Rabu, 11 April 2018

Melatih kemandirian/life skill

Dalam rangka menyiapkan spora unggul yang mungkin kelak akan terbang jauh dan tumbuh ditempat baru,tentu ada beberapa kriteria spora unggul versi keluarga pelem kalih. Salah satunya adalah mandiri dan life skill.Agar kelak ditempat yang baru, spora unggul ini mampu tumbuh subur dan menebar manfaat bagi lingkungan sekitar bukan hanya sekedar mampu bertahan hidup dilingkungan yang baru. 

Melatih kemandirian/life skill untuk anak balita tentu tidaklah mudah. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum melatih kemandirian, diantaranya adalah
1. Melihat fitrah perkembangan anak. Karena kemampuan setiap anak berbeda, maka sebelum melatih kemandirian, perlu melihat kemampuan dan perkembangan anak. Agar tidak menciderai fitrah perkembangannya karena obsesi untuk menggegas. Bukankah tidak berlaku kaidah makin cepat makin bagus? Yang ada hanyalah indah pada waktunya. 

2. Memfasilitasi lingkungan yang mendukung untuk melatih kemandirian anak. Misalnya saat hendak melatih anak agar mampu mengambil minuman sendiri. Tentu kita menyediakan tempat gelas dan air minum yang mampu dijangkau anak, agar anak tidak selalu meminta tolong kita untuk mengambilkan dan menjadi enggan melakukannya. 


3. Tega. Setelah mempertimbangkan kemampuan dan perkembangan anak, rasa tega untuk memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba melakukan life skill harus ada. Walaupun rasa tega tersebut dibalut rasa was-was/khawatir/cemas sebagai orang tua terhadap hal baru yang belum pernah ananda lakukan atau bahkan melakukan sesuatu yang kita anggap berbahaya versi orang dewasa. Kekhawatiran itu wajar dan menjadi fitrah orang tua. Tetapi rasa tega itu jauh lebih diperlukan ole orang tua terhadap anaknya demi menyiapkan spora yang unggul. Kekhawatiran yang sewajarnya/sesuai kadarnya yang harus dilatih oleh orang tua agar tidak diliputi oleh kekhawatiran yang over dosis. Membalut kekhawatiran dengan kepasrahan dan doa kepada yang maha memiliki hidup.

4. Tirakat. Artinya sebagai orang tua pembelajar yang perlu berlatih menahan hawa nafsu untuk tidak cepat membantu anaknya ketika menghadapi sebuah tantangan. Memberikan anak kesempatan untuk mencari jalan keluar/mengambil keputusan atas tantangan itu penting, agar anak tidak selalu bergantung kepada orang tuanya dalam menghadapi tantangan.  Karena kami menyadari bahwa kami orang tuanya tidak akan selalu ada disampingnya untuk membantunya setiap saat. 

Beberapa capaian latihan kemandirian/life skill syaina diusia 3y8m adalah
1. Belajar memotong kuku sendiri
2. Membereskan mainan sendiri
3. Makan dan minum sendiri plus mampu mengambil minum dan lauk sendiri.
4. Mengambil pakaian dan pakai baju sendiri
5. Gosok gigi dan mandi sendiri
6. Mampu menggunting sendiri
7. Berlatih menyetrika sendiri dan mencuci piring setelah makan
8. Mampu membersihkan diri setelah buang hajat. 
9. Mampu membuang sampah dan meletakkan baju kotor pada tempatnya
10. Mampu menyapu dan mengepel lantai/membersihkan tumpahan minuman/makanan
11. Merapikan tempat tidur sendiri





Beberapa sumber referensi untuk mengetahui indikator kemandirian anak sesuai usia adalah 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar