Minggu, 22 April 2018

Memaknai perjalanan observasi sifat unik




Memaknai perjalanan mengobservasi fitrah bakat selama hampir 4 tahun usia ananda. Mantranya adalah dengan beraktivitas bareng, berkegiatan bareng dan main bareng dengan hadir sepenuh hati.Saat itulah kami orang tuanya akan mencoba mengamati,mendokumentasi dan mencatat setiap kemungkinan temuan sifat unik ananda. Karena usianya adalah kurang dari 6 tahun maka kami fokus pada memperkaya wawasan dan memperkaya kegiatan ananda. Mencoba satu per satu ragam kegiatan (pandu 45) yang ada dalam buku portofolio. Ketika kami mulai menemukan kemungkinan sifat unik ananda satu persatu, tidak lantas menjadikan label bagi ananda. Karena akan mempersempit ruang gerak ananda dan terlalu prematur untuk memberikan kesimpulan diusianya sekarang. Mengobservasi sifat unik adalah perjalanan panjang yang memerlukan kesabaran, ketelatenan, kesungguhan, komitmen dan konsistensi. Mengobservasi sifat unik ananda menjadikan kami bercermin pada diri sendiri bahwa apa potensi kekuatan kami,peran atau bidang apa yang ingin kami fokuskan, apa yang menjadi misi spesifik hidup kami dan menjadi misi hidup keluarga kami. Mudah-mudahan allah selalu memberikan kemudahan bagi kami dan memampukan kami. 

Ya allah bimbing dan mudahkan kami menemukan peran spesifik hidup kami agar kami menjadi bahagia dan selalu berbinar-binar menjalankan misi hidup,meluaskan manfaat bagi sesama. Aamiin.... 

Rabu, 11 April 2018

Melatih kemandirian/life skill

Dalam rangka menyiapkan spora unggul yang mungkin kelak akan terbang jauh dan tumbuh ditempat baru,tentu ada beberapa kriteria spora unggul versi keluarga pelem kalih. Salah satunya adalah mandiri dan life skill.Agar kelak ditempat yang baru, spora unggul ini mampu tumbuh subur dan menebar manfaat bagi lingkungan sekitar bukan hanya sekedar mampu bertahan hidup dilingkungan yang baru. 

Melatih kemandirian/life skill untuk anak balita tentu tidaklah mudah. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum melatih kemandirian, diantaranya adalah
1. Melihat fitrah perkembangan anak. Karena kemampuan setiap anak berbeda, maka sebelum melatih kemandirian, perlu melihat kemampuan dan perkembangan anak. Agar tidak menciderai fitrah perkembangannya karena obsesi untuk menggegas. Bukankah tidak berlaku kaidah makin cepat makin bagus? Yang ada hanyalah indah pada waktunya. 

2. Memfasilitasi lingkungan yang mendukung untuk melatih kemandirian anak. Misalnya saat hendak melatih anak agar mampu mengambil minuman sendiri. Tentu kita menyediakan tempat gelas dan air minum yang mampu dijangkau anak, agar anak tidak selalu meminta tolong kita untuk mengambilkan dan menjadi enggan melakukannya. 


3. Tega. Setelah mempertimbangkan kemampuan dan perkembangan anak, rasa tega untuk memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba melakukan life skill harus ada. Walaupun rasa tega tersebut dibalut rasa was-was/khawatir/cemas sebagai orang tua terhadap hal baru yang belum pernah ananda lakukan atau bahkan melakukan sesuatu yang kita anggap berbahaya versi orang dewasa. Kekhawatiran itu wajar dan menjadi fitrah orang tua. Tetapi rasa tega itu jauh lebih diperlukan ole orang tua terhadap anaknya demi menyiapkan spora yang unggul. Kekhawatiran yang sewajarnya/sesuai kadarnya yang harus dilatih oleh orang tua agar tidak diliputi oleh kekhawatiran yang over dosis. Membalut kekhawatiran dengan kepasrahan dan doa kepada yang maha memiliki hidup.

4. Tirakat. Artinya sebagai orang tua pembelajar yang perlu berlatih menahan hawa nafsu untuk tidak cepat membantu anaknya ketika menghadapi sebuah tantangan. Memberikan anak kesempatan untuk mencari jalan keluar/mengambil keputusan atas tantangan itu penting, agar anak tidak selalu bergantung kepada orang tuanya dalam menghadapi tantangan.  Karena kami menyadari bahwa kami orang tuanya tidak akan selalu ada disampingnya untuk membantunya setiap saat. 

Beberapa capaian latihan kemandirian/life skill syaina diusia 3y8m adalah
1. Belajar memotong kuku sendiri
2. Membereskan mainan sendiri
3. Makan dan minum sendiri plus mampu mengambil minum dan lauk sendiri.
4. Mengambil pakaian dan pakai baju sendiri
5. Gosok gigi dan mandi sendiri
6. Mampu menggunting sendiri
7. Berlatih menyetrika sendiri dan mencuci piring setelah makan
8. Mampu membersihkan diri setelah buang hajat. 
9. Mampu membuang sampah dan meletakkan baju kotor pada tempatnya
10. Mampu menyapu dan mengepel lantai/membersihkan tumpahan minuman/makanan
11. Merapikan tempat tidur sendiri





Beberapa sumber referensi untuk mengetahui indikator kemandirian anak sesuai usia adalah 




Senin, 09 April 2018

Berakvitas bareng

Minggu 8 april 2018 adalah waktunya we family. 

Dimulai dari bersepeda pagi bersama.Saat bersepeda melewati hamparan sawah di sisi kanan dan kiri jalan, kami membicarakan banyak ciptaan allah. Ada sinar matahari yang menghangatkan badan, udara pagi yang sejuk, melihat petani yang sedang menanam benih padi, allah yang akan menumbuhkan benih padi hingga bisa di panen, di olah menjadi beras dan dimasak oleh kita menjadi beras. Melihat air sungai yang mengalir, melihat sapi dan kambing,mengamati bagaiman mereka makan dan memproses makanannya. Tak lupa kami mampir ke rumah saudara yang sejalan dengan rute bersepeda kami untuk bersilaturahmi. Hikmah yang kami dapatkan lewat perjalanan ini adalah betapa banyaknya nikmat allah yang diberikan untuk kita, tidak ada sedikitpun nikmatNya yang bisa kami dustakan, menumbuhkan fitrah iman ananda tentang Allah yang Maha Penyayang, indahnya kebaikan. 

Awalnya ananada membawa mainan boneka-bonekaan yang ananda peroleh dari Utinya. Wujud kasih sayang utinya adalah menuruti hampir semua keinginan cucunya walaupun anak tidak membutuhkan. Tapi berbeda bagi kami orang tuanya, tidak semua keinginannya harus kami penuhi. Ada beberapa pertimbangan kami untuk hal ini. Kami akan melihat seberapa urgensinya bagi ananda, apakah ini hanya keinginan saja atau memang kebutuhannya. Penting bagi kami melatih kecerdasan finansial sejak dini yang ramah fitrah perkembangan. Kami mengenalkan konsep bekerja-sedekah-menabung-memberikan pilihan butuh/tidak untuk membelinya /menggunakan uang tabungannya. Kami bernegosiasi dan memberikan penjelasan kepada ananda jika ego keinginannya mucul,mencoba mencari jalan tengah yang terbaik. Akhirnya kami sepakat untuk membuat mainan boneka dari kardus bekas. Memanfaatkan bahan yang ada dan membuatnya bersama-sama menjadi mainan lebih bermakna dan bermanfaat dibanding membeli mainan instan. Tetapi Syaina kurang menikmati proses ini. 


Makan bersama dimeja makan menjadi we time yang keren, dengan makan bareng kami ngobrol banyak hal yang menambah bonding keluarga. Kami melatih life skill ananda dengan makan sendiri, mengambil lauk,minum dan apa yang ananda butuhkan dengan melihat kemampuannya. Membaca doa bersama keras-keras, mencontohkan untuk meletakkan piring dan gelas ditempatnya usai makan,mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. 

Bermain peran fotocopy
Beberapa hari yang lalu, syaina ikut kami untuk fotocopy. Mungkin gaya belajar syaina adalah visual auditory. Syaina mengamati apa-apa yang ananda lihat dan segera mempraktekan peran hasil pengamatannya ketika sampai dirumah.
Mi maen fotocopy-fotocopyan yuks
Umi jadi orang yang mau fotocopy
Aku jadi mas-mas yang fotocopy

Syaina mempraktekan apa-apa yang ananda lihat.
Syaina mengambil brosur hasil fotocopy uminya kemarin
Menanyakan apa yang mau difotocopy
Menulis disecarik kertas seolah-olah itu hasil fotocopy
Melakukan transaksi jual beli dengan uang mainan.



Transaksi jual beli dengan uang mainan

Sudah mampu menulis cakar ayam pada setiap kotak



Bermain boneka-bonekaan
Bermain boneka-bonekaan bersama umi, syaina dan umi berperan sebagai ibunya dan boneka sebagai anaknya. Layaknya seorang ibu yang mempunyai anak bayi, syaina menyusui,memandikan,membantu memakaikan baju, membacakan cerita sebelum tidur ke anaknya.Empatinya mulai tumbuh. 

Story telling oya ke umi dan abinya
Saat bermain boneka-bonekaan, syaina membacakan cerita sebelum tidur kepada boneka.Syaina mengambil buku yang ingin ananda ceritakan. Ananda mengambil buku berjudul "asal mula namaku". Syaina membuka lembar demi lembar dan menceritakan apa-apa yang ia lihat dalam gambar.Aktivitas ini bisa menjadi tahap pralatih membaca. Bahagia rasanya menjadi orang tua yang selalu melihat perkembangan anaknya setahap demi setahap. Diusianya 3y8m,syaina lebih suka memilih judul buku yang ingin diceritakan uminya atau memilih buku yang ingin ananda ceritakan isinya kepada kami. Bahkan ketika abinya keliru menceritakan isi atau alur cerita yang ada dalam buku,syaina akan mengintervensi dan mengkoreksinya.

Story telling di depan umi dan abinya


Ke mesjid bersama
Kami mencoba untuk shalat magrib berjama'ah di masjid. Bahkan kadang syaina yang mengajak kami ke masjid. Kami mencoba menumbuhkan fitrah imannya tentang cinta masjid. Menunjukkan ekspresi muka bahagia saat adzan berkumandang dan bergegas menuju masjid. Bukan tertib syariahnya yang menjadi fokus kami,tetapi menumbuhkan ghairah tentang masjid. Membangun imaji positif tentang beribadah, shalat dan masjid melalui atmosfir keteladanan orang tuanya. Berharap agar anaknya menjadi sholehah kelak dengan cara mendahulukan diri kami menjadi sholeh/sholehah terlebih dahulu. To change for things, we must change first.

Syaina sudah mampu melakukan beberapa gerakan shalat,melakukan urutan gerakan shalat,hafal beberapa surat pendek untuk shalat seperti al fatihah. Kadang syaina ikut shalat sampai raka'at terakhir, kadang syaina hanya satu raka'at. Ini pun sudah sangat bagus untuk usianya. Kami mengapresiasi ghairah shalatnya bukan tertib shalatnya. Menjaga kemuliaan anak ketika di masjid dengan cara menanamkan adab ke mesjid melalui imaji positif. Kami tidak mau cepat mengadabkan anak dengan cara yang buruk agar anak terlihat santun di masjid yang justru akan menimbulkan imaji negatif tentang shalat dan masjid. Tapi tidak pula menurunkan kemuliaan anak karena orang lain yang sedang beribadah terganggu akibat sikap syaina. Kami membawa anak shalat dimasjid  pada waktu sepi jamaah dan sepi anak-anak.Saat ini syaina dalam tahap meniru,apapun yang dilakukan orang lain/anak lain yang menarik baginya akan ananda ikuti. Syaina juga tipe anak yang suka bermain dengan teman-temannya ketika dimasjid, saat itu tidak tepat bagi kami untuk membawanya ke masjid karena syaina akan ikut berlarian atau bersuara keras. Sedangkaan saat temannya hanya satu atau tidak ada maka syaina akan lebih kondusif dimasjid.

Membaca beberapa surat pendek 
Syaina tiba-tiba membaca surat alfatihah didepan umi dan abinya. Syaina mungkin tipe auditory (masih proses mengamati), sehingga metode talaqi dan membacakan surat pendek dengan suara keras akan direkam oleh syaina. Syaina hafal surat alfatihah karena sering mendengar imam membacanya saat sholat berjamaah di masjid atau karena kami sering memutar alqur'an memo di hp. Hafal/tidak surat-surat pendek saat ini bukan menjadi target kami. Kami tidak ingin terobsesi lebih cepat agar syaina cepat hafal surat pendek. Tetapi ghairah untuk cinta al qur'an yang sedang kami tumbuhkan.Ketika ghairahnya tumbuh hebat maka rasa cinta untuk membaca,menghafal dan mengamalkannya akan ada disaat yang tepat dengan niat yang tulus bukan karena paksaan,perintah semata yang cepat pudar. Tidak berlaku kaidah makin cepat makin bagus, tetapi berlaku kaidah indah pada waktunya. 

Bermain memfoto dan difoto
Syaina suka bermain foto selfie atau memfoto objek. Umi dan abinya selalu menjadi objek pertama. Malam itu syaina bergembira memfoto abinya yang memakai kacamata kupu-kupu. Secara bergantian syaina meminta saya untuk memfoto dirinya yang sedang memakai kacamata kupu-kupu dengan berbagai gaya. Binar matanya terlihat bahagia.




Membacakan buku dan mengucap syukur sebelum tidur.
Hal ini rutin kami lakukan sebelum tidur.Menambah binding, media untuk menumbuhkan fitrah iman dengan cara membaca kisah tentang alqur'an, keteladanan rasulullah dan para sahabat, tentang allah,tentang akhlaq baik,dll.Mengucap syukur atas segala nikmat allah yang diberikan kepada kami hari ini akan membangun imaji positif tentang kasih sayang allah. 



#potofoliosyaina
#3y8m
















Sabtu, 31 Maret 2018

FAMILY PROJECT


Family Project  adalah aktivitas  yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama   oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.

Jangan terlalu berat memikirkan sebuah family project, mulailah dari aktivitas-aktivitas sehari-hari yang biasa kita kerjakan di rumah, kemudian tambahkan manajemen dan organisasinya, jadilah sebuah family project.

Sehingga rumusnya adalah sebagai berikut

ACTIVITY + MANAGEMENT AND ORGANIZATION = PROJECT


MANFAAT FAMILY PROJECT

☘Family Project merupakan salah satu sarana pendidikan bagi seluruh anggota keluarga. Saat ini semakin sedikit keluarga yang menerapkan konsep pendidikan di dalam rumahnya, banyak diantara mereka menjadikan rumah sebagai sarana berkumpulnya anggota keluarga saja tanpa adanya aktivitas pendidikan. Sehingga makna berkumpulnya menjadi hambar, sekedar kumpul dan  kadang berlalu begitu saja tanpa arti.

☘Family Project juga menjadi salah satu sarana untuk membangun “bonding” di dalam keluarga. Tercipta ikatan batin antar anggota keluarga, sehingga hubungan menjadi semakin indah dan harmonis.

☘Family Project bisa juga digunakan sebagai sarana “Check Temperature" keluarga kita. Apakah hubungan antar anggota keluarga dalam kondisi adem ayrm berada di suhu normal atau sedang ada gesekan-gesekan yang selama ini tidak terlihat,  sehingga ada tantangan kecil saja selama menjalankan family project, suhu sudah memanas.


☘Family Project sarana menguatkan core values keluarga. Core Values tidak bisa hanya dituliskan besar-besar di kertas dan di tempel di dinding rumah. Core Values harus diujikan untuk mendapatkan sebuah keyakinan bahwa hal tersebut layak diperjuangkan. Ujian itu lewat family project.

☘Family Project apabila dijalankan denga sungguh-sungguh maka akan menjadi pijakan kita dan keluarga ke surga Apabila keluarga kita memang sedang berjalan menuju surga, maka tidak perlu menunggu sampai di akherat untuk merasakannya, kita bisa merasakannya sekarang saat di dunia bersama keluarga kita.


BAGAIMANA CARA MEMBESARKAN FAMILY PROJECT ANDA?

Diperlukan 2 hal penting untuk membesarkan Family Project yaitu KONSISTENSI dan KOMUNIKASI


KONSISTENSI

Konsistensi itu sangat bergantung pada hal-hal berikut ini:

a. Apakah family project ini membahagiakan seluruh anggota keluarga? ( Fun)

b. Apakah family project sejalan dengan values yang sedang diperjuangkan di dalam keluarga kita? ( values)

c. Seberapa unik family project anda dibandingkan family project yang lain? ( uniqueness)

d. Apa alasan kuat dari salah satu, sebagian atau seluruh anggota keluarga untuk menjalankan family project ini? ( Reason)

KOMUNIKASI

Komunikasi menjadi hal yang utama dalam rangka memperbesar family project kita, karena akan sangat bermanfaat untuk memantau dan membesarkan perjalanan family project dan membangun portofolio keluarga dalam menjalankan family project. Ada komunikasi internal dan ada komunikasi eksternal. Di dalam kedua komunikasi tersebut diperlukan dua hal yaitu MEDIA dan KONTEN

Komunikasi Internal

MEDIA KOMUNIKASI

FAMILY FORUM

Family forum adalah forum-forum ngobrol keluarga yang dibangun untuk mengetahui hobi anak-anak, aktivitas harian mereka, tren pengetahuan dan berita yang ada saat ini, kebutuhan seluruh anggota keluarga dan masalah atau tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi oleh seluruh anggota keluarga.

Family forum ini bentuknya bisa beragam mulai dari ngeteh bersama ( tea time), ngopi bersama ( coffee break), ngegame bersama ( play on), ngemil bersama ( snack time) dll.

KONTEN KOMUNIKASI

Kami perlu menekankan sekali lagi tentang konten komunikasi. Satu hal yang sangat perlu kita ingat adalah kalimat ini:

LAKUKAN APRESIASI, BUKAN EVALUASI

Anak-anak belum memerlukan evaluasi, yang kita lakukan hanya memberikan apresiasi saja, karena hal ini penting untuk menjaga suasana selalu menyenangkan dan  membuat anak senantiasa bersemangat dalam mengerjakan projek selanjutnya.

Apabila ada hal-hal yang kita rasa penting untuk diperbaiki atau diubah strateginya, maka cukup anda catat saja, simpan dengan baik bersama satu file catatan projek ini, dan buka kembali saat kita dan anak-anak akan merencanakan projek berikutnya. Hal ini akan lebih membuat perencanaan kita lebih efektif, karena anak-anak akan melakukan perubahan menjelang  melakukan projek, bukan diberitahu kesalahan setelah melakukan sebuah projek. Efek yang muncul akan sangat berbeda.


BAGAIMANA CARA MENGAPRESIASI

Perbanyaklah membuat forum keluarga saat sore ngeteh bersama, atau sepekan sekali saat akhir pekan. Di Ibu Profesional, forum keluarga seperti ini terkenal dengan nama

MASTER MIND

Bagaimana cara menjalankan master mind, ciptakan suasana yang santai di rumah, kemudian tanyakan 3 hal saja:

a. Ada yang punya pengalaman menarik selama menjalankan projek ini?

b. Apa yang sudah baik?

c. Minggu depan hal baik apa yang akan kita lakukan?

Perbanyaklah apresiasi di forum-forum keluarga ini sehingga memunculkan inovasi-inovasi kecil yang dilakukan secara istiqomah di setiap kesempatan.

Komunikasi Eksternal

Family Project yang kita lakukan di dalam keluarga sebaiknya kita share kan ke dunia luar bisa via presentasi di depan para ahli yang memang kompeten di bidangnya. Di komunitas-komunitas keluarga yang selalu peduli terhadap perkembangan anak, maupun di media sosial yang kita miliki.

Proses berbagi mimpi dan inspirasi ini sangat bermanfaat untuk membesarkan family project kita dan proses bertemunya anak-anak dengan para sang maestro di bidangnya.

AMATI ,TERLIBAT, TULIS

Tantangan 10 hari yang sudah teman-teman lakukan ini sebenarnya membuat kita agar mau mendokumentasikan setiap aktivitas anak-anak, sehingga kita sebagai orangtua bisa mengamati perkembangan anak-anak dengan valid berdasarkan data dan tulisan kita.

Kita tidak akan pernah membandingkan anak-anak kita dan keluarga kita, dengan anak-anak orang lain dan keluarga orang lain. Karena diri kita sudah terlalu sibuk untuk mengamati diri sendiri, sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk mengamati rumput tetangga.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/




Sumber Bacaan:



Catatan Perak 2017 #1: FAMILY PROJECT
April 2, 2017June 3, 2017
Ciwidey, padepokanmargosari.com


Contoh Family Project Keluarga Pelem Kalih


Nama keluarga:KPK (keluarga Pelem Kalih)
Terdiri dari:
  1. Indra octa S (abi) sebagai kepala keluarga.
  2. Linda kurniawati (umi) sebagai ibu yang bekerja diranah domestik sekaligus ranah publik.
  3. Naura syainala maritza (syaina) sebagai putri kecil berusia 2 tahun 9 bulan

My family, My team,Yes we can!

Beberapa proyek yang kami kerjakan pada game lafel family project:
No.
Judul proyek
Pimpro
Selama proses perjalanan proyek
Akhir proyek
1.
Berkebun sayuran caisim dan jagung
“hijau alamku, hijau kebunku”
Abi
Setiap anggota berhasil menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Syaina sangat antusias dan langsung praktek menanam dengan caranya sendiri.
Berhasil sampai tahap panen.
2.
Es kelapa, pengilang dahaga
Umi
Syaina lebih banyak mengambil peran
Lancar dan berhasil, semua anggota keluarga menikmati hasil project kami. Menghasilkan es kelapa yang bisa dinikmati bersam
3.
Cooking cheese cake
Mba rohmah (ART)
selama proses berhasil meningkatkan rasa ingin tahu anak. Syaina lebih banyak menyimak dan bertanya tentang hal-hal baru. Syaina berhasil menjalankan perannya.
Menghasilkan cheese cake yang siap dibagikan ke tetangga dan anggota keluarga.
4.
Sejuta cinta “mengumpulkan botol dan kardus bekas”
Umi
Mengumpulkan botol dan kardus bekas berlangsung setiap saat ketika dijumpai dirumah.Setelah ditampung dalm jumlah yang cukup,kita jual dan hasil penjualan di kumpulkan hingga siap didistribusikan
Syaina sanggat antusias menjalankan proyek,sebagai alarm ketika menjumpai botol dan kardus bekas. Proyek masih berlangsung hingga berganti tahun. Ditampung untuk dibagikan pada sesama
5.
One day one thousand rupiah
Umi
Masing-masing anggota keluarga menabung di setiap celengan yang disediakan. Masih perlu diperhatikan konsistensi untuk rutin menjalankan proyek setiap hari
Masih kurang konsisten melakukannya setiap hari (sering dirapel). Beberapa uang sudah terkumpul dicelengan.Ditampung untuk dieksekusi ditahap selanjutnya yaitu berbagi pada sesama.
6.
Memberi makan hewan ternak (kambing)
Umi
Syaina belum memiliki keberanian yang cukup untuk memberikan makan (sisa sayuran tak terpakai) langsung ke kambing. Berperan sebagai tim hore dan menyimak proses.
Semua makanan yang disediakan habis.
7.
Memanfaatkan umbi singkong untuk dimasak dan kulit singkong untuk pakan ternak
Eyang putri
Peran terbanyak dilakukan oleh eyang putri.syaina paling senang saat melihat kambing berebut kulit singkong dan memakannya sampai habis.
Kolak singkong berhasil dibuat dan berhasil memberi makan pada kambing
8.
Membuat jasuke
Umi
Syaina praktek pengalaman baru yaitu membuat keju parut.
Syaina sangat senang dibuatkan jasuke. Habis tak tersisa.
9.
Shalat jama’ah dan infaq dimasjid
Syaina
Sangat senang jika mendengar adzan dan bergegas mengajak anghota keluarga menuju masjid dan spontan minta infaq jika melihat kotak amal
Proyek berjalan lancar, konsisten setiap magrib ke masjid dan infaq masih belum rutin
10.
Sejuta cinta “menginap dirumah embah”
Umi
Hampir dua bulan kami ditinggalkan oleh eyang putri (meninggal)  sehingga tidak ada yang menggantikan posisi almarhumah untuk mengerjakan pekerjaan domestik. Kami bersama-sama berbagi tugas mengejakan semua pekerjaan domestik tersebut.
Semua pekerjaan domestik terselesaikan dengan baik.
11.
Syaina menyiapkan sarapan sendiri
Syaina
Suatu pagi sayaina minta sarapan dengan sosis. Sehingga kami jadikan proyek dan tantangan bagi syaina. Ini kali pertama syaina menyiapka sosis sampai menggoreng sosis.
Sosis berhasil digoreng