Kamis, 08 Juni 2017

Persiapan membuat pohon literasi hari ke-1

Yups sampai pada tantangan game level 4 yaitu melatih anak suka membaca. Tantangan kali ini sungguh menantang. Membuat pohon literasi yaitu pohon kreasi untuk memacu kita agar suka membaca dengan cara merimbunkan pohon dengan judul buku yang telah dibaca. 

Begitu dapat tantangan, saya langsung diskusi dengan kepala sekolah dirumah untuk menceritakan apa itu pohon literasi, fungsi dan tujuan pembuatan dan berbagi peran dalam proses pembuatan. Saya sounding kepada syaina dan mengajak syaina untuk terlibat dalam proses pembuatan pohon literasi. 

Hari pertama tantangan kali ini kami memilih dan mencari ide bentuk pohon literasi yang akan kami buat. Searching untuk menambah wawasan kami tentang pohon literasi. Setelah menemukan konsep pohon literasi kami langsung berbagi tugas. Umi bertugas mencari gambar yang sesuai dengan tema pohon literasi, pernak-pernik bahan dan alat yang dibutuhkan dalam proses pembuatan pohon literasi dan menyelesaikan tahan finishing seperti menghias pohon. Setelah mendapatkan berbagai bahan dan alat,dikumpulkan dalam satu wadah dan siap digunakan untuk berkreasi membuat pohon literasi. Abi bertugas membuat kerangka pohon dan menempelkan pada media yang disiapkan serta mendokumentasikan kegiatan.Syaina terlibat dalam proses menempelkan pernak pernik bersama umi. 


Bahan dan alat yang akan digunakan untuk membuat pohon literasi


Setelah menyiapkan dan mengumpulkan bahan dan alat, kami mulai mengambil dan menyiapkan buku-buku yang akan dibaca dan siap merimbunkan pohon literasi yang akan dibuat. Semangat Keluarga Pelem Kalih. 


#GameLevel5 
#Tantangan10Hari
#Day1to15days
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
#odopfor99days


MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA

*Institut Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang, Materi ke #5*


πŸ”ΈπŸ”ΉπŸ”ΈπŸ”ΉπŸ”ΈπŸ”ΉπŸ”ΈπŸ”Ή

Mari  kita mulai dengan bermain peran terlebih dahulu. Bayangkan kita adalah seorang dewasa dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia,   belum pernah mengetahui bahasa mandarin  kemudian tiba-tiba kita diberi Koran berbahasa mandarin dengan tulisan mandarin semua. Apa yang kebayang di benak kita semua?
Pusing?  Tidak tahu maksudnya? Lalu kita hanya melihat-lihat gambarnya saja?

Hal tersebut akan sama halnya dengan anak-anak`yang belum dibiasakan mendengarkan berbagai dialog bahasa ibunya, belum belajar berbicara bahasa ibunya dengan baik, tiba-tiba dihadapkan dengan berbagai cara belajar membaca bahasa ibunya tersebut yang berisi dengan deretan-deretan huruf yang masih asing di benak anak, diminta untuk mengulang-ngulangnya terus menerus dengan harapan anak bisa cepat membaca. 

πŸ’ *KETRAMPILAN BERBAHASA* 
Sebelum lebih jauh membahas tentang teknik menstimulasi anak membaca kita perlu memahami terlebih dahulu tahapan-tahapan yang perlu dilalui anak-anak dalam meningkatkan ketrampilan berbahasanya. 

πŸ’ Tahapan tersebut adalah sebagai berikut :

a. Keterampilan mendengarkan ( listening skills)
b. Ketrampilan Berbicara ( speaking skills)
c. Ketrampilan Membaca ( reading skills)
d. Ketrampilan Menulis ( writing skills)

Keempat tahapan tersebut di atas harus dilalui terlebih dahulu secara matang oleh anak. Sehingga anak yang *BISA MENDENGARKAN* ( Menyimak) komunikasi orang dewasa di sekitarnya dengan baik, pasti *BISA BERBICARA* dengan baik, selama organ pendengaran dan organ pengecapnya berfungsi dengan baik.

Mendengarkan dan berbicara adalah tahap yang sering dilewatkan orangtua dalam menstimulasi anak-anaknya agar suka membaca. Sehingga hal ini mengakibatkan anak yang *BISA MEMBACA, belum tentu terampil  mendengarkan dan berbicara dengan baik dalam kehidupan sehari-harinya.* 
Padahal dua hal ketrampilan di atas sangatlah penting.
Banyak orang dewasa yang menggegas anaknya untuk bisa cepat-cepat membaca, padahal Anak yang BISA BERBICARA dengan baik, pasti akan BISA MEMBACA dengan baik, tetapi banyak yang mengesampingkan 2 tahap sebelumnya.
Pertanyaan selanjutnya mengapa banyak anak bisa membaca tetapi sangat sedikit yang menghasilkan karya dalam bentuk tulisan, bahkan diantara kita orang dewasapun sangat susah menuangkan gagasan-gagasan kita, apa yang kita baca, kita pelajari dalam bentuk tulisan?

Padahal  kalau melihat tahapan di atas anak yang BISA MEMBACA dengan baik pasti akan BISA MENULIS dengan baik.
Mengapa? Karena selama ini anak-anak kita hanya distimulus untuk *BISA* membaca tidak *SUKA MEMBACA*. Sehingga banyak diantara kita  BISA MENULIS huruf (melek huruf) tetapi tidak bisa menghasilkan karya dalam bentuk tulisan ( 
MENULIS KARYA)
Terbukti  berdasarkan survey UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya dalam seribu masayarakat hanya ada satu masayarakat yang memiliki minat baca. Berdasarkan studi _"Most Littered Nation In the World"_ yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.
Padahal  program membaca  ini tidak hanya digencarkan oleh pemerintah dalam program literasinya, melainkan juga sudah diperintahkan di dalam salah satu kitab suci agama yang sebagaian besar dianut oleh bangsa Indonesia. Disana tertulis IQRA’( bacalah), perintah membaca adalah perintah pertama sebelum perintah yang lain turun.
Mengapa kita perlu membaca? Biasanya jawabannya klise yang muncul adalah agar kita bisa menambah wawasan kita, bisa membuka cakrawala dunia dll. 

Jawaban di atas baik, tapi ada yang kita lupakan tentang tujuan  membaca ini yang jauh lebih penting, yaitu agar anak-anak kita lebih mengenal pencipta nya, karena membaca akan lebih membuat anak-anak  mengenal “siapakah dirinya”, maka disitulah dia mengenal siapa Tuhannya. 

*MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA*

Sekarang kita akan belajar bagaimana tahapan-tahapan agar anak-anak kita *SUKA MEMBACA tidak hanya sekedar BISA. Agar ke depannya mereka SUKA MENULIS.*

🌼🌸🌼🌸🌼🌸

Kita akan memulai dengan berbagai tahap ketrampilan Berbahasa. 

πŸ’ *TAHAP MENDENGARKAN* 

a. *Sering-seringlah berkomunikasi* dengan anak, baik saat mereka di dalam kandungan, saat mereka belum bisa berbicara dan saat mereka sudah mulai mengeluarkan kata-kata dari mulut kecilnya.

b. Buatlah berbagai *forum keluarga* untuk memperbanyak kesempatan anak mendengarkan berbagai ragam komunikasi orang dewasa di sekitarnya.

c. *Setelkan berbagai lagu anak*, cerita anak yang bisa melatih ketrampilan mendengar mereka.

d. *Bacakan buku-buku anak dengan suara yang keras* agar anak – anak bisa melihat gambar dan telinganya bekerja untuk mendengarkan maksud gambar tersebut.

e. *Sering-seringlah mendongeng/membacakan* buku sebelum anak-anak tidur. Jangan pernah capek, meski anak meminta kita mendongeng/membaca buku yang sama sampai puluhan kali. Begitulah cara menyimak,

πŸ’*TAHAP BERBICARA*

a. Di tahap ini anak belajar berbicara, kita sebagai orang dewasa belajar mendengarkan. Investasikan waktu kita sebanyak mungkin untuk mendengarkan *SUARA ANAK*

b. *Jadilah pendengar yang baik*, disaat anak-anak ingin membacakan buku untuk kita, dengan cara mengarang cerita berdasarkan gambar, apresiasi mereka.

c. Jadilah murid yang baik, disaat anak-anak kita ingin menjadi guru bagi kita, dengan cara *membuat simulasi kelas*, dan dia menjadi guru kecil di depan.

d. *Ajaklah anak-anak bersilaturahim* sesering mungkin, bertemu teman sebayanya dan orang lain yang di atas usianya bahkan di bawah usianya untuk mengasah ketrampilan mendengar dan berbicaranya.

πŸ’*TAHAP MEMBACA*

a. *Tempelkan tulisan-tulisan dan gambar-gambar* yang jelas dan besar di sekitar rumah, terutama tempat-tempat yang sering di singgahi anak-anak

b. *Tempelkan tulisan/kata* pada benda-benda yang ada, misalnya, tempelkan kata- “televisi” pada pesawat televisi.

c. Buatlah *acara membaca bersama* yang seru, misalnya perpustakaan di bawah meja makan

d. Sekali waktu, *ajaklah* anak-anak ke pangkalan buku-buku bekas, pameran buku dan toko buku

e. Siapkan alat perekam dan *rekamlah* suara anak kita yang sedang membaca buku

f. Biasakanlah *surat-menyurat* dengan anak di rumah. Misalnya , dengan menempelkan pesan-pesan di kulkas atau buatlah parsi (papan ekspresi) di rumah

g. Dorong dan ajak anak kita untuk *membaca apapun* label-label pada kemasan makanan, papan reklame dan masih banyak lagi

h. Berikan *buku-buku berilustrasi* tanpa teks.  Warna mencolok dan menarik akan merangsang minat untuk membaca, sekaligus membangkitkan rasa ingiin tahunya. Selanjutnya berikan buku full teks dengan ukuran huruf yang besar-besar.

i. *Komik* juga menarik sebagai pemancing rasa ingin tahu dan gairah membaca anak (tentunya perlu selektif dalam memilih komik yang tepat).

j. Ajaklah anak *bertemu* dengan pengarang buku, ilustrator, komikus, penjual buku, bahkan penerbit buku.

k. *Dukung hobi anak* kita dan sangkut pautkan dengan buku. 
Misalnya, buku tentang perangko untuk anak yang hobi mengkoleksi perangko, buku cerita tentang boneka untuk anak yang suka boneka dan sebagainya

l. *Budaya baca* bisa ditumbuhkan dari ruang keluarga yang serba ada. Ada buku-buku yang mudah diambil anak,  ada mainan anak,  ada karya-karya anak dalam satu ruangan tersebut.

m. Ajaklah anak untuk *memilih bukunya sendiri*, tapi tentunya dibawah bimbingan kita agar tidak salah pilih

n. *Contohkan kebiasaan membaca* dan mengkoleksi buku dengan sungguh-sungguh dan konsisten

o. *Buatlah pohon literasi keluarga*, caranya:
πŸ“ŒMasing-masing anggota keluarga memiliki pohon dengan gambar batang dan ranting, tempelkan di dinding. 
πŸ“ŒSiapkanlah daun-daunan dari kertas sebanyak mungkin, setiap kali anak-anak selesai membaca, tuliskan judul buku dan pengarangnya di daun tersebut.
πŸ“Œkemudian tempelkan di pohon dengan nama anak tersebut. 

Cara ini bisa untuk melihat seberapa besar minat baca masing-masing anggota keluarga kita, hanya dengan melihat seberapa rimbun daun-daunan di pohon masing-masing.

πŸ’*TAHAP MENULIS*

a. *Siapkan satu bidang tembok* di rumah kita, tempelkan kertas flipchart besar disana dan ijinkan anak-anak untuk menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan atau coretan.

b. Berilah kesempatan dan dorong anak kita untuk *menulis  apapun* yang dia lihat, dengar, pegang dan lain-lain

c. *Siapkan buku diary keluarga*, masing-masing anggota keluarga boleh menuliskan perasaaannya di buku diary tersebut, sehingga akan membentuk rangkaian cerita keluarga yang kadang nggak nyambung tapi seru untuk dibaca bersama.

d. *Buat buku jurnal/ buku rasa ingin tahu* anak dari kertas bekas,   ijinkan setiap hari anak menuliskan apa yang dia alami apa yang memunculkan rasa ingin tahunya di dalam buku tersebut.

e. *Hiraukanlah* tanda baca, huruf besar, huruf kecil dll, saat anak-anak mulai belajar menulis. Biarkanlah anak merdeka menuangkan isi pikirannya, hasil bacaannya, tanpa terhenti berbagai kaedah –kaedah menulis yang harus mereka pahami. Setelah anak-anak lancar menulis baru setahap demi setahap ajarkanlah berbagai macam kaedah ini.


Salam Ibu Profesional,


/Tim Fasilitator Bunda Sayang /


πŸ“šSumber  Bacaan :

_Kontributor Anatalogi Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, Gaza Press, 2014_

_Pengalaman Bunda Septi dalam mengembangkan ketrampilan berbahasa di keluarganya, Wawancara, Kelas Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, 2017_

_Andi Yudha Asfandiyar. Creative Parenting Today : Cara praktis memicu dan memacu kreatifitas anak melalui pola asuh kreatif. Bandung : Kaifa. 2012_

http://www.supernanny.co.uk/Advice/-/Learning-and-Education/-/4-to-13-years/Help.-My-child-doesn’t-like-reading.aspx








🍯 *Cemilan Rabu* 🍯
*Materi #5:* *Menstimulasi Anak Suka Membaca*

*Tahap Perkembangan Membaca Anak Usia Dini*

πŸ“šMembaca adalah salah satu kemampuan bahasa yang penting bagi anak.

πŸ“šMembaca juga dapat meningkatkan daya imajinasi anak dan meningkatkan kosakata anak dan masih banyak manfaat membaca lainnya. 

πŸ“œBerikut tahapan membaca yang dapat dilakukan oleh anak usia dini.


*Tahapan Perkembangan Membaca Anak Usia Dini*

*πŸ“–1. Tahap fantasi (Magical Stage)*
Anak mulai belajar menggunakan buku, mulai berfikir bahwa buku itu penting, melihat atau membolak-balikkan buku dan kadang-kadang anak membawa buku kesukaannya.

πŸ“– *2. Tahap Pembentukan Konsep Diri Membaca (Self Concept Stage)*

Anak memandang dirinya sebagai pembaca, dan mulai melibatkan diri dalam kegiatan membaca, pura-pura membaca buku, memberi makna pada gambar atau pengalaman sebelumnya dengan buku, menggunakan bahasa buku meskipun tidak cocok dengan tulisan

πŸ“– *3. Tahap Membaca Gambar (Bridging Reading Stage)*

Pada tahap ini anak menjadi sadar pada cetakan yang tampak serta dapat menemukan kata yang sudah dikenal, dapat mengungkapkan kata-kata yang memiliki makna dengan dirinya, dapat mengulang kembali cerita yang tertulis, dapat mengenal cetakan kata dari puisi atau lagu yang dikenalnya serta sudah mengenal abjad

πŸ“– *4. Tahap Pengenalan Bacaan (Take Off Reader Stage)*

Anak tertarik pada bacaan, berusaha mengenal tanda-tanda pada lingkungan serta membaca berbagai tanda seperti kotak susu, pasta gigi atau papan iklan

πŸ“– *5. Tahap Membaca Lancar (Independent Reader Stages)*

Pada tahap ini anak dapat membaca berbagai jenis buku yang berbeda secara bebas, menyusun pengertian dari tanda, pengalaman dan isyarat yang dikenalnya, dapat membuat perkiraan bahan-bahan bacaan. Bahan-bahan yang berhubungan secara langsung dengan pengalaman anak semakin mudah dibaca

Sumber:

https://ilmupengetahuanibu.com/2016/11/18/tahapan-perkembangan-membaca-anak-usia-dini/

https://yudhistira31.wordpress.com/2008/12/22/tahap-perkembangan-kemampuan-membaca-pada-anak/



Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛




πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ
*Tantangan Level 5*

Iqra! Bacalah! Perintah Tuhan pertama kali ini mengingatkan kita bahwa membaca merupakan sebuah proses penting dalam mengenal diri.

Membaca merupakan jembatan ilmu, makanan bagi otak, dan juga bisa melatih imajinasi. Serta banyak lagi manfaat dari membaca.

Yuk, jadikan diri kita teladan bagi anak dan keluarga!

🌴 *Jadilah teladan*
✅ Jadwalkan _family reading time_, membacalah bersama anggota keluarga
✅ Buatlah pohon literasi untuk masing-masing anggota keluarga, rimbunkan dengan judul buku yang telah dibaca
✅ Diskusikan dengan anggota keluarga tentang buku yang telah dibaca, gunakan untuk menambah pengetahuan dan merekatkan hubungan dengan anggota keluarga lainnya


πŸ‘¨‍πŸ‘©‍πŸ‘§‍πŸ‘¦ *Bagi yang sudah memiliki anak*
πŸ“– Jadilah ibu teladan, membacalah bersama anak (sesuai dengan tahapan usia anak).
πŸ“· Dokumentasikan kegiatan membaca anda
πŸ“ Tempelkan judul buku yang telah dibaca pada pohon literasi

πŸ‘« *Bagi anda yang belum memiliki anak*
πŸ“– Membacalah!
πŸ“· Dokumentasikan kegiatan membaca anda
πŸ’­ Diskusikan dengan suami tentang buku yang sudah dibaca
πŸ“ Tempelkan judul buku yang telah dibaca pada pohon literasi

πŸ‘°πŸ» *Bagi anda yang belum menikah*
πŸ“– Membacalah!
πŸ“· Dokumentasikan kegiatan membaca anda
πŸ“ Rimbunkan pohon literasi dengan buku-buku yang sudah anda baca.


❕Gunakan hashtag
#GameLevel5 
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

❗Bagi anda yang menggunakan blog, tambahkan label
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*

⏳ Periode Tantangan: 
8-24 Juni 2017

Kirimkan tugas anda melalui link berikut:


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ

Sabtu, 03 Juni 2017

Tour to Jogjakarta

Project keluarga yang sudah lama dinanti adalah tour ke jogjakarta. Asyik liburan telah tiba,hore hatiku gembira.

Menjadi topik pembicaraan dalam obrolan keluarga tentang persiapan, pelaksanaan, kegiatan, kesehatan selama tour, penginapan, target, berbagi peran, persiapan kendaraan, makanan dan minuman, sounding ke syaina, dana untuk tour dan pembagian dana dll.Di rangkum dalam papan keluarga.



Tahap persiapan
Mulai dari membuat check list barang bawaan sampai packing. Umi bertugas membuat list barang bawaan dan eksekusi ke dalam koper dibantu oleh syaina sebagai tim hore.




Abi bertugas menyiapkan dan service kendaraan, mencari informasi penginapan dan booking penginapan.

Belajar dari pengalaman tahun lalu yang bisa dibilang gagal liburan karena harus pulang ditengah jalan sebelum liburan selesai. Beberapa penyebabnya adalah stamina syaina yang kurang fit, berangkat terlalu pagi,mood syaina kurang bagus, syaina tidak sempat salaman dengan eyangnya karena masih tertidur dan syaina yang tidak menyukai perjalanan malam hari.Akhirnya kami memutuskan untuk berangkat jum'at pagi, 19 Mei 2017 dengan berpamitan pada uti dan aung, wajah sehat dan sumringah dari syaina membuat kami tenang dan semangat untuk tour. Segala persiapan telah selesai dan saatnya let's go to jogjakarta.

Dalam perjalanan syaina lebih banyak tidur. Sesekali bermain dengan kami. Singgah di salah satu pom bensin di kebumen.Terdapat area bermain anak, syaina spontan mengajak kami bermain sambil makan snack. Tampaknya ananda sangat menikmati perjalanan ini, wajahnya berbinar.


Sekitar setengah jam kami bermain,kemudian kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Sekitar jam 2 siang kami tiba di hotel tulip. Alhamdulillah syaina langsung bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Syaina membantu saya dan abi membawa barang dari mobil ke kamar hotel. Syaina langsung istirahat.

Sore hari kami mulai menjelajah kota jogjakarta. Mencari beberapa kebutuhan kami. Entah apa yang membuat kami menyukai suasana kota gudeg tersebut. Perasaan nyaman dan khas jogja yang membuat kami selalu ingin berkunjung kembali ke jogja. Menikmati malam di malioboro, makan malam dan melihat pertunjukkan seni di jalan malioboro. 





Hari kedua kami bersiap untuk jelajah taman sari dan keraton jogjakarta. Tujuannya adalah untuk wisata sejarah agar syaina kaya wawasan dan tour de talent beberapa profesi yang ada disana. Di taman sari dan keraton kami belajat sejarah tentang istana dan kehidupan keraton.Kebetulan sedang ada pagelaran wayang. Moment yang cocok untuk berkenalan langsung dengan budaya jawa yaitu wayang. Apa itu wayang? Siapa saja tokoh dibalik pertunjukan wayang? Bagaimana bentuk wayang? Jenis wayang? Alat musik pengiring pagelaran wayang? Dll. Seolah tidak ingin kehilangan moment, kami mendokumentasikan beberapa kegiatan kami disana. 










Jumat, 02 Juni 2017

Nikmat sakit syaina

Hari ini konsentrasi dan fokus saya penuh pada ananda yang sedang diberi nikmat sakit. Dibalik nikmat sehat terdapat nikmat sakit yang memberikan arti akan pentingnya menjaga kesehatan. Hari ini tepat hari pertama syaina masuk IGD sebuah RS swasta dan di rawap inap karena kondisinya dengan demam tinggi 39.1 derajat celcius,diare selama dua hari dan muncul tanda dehidrasi ringan-sedang,tidak mau makan dan minum serta minum obat sejak pagi setelah dibawa periksa ke dokter. Naluri seorang ibu yang khawatir akan kondisi anaknya,membuat saya dan abi tanpa pikir panjang langsung membawa ananda ke RS.
Seminggu setelah tour ke jogja, pulang dengan membawa sejuta cerita bahagia.

Hari jum'at tanggal 25 mei 2017,sehari menjelang puasa ramadhan. Berawal saat syaina tidak mau diajak saya dan abi ke acara seminar parenting. Berlanjut dengan hari senin,kami ajak belanja keperluan apotek. Syaina memberi signal bahwa ananda tidak mau ikut sambil berkata "umi tah pergi-pergi terus, kan cape".Seolah saya tidak bisa menangkap, memahami dan berempati atas kata-kata dan sikapnya. Saya malah memaksa ananda untuk tetap ikut kami pergi, dengan pertimbangan di rumah tidak ada yang menjaga karena utinya sibuk dengan rutinitas beliau. Saya tidak tega jika harus menitipkan ananda kepada utinya. Selama perjalanan belanja syaina menikmatinya, sambil bermain paytrend sebagai orang yang sedang belanja disupermarket. Ditengah kegiatan belanja,tiba-tiba saya mendapatkan kabar duka bahwa uyut telah kembali ke rahmatullah. Inalillahi wa ina ilaihi rojiun.... 




Akhirnya kami memutuskan untuk memotong kegiatan belanja kami. Kami langsung bergegas menuju kediaman uyut untuk melihat proses pemakaman uyut.
Syaina sudah menunjukkan penurunan daya imun,diawali dengam batuk,pilek dan badan hangat. Kami pikir itu hanya batuk pilek biasa yang akan sembuh dengan sendirinya seperti waktu-waktu lalu. Selasa pagi kami berangkat ke purwokerto untuk melanjutkan belanja yang belum selesai kemarin. Syaina yang batuk pilek masih tampak ceria dan menikmati perjalanan kami. Banyak makan dan banyak minum.Saya pikir it's OK!


Kamis sore kami ajak ke tempat pijat karena khawatir kecapean dan badan ananda sakit. Badan sudah mulai demam tinggi. Saat itu,saya cek suhu badannya menunjukkan angka 39,5 derajat celcius.




Demam sepanjang malam membuat saya tidak bisa tidur berlanjut sampai jum'at siang. Ananda sudah tidak mau makan, minum, dan minum obat. Disertai muntah dan diare. Akhirnya kami bawa ke rumah sakit. Menurut diagnosa dokter, syaina didiagnosa sementara radang usus.Saya kembali flashback terhadap asupan makan ananda selama ini.Evaluasi dan fokus pada proses pengobatan ananda. 

Yups, rawat inap artinya syaina harus menghadapi tantangan untuk adaptasi beberapa hari kedepan di RS. Tantangan terberat adalah ketika syaina untuk kali pertama harus diinfus,otomatis harus berhadapan dengan jarum suntik.Saya sounding dan yakinkan bahwa Allah didekat kita. Ini salah satu cara ikhtiar kita untuk sembuh ya nak. Saya khawatir ada penolakan histeris dari syaina.Tetapi diluar dugaan, ketika perawat memasang infus, syaina saya peluk dan terus sounding. Alhamdulillah lancar jaya,tanpa ada jeritan dan penolakan histeris dari syaina. 




Bahwa sehat sangat berharga
Bahwa sehat sangat penting
Bahwa sehat adalah nikmat allah yang tak ternilai
Bahwa sakit adalah nikmat allah agar kita tahu apa arti sehat. 
Sakit dan sehat adalah kehendak-Nya. 
Allah yang maha memberikan kesembuhan dan memberikan sakit. 
Bahwa Allah sayang dengan syaina, sehingga syaina disuruh untuk banyak istirahat, makan, minum dulu. 
Insya Allah syaina bisa sembuh lagi dan kita terus berdoa minta kesembuhan sama Allah. 






Minggu, 28 Mei 2017

Warna-warni ramadhan dan project "KPK"

Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT yang memberikan kami nikmat sehat dan umur panjang, sehingga kami masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bulan ramadhan. Puasa bersama dan beberapa tradisi saat puasa yang membuat kami merindukan ramadhan. Untuk meningkatkan semangat dalam menjalankan ibadah puasa, bersama-sama kami membuat ramadhan chart dan membuat daftar kegiatan keluarga selama ramadhan.Project ini kami beri nama "warna-warni ramadhan". Kami tempelkan dipapan khusus dan kami hias dengan pernak pernik.Semua anggota keluarga terlibat. Umi bertugas membuat ramadhan chart, mencari gambar-gambar cantik bernuansa ramadhan,mencetak tulisan, memompa balon dan memasang pernak-pernik.Abi bertugas untuk menggunting dan merapikan kertas seletah dicetak, menempelkan tulisan di papan, sebagai penasehat. Syaina bertugas membantu umi memompa balon, menempel gambar bertema ramadhan dan tim hore. Melibatkan syaina dalam kegiatan ini untuk menumbuhkan ghairah dan cinta ramadhan. Akhirnya papan warna-warni ramadhan selesai dibuat dan siap untuk mengisinya dengan kegiatan ibadah setiap hari. 





Alhamdulillah setelah lancar dua hari menjalankan ibadah puasa, syainapun mulai belajar mengenal apa itu puasa.Memberikan ekspresi bahagia setiap menjalankan kegiatan dibulan ramadhan agar tumbuh imaji positif tentang puasa.Saya belum mewajibkan syaina berpuasa, saya lebih fokus untuk menumbuhkan fitrah keimanan dan kecintaan terhadap ramadhan. Setiap kali syaina makan dan minum disiang hari kita maknai sebagai sahur dan buka puasa. Mengucap syukur bersama atas nikmat yang telah diberikan Allah swt. Setiap menjalankan ibadah lain, saya libatkan syaina.Ketika syaina akan saya libatkan dalam shalat tarawih, saya luruskan niat sebagai wujud ibadah.Karena tidak mudah untuk membawa syaina yang masih berusia 2 tahun 10 bulan untuk tertib dan tenang dimasjid. Saya sounding sebelum berangkat ke masjid tentang apa itu masjid, mengenalkan masjid sebagai tempat ibadah bersama yang menyenangkan, mengenalkan adab ketika dimasjid dengan hati-hati agar tidak timbul imaji negatif.Diawal raka'at shalat taraweh syaina bisa tertib dan tenang mengikuti gerakan shalat. Lama kelamaan syaina mulai tertarik untuk bermain bersama temannya di masjid. Suara teriakan anak-anak pun mulai terdengar. Hati-hati dalam menegur syaina,menggunakan bahasa anak-anak dan menghindari muka masam. 

Project keluarga diawal puasa adalah sedekah berbagi buah kurma dan air mineral kemasan kepada pengunjung yang hendak berbuka. Saya libatkan syaina dalam proses membungkus kurma.Sambil bercerita tentang indahnya berbagi dan apa itu kurma. Syaina mengambil plastik dan memasukkan dua buah kurma ke dalamnya. Saya buatkan tulisan sebagai tanda bahwa pengunjung dipersilahkan mengambil kurma dan air mineral gratis. Abi bertugas menempelkan tulisan dan mendokumentasikan kegiatan. 




Itulah beberapa kegiatan yang kami lakukan diawal ramadhan. Menjalankan ibadah dengan niat karena allah, memaknai setiap kegiatan sebagai ibadah, melibatkan anak dalam setiap kegiatan ibadah dan tidak lupa untuk selalu bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan-Nya. 


#ODOPfor99days

Kamis, 18 Mei 2017

Suka cita menyambut bulan ramadhan

Satu pekan kedepan tiba saatnya bulan yang ditunggu yaitu bulan suci ramadhan.Alhamdulillah ucapan syukur kami panjatkan kepada Allah Swt,yang telah memberikan nikmat sehat dan panjang umur sehingga kami sekeluarga masih diberikan kesempatan untuk menyambut bulan suci ramadhan.

Sejumlah agenda ramadhan pun harus kami siapkan.Membuat family project di bulan ramadhan.Saat yang tepat untuk mensucikan diri,menahan diri dari hawa nafsu,kesempatan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.Tantangan terbaru di ramadhan kali ini adalah bagaimana cara yang menyenangkan untuk memperkenalkan apa itu puasa di bulan ramadhan kepada ananda.Tahap pencarian idepun berlangsung.Tanpa sengaja saya membuka facebook dan melihat ada posting salah satu keluarga yang ingin memperkenalkan ramadhan kepada si kecil dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.Idenya sangat keren yaitu membuat game penyambutan bulan suci ramadhan dengan cara menghias ruangan dengan balon untuk menghitung mundur hari datangnya bulan puasa. 

Saya mencoba untuk mengadopsi ide tersebut dan memodifikasi idenya.Melibatkan syaina dalam proyek ini.

Tahap 1.Syaina dan saya membeli balon untuk dipompa.Kami pompa balon satu persatu hingga berjumlah 9 balon.Hari itu adalah 9 hari menuju bulan ramadhan.Saya dan syaina bergantian memompa balon.Beberapa balon ada yang meletus ditengah jalan.Setelah semua balon dipompa,kami membuat tulisan nama hari sebagai tanda bahwa satu per satu balon akan diledakkan setiap harinya.Satu per satu tulisan nama hari tersebut ditempelkan pada balon.Syaina membantu proses mengambil isolasi dan pemasangan.Balon dirangkai pada satu tali secara berturut-turut.Tidak lupa kami membuat gambar pelangi bertuliskan "HAPPY RAMADHAN".Bersamaan dengan kegiatan ini saya sounding tentang apa itu puasa di bulan ramadhan,kegiatan apa saja yang khas pada bulan ramadhan.

Tahap 2.Kami memilih tempat untuk memasang rangkaian balon tersebut.Pilihan kami jatuh pada kamar tidur.Saat memasang,sambil bercerita dan bernyanyi tentang puasa.Saya tantang syaina untuk meledakkan satu balon.Ananda mengambil jarum dan berhasil meledakkan satu balon.Hore 9 hari lagi kita puasa.Ditutup dengan membaca buku berjudul "aku belajar puasa"




Bulan ramadhan adalah bulan yang dinanti.Bulan yang penuh berkah dan pengampunan.Saat yang tepat untuk menumbuhkan fitrah keimanan.Saya dan abi membuat to do list sebagai fampro di bulan ramadhan.Beberapa diantaranya adalah

  1. Taraweh keliling masjid disekitar rumah.
  2. Memperbanyak berbagi kepada sesama.Kami membuat project berbagi untuk pengunjung apotek yang hendak berbuka dengan menyiapkan dua potong buah kurma dan segelas air mineral.Bersama teman-teman Intitute Ibu profesional,kami membuat kegiatan buka bersama dengan anak yatim dipanti asuhan terdekat.
  3. Infaq setiap berkunjung ke masjid
  4. Memperbanyak sedekah terutama hari jum'at
  5. Sahur dan buka bersama keluarga.
  6. Menyiapkan santapan sahur dan buka bersama-sama.
  7. Tadarus alqu'an dan menghadiri pengajian.
  8. Diakhiri dengan takbir lebaran.



#ODOPfor99days

Game "Kodok Loncat"

Sesekali uminya bingung mau game apa lagi dengan syaina.Aha!Pas banget di game cangkrukan ada tantangan game baru.Tema game kali ini adalah kodok loncat.Permainan yang belum pernah kita coba berasama keluarga.Umi dan abinya belum pernah membuat origami kodok loncat.Seperti mendapatkan durian runtuh.Bu lurah cangkrukan yaitu mbak ara memberikan kami panduan video tutorial kodok loncat.

Ada sisa kertas origami yang tidak terpakai.Saya mengajak syaina untuk membuat kodok.Syaina mengikuti saya melipat kertas origami versi anak-anak,hasilnya antah berantah.Yes,We can!

Ini kali pertama keluarga kami bermain kodok loncat.Penasaran saat proses pembuatan sampai tahap perlombaan.Abi dan syaina menjadi peserta lomba.Kodok milik abi berwarna pinky dan kodok milik syaina berwarna kuning.Siapa yang berhasil mencapai finish,akan mendapatkan hadiah balon dari juri (uminya).Saat perlombaan dimulai,kodok milik syaina berjalan lambat dibandingkan kodok milik abi yang meloncat bergaya salto.

Dan pemenangnya adalah abi....
Asyek dapet balon.πŸ‘

Syaina masih asyik mencoba mengejar kodok milik abi yang sudah mencapai finish dan beberapa kali dibantu abinya.

Permainan kodok loncat dilanjutkan pada sore hari bersama teman sebaya syaina.Teman syaina yang awalnya tidak bisa cara memainkan kodok agar bisa meloncat,dengan terus mencoba berlatih akhirnya mereka pun berhasil membuat kodoknya meloncat.Riang sekali mereka bermain.Mereka berlomba kecepatan loncat kodok sampai garis finish.





#Cangkrukanhs
#Kodokloncat
#KeluargaPelemKalih(KPK)
#ODOPfor99days