingga saat film diputar, syaina minta keluar ruangan. Umi berhasil menahan sampai film usai. Film ini bercerita tentang planet, proses terbentuknya planet, profesi astronot dan cara pergi ke planet. Film ini mampu menumbuhkan fitrah iman ananda. Bahwa allah yang menciptakan dan mengatur semuanya sehingga bisa berjalan teratur. Masya allah. . .

Mobil-mobilan adalah wahana  terakhir di taman pintar yang kami coba. Syaina baru kali pertama mencoba naik mobil-mobilan. Disini syaina belajar gentang rambu lalu lintas, aturan yang ada dijalan saat berkendara, dll. 
Syaina menunggu giliran naik mobil-mobilan. Tiba gilirannya bermain, hanya instruksi sedikit dari pemandu, syaina sudah mampu menjalankan dan mengendalikan mobil-mobilan. Happy sekali, sampai minta dua kali naik tapi sayang loket sudah tutup. Ternyata kemampuannya cepat mengendalikan mobil-mobilan diperoleh dari pengalaman syaina yang sering ikut mengendalikan sepeda motor saat bepergian dengan abi. 



#Portofoliosyaina
#4y11m

Field trip KPK ke Museum Gunung Merapi

Sabtu, 15 Juni 2019 Kami kpk berkunjung ke museum gunung merapi.
Field trip menjadi cara belajar terfavorit KPK. Melihat langsung hal yang ingin kami tahu. 

Disana kami terutama syaina belajar tentang alam, ya gunung merapi salah satu gunung berapi di indonesia. 
Melihat miniatur bentuk gunung merapi, menonton film erupsi gunung merapi. melihat benda-benda dampak letusan gunung, urutan material yang dikeluarkan saat erupsi, apa yang harus dilakukan saat siaga erupi, bagaimana kita harus memperlakukan alam dan masih banyak hal lain. 

Syaina belum begitu tertarik dengan hal detail di museum. Ada satu spot yang membuatnya curios, saat syaina melihat foto seorang ibu yang terkena dampak erupsi. 
Kenapa ibunya menangis? 
Kenapa mukanya seperti itu?  (hitam penuh abu).

Syaina sempat mengabadikan dalam bentuk video,perjalanannya saat di museum. Happy saat ananda memvideokannya ala ala you tuber.  

Selebihnya ananda hanya mengamati saja.


Sesampainya dirumah Umi dan syaina bermain tema gunung. Kami bereksperimen membuat lava yang keluar dari gunung saat erupsi. Saat membuat lava bottle, syaina tertarik saat memasukkan tablet efervesent ke dalam botol berisi minyak, air dan pewarna makanan. Tablet evervesebt yang bersifat basa bereaksi dengan asam lemak pada minyak menghasilkan gas karbondioksida yang ingin keluar dari botol dengan cara naik ke atas.
Begitu pula reaksi yang terjadi saat eksperimen lemon vulcano. Asamnya berasal dari lemon dan basa berasal dari soda kue menghasilkan gas karbondioksida.
Media yang lain pun kami gunakan untuk eksperiman yang sama.Kami membuat bentuk gunung dari kertas karton dibentuk kerucut, didalamnya terdapat botol kosong yang diisi soda kue, sabun cuci piring, pewarna makanan dan air hangat. Saat cuka mulai dimasukkan dalam botol, reaksi terjadi. Byur menyapu rumah-rumahan, pohon-pohonan dan orang yang tinggal disekitar gunung. Syaina happy saat melihat perubahan yang nampak pada eksperimennya.

Dari percobaan ini,kami belajar bagaimana seharusnya bertindak/berikhtiar saat gunung akan meletus. Misalnya dengan tetap waspada memantau instruksi status dari bmkg, berdoa meminta keselamatan pada Allah, mengungsi,dll.





#PortofolioSyaina
#4y10m


Kamis, 16 Mei 2019

Permen madu.....


Trial and error. Kemarin pagi,aku diingatkan oleh syaina.
Mi, katanya kita mau bikin permen madu?
Oiya, umi lupa. Terima kasih ya sudah mengingatkan umi.

Siangnya baru bisa mempersiapkan alat dan bahan. Beli bahan-bahannya di toko kue terdekat,menggunakan alat yang ada di rumah.

Ide membuat permen madu ini muncul dari e book hompimpa. Syaina juga akhir-akhir ini sering minta makan permen, tapi permen yang dipasaran kurang sesuai dengan value keluarga.Oke,kenapa tidak kita buat permen sendiri yang lebih sehat?





#Portofoliosyaina
#Indahnyaramadhanberbagi