Jumat, 19 Juli 2019

Perjalanan KPK belajar bisnis dan eksplore jogja

12-15 Juli adalah perjalanan kpk ke jogja untuk belajar lagi tentang bisnis apotek. Kami berbagi peran. Abi belajar menimba ilmu tentang bisnis apotek selama dua hari. Umi dan syaina belajar bersama di tempat yang berbeda.


Selama workshop dua hari, abi mendapat pengalaman berharga, melahirkan beberapa keputusan mantap dan siap berkolaborasi bersama be "A" home team. Umi merasa terharu dan bahagia melihat keputusan ini. 

Ini adalah kali pertama umi dan syaina bermain dan bepergian di luar kota tanpa diantar abi. Kami memilih kendaraan umum yang bisa diakses via gedget. 

Hari pertama tanpa abi, kami memilih berkunjung ke grahatama pustaka di bantul. Sebuah perpustakaan yang asyik bukan hanya untuk orang dewasa tetapi juga untuk anak-anak. Disini terdapat beberapa ruang bermain anak, diantaranya ruang buku anak, ruang musik, ruang dongeng, ruang permainan anak dan bioskop 6D. Diantara ke lima ruangan tersebut, syaina paling tertarik di bioskop 6D. Pengalaman pertamanya melihat film 6D di bioskop. Hal yang membuatnya tertarik adalah didalam bioskop syaina memakai kacamata 6D dan duduk dikursi yang bergoyang-goyang saat film diputar. Seru...... 😍😂.






Syaina tak begitu menyukai aktivitas didalam ruangan, sehingga disana kami hanya bermain kurang lebih 1,5jam saja. 

Kami lanjut renang di hotel. Syaina tak pernah bosan bermain air.  Matanya berbinar 😍 dan terikannya all out tanda bahagianya ananda berenang.



Hari kedua tanpa abi, agenda kami adalah ke taman pintar. Disini kami mencoba hal baru yang belum pernah dicoba syaina yaitu melukis gerabah, mencetak gerabah,melihat planetarium,  dan bermain mobil-mobilan. 







Saat melukis gerabah, syaina mampu menyelesaikan dari awal sampai akhir proses. Tapi responnya biasa saja, hanya sekedar menjalankan proses awal sampai akhir.  Sedangkan saat mencetak gerabah, syaina tak begitu menyukainya,dia hanya memegang tanah liatnya saja, tak kunjung membuatnya menjadi sebuah bentuk tertentu. 

Kami lanjut ke planetarium, melihat film tentang planet. Didalam ruangan ini kondisi lampu dimatikan, gelap seperti melihat film dibioskop. Syaina tak begitu menyukainya sehingga saat film diputar, syaina minta keluar ruangan. Umi berhasil menahan sampai film usai. Film ini bercerita tentang planet, proses terbentuknya planet, profesi astronot dan cara pergi ke planet. Film ini mampu menumbuhkan fitrah iman ananda. Bahwa allah yang menciptakan dan mengatur semuanya sehingga bisa berjalan teratur. Masya allah. . .

Mobil-mobilan adalah wahana  terakhir di taman pintar yang kami coba. Syaina baru kali pertama mencoba naik mobil-mobilan. Disini syaina belajar gentang rambu lalu lintas, aturan yang ada dijalan saat berkendara, dll. 
Syaina menunggu giliran naik mobil-mobilan. Tiba gilirannya bermain, hanya instruksi sedikit dari pemandu, syaina sudah mampu menjalankan dan mengendalikan mobil-mobilan. Happy sekali, sampai minta dua kali naik tapi sayang loket sudah tutup. Ternyata kemampuannya cepat mengendalikan mobil-mobilan diperoleh dari pengalaman syaina yang sering ikut mengendalikan sepeda motor saat bepergian dengan abi. 



#Portofoliosyaina
#4y11m

Field trip KPK ke Museum Gunung Merapi

Sabtu, 15 Juni 2019 Kami kpk berkunjung ke museum gunung merapi.
Field trip menjadi cara belajar terfavorit KPK. Melihat langsung hal yang ingin kami tahu. 

Disana kami terutama syaina belajar tentang alam, ya gunung merapi salah satu gunung berapi di indonesia. 
Melihat miniatur bentuk gunung merapi, menonton film erupsi gunung merapi. melihat benda-benda dampak letusan gunung, urutan material yang dikeluarkan saat erupsi, apa yang harus dilakukan saat siaga erupi, bagaimana kita harus memperlakukan alam dan masih banyak hal lain. 

Syaina belum begitu tertarik dengan hal detail di museum. Ada satu spot yang membuatnya curios, saat syaina melihat foto seorang ibu yang terkena dampak erupsi. 
Kenapa ibunya menangis? 
Kenapa mukanya seperti itu?  (hitam penuh abu).

Syaina sempat mengabadikan dalam bentuk video,perjalanannya saat di museum. Happy saat ananda memvideokannya ala ala you tuber.  

Selebihnya ananda hanya mengamati saja.


Sesampainya dirumah Umi dan syaina bermain tema gunung. Kami bereksperimen membuat lava yang keluar dari gunung saat erupsi. Saat membuat lava bottle, syaina tertarik saat memasukkan tablet efervesent ke dalam botol berisi minyak, air dan pewarna makanan. Tablet evervesebt yang bersifat basa bereaksi dengan asam lemak pada minyak menghasilkan gas karbondioksida yang ingin keluar dari botol dengan cara naik ke atas.
Begitu pula reaksi yang terjadi saat eksperimen lemon vulcano. Asamnya berasal dari lemon dan basa berasal dari soda kue menghasilkan gas karbondioksida.
Media yang lain pun kami gunakan untuk eksperiman yang sama.Kami membuat bentuk gunung dari kertas karton dibentuk kerucut, didalamnya terdapat botol kosong yang diisi soda kue, sabun cuci piring, pewarna makanan dan air hangat. Saat cuka mulai dimasukkan dalam botol, reaksi terjadi. Byur menyapu rumah-rumahan, pohon-pohonan dan orang yang tinggal disekitar gunung. Syaina happy saat melihat perubahan yang nampak pada eksperimennya.

Dari percobaan ini,kami belajar bagaimana seharusnya bertindak/berikhtiar saat gunung akan meletus. Misalnya dengan tetap waspada memantau instruksi status dari bmkg, berdoa meminta keselamatan pada Allah, mengungsi,dll.





#PortofolioSyaina
#4y10m


Kamis, 16 Mei 2019

Permen madu.....


Trial and error. Kemarin pagi,aku diingatkan oleh syaina.
Mi, katanya kita mau bikin permen madu?
Oiya, umi lupa. Terima kasih ya sudah mengingatkan umi.

Siangnya baru bisa mempersiapkan alat dan bahan. Beli bahan-bahannya di toko kue terdekat,menggunakan alat yang ada di rumah.

Ide membuat permen madu ini muncul dari e book hompimpa. Syaina juga akhir-akhir ini sering minta makan permen, tapi permen yang dipasaran kurang sesuai dengan value keluarga.Oke,kenapa tidak kita buat permen sendiri yang lebih sehat?





#Portofoliosyaina
#Indahnyaramadhanberbagi

Selasa, 23 April 2019

Aku anak pemberani


Beberapa hari yang lalu (18-21/04/2019) KPK ada agenda ke jogja. Syaina sangat berbinar ketika mendekati waktu keberangkatan. Selalu menanyakan kapan kita berangkat dengan wajah berbinar.

Ada sikap yang berbeda dari syaina yang saya amati sebelum berangkat ke jogja dan sepanjang kami pergi ke jogja. Keberanian syaina mulai terlihat, rasa percaya dirinya mulai tumbuh.Berani berkenalan dan menyapa orang asing yang baru ananda jumpai.Berawal dari sikap sksd mendekati orang baru baik anak-anak maupun orang dewasa, menanyakan namanya dan lanjut ngobrol ala ala ananda. Dan orang baru tersebut sepertinya enjoy menanggapi syaina dan mereka asyik ngobrol.

 Beberapa diantaranya:
  • Berani meminta izin meminjam kursi kasir saat dimoro.
  • Berani menanyakan nama kepada teman barunya dan bermain bersamanya. 
  • Berani memberikan sendiri menu pesanan ke resepsionist hotel tanpa diantar uminya.
  • Berani main sendiri saat diraminten tanpa ditemani uminya. Jarak umi dan abi dengan syaina saat bermain di raminten beda lantai tetapi masih bisa teramati oleh kami. Tertangkap kamera saat ananda berhasil mendapatkan teman baru dan bermain dengannya.
  • Berani menyampaikan keinginannya untuk membatik kepada mba-mba yang menawarkan mbatik.Dan mau jalan berdua bersama mbaknya menuju tempat mbatik lanjut mbatik bersama. Foto sendiri usai mbatik tanpa ada uminya.
  • Berani maju ke panggung dan joget bersama saat ada acara pentas seni di raminten. 
  • Berani membeli minuman sendiri ke pkl. 
  • Saat dimatahari syaina tiba-tiba dapet temen baru dan mainan bareng. 
  • Saat dimatahari syaina berhasil kenalan dengan spg matahari. "mi, itu namanya mbak sita, aku main sama mbaknya ya".Saat itu umi bingung siapa itu sita dan melarang syaina saat ananda izin ingin main mba sita. Pertimbangan saat itu,umi tidak tahu siapa itu sita yang baru ananda kenal, rasa khawatir sebagai ibu muncul. Dan ternyata setelah ditunjukkan oleh syaina, sita adalah spg matahari. Oalah. ...maafkan umi ya nak yang kurang berempati padamu. 
  • Saat di sakola, umi sedang mencoba baju dikamar pas.Tak jauh dari kamar pas, terdengar suara syaina menyapa orang baru.Mereka asyik ngobrol. Umi tenang membiarkan syaina ngobrol, karena suaranya masih terdengar oleh umi dan setelah dilihat ternyata syaina ngobrol dengan mbak karyawan sakola.
  • Berani membayar belanjaannya saat di mall malioboro.


Berani meminjam kursi kasir


Berani mendekati dan main bareng dengan orang baru



Kenalan dan main dg temen baru direminten


Maju dan joget di show raminten


Berani mbatik sendiri dengan orang baru tanpa ditemani umi


Ada hal yang saya amati saat mbatik. Tingkat konsentrasi dan fokus syaina menunjukkan ada peningkatan. Bersabar mengikuti pola batik yang ada dipatung batiknya sampai proses mewarnai. Mewarnai patung batiknya sesuai keinginan warnanya dan detail mengikuti bagian-bagian tubuh patung. Perkembangannya terus bertumbuh. Berbeda dengan beberapa waktu lalu saat syaina berusia tiga tahunan,minat dan rentang konsentrasinya saat mbatik sangat jauh dibandingkan sekarang. Dulu tak mau mengikuti pola gambar dipatung batik, mewarnai asal saja tak mengikuti bagian-bagian patung (misal mata, hidung, mulut dll)

Hasil mbatik 3y (kanan)  dan 4y9m (kiri) 

Foto sendiri usai mbatik

Mencoba memahami apakah ini bagian dari tumbuh kembangnya sesuai tahap usianya atau ini adalah tanda-tanda salah satu bakat yang dimilikinya? Entahlah kami belum berani menyimpulkan. Kalau bakat mungkin relator (senang menjalin hubungan), atau mungkin woo (senang bertemu orang-orang baru).



#Portofoliosyaina
#4y9m


Jumat, 22 Maret 2019

KPK goes to Boargame land

Beberapa pekan lalu, 9-10 Maret 2019 KPK hadir diacara boardgame. KPK berbinar saat hendak berpergian ke luar kota bertemu keluarga ideologis atau belajar tentang pendidikan keluarga dan anak. 

Pertama kali tahu istilah boardgame adalah saat event cangkrukan 2017. Melihat dan mencoba beberapa boardgame, waktu itu belum begitu tertarik dengan permainan papan. Saat ada pengumuman event boardgame, dengan hati 50:50 antara tahu/tidak,suka/tidak dengan acara boardgame ini.Kami mencoba memberanikan diri mendaftar.Terlintas dipikiran,bahwa akan bertemu dengan beberapa keluarga ideologis itupun sudah menjadi high energy ditambah ingin mencoba sesuatu yang baru yaitu boardgame, menambah wawasan seluruh anggota KPK, belajar bagaimana menghadirkan boardgame sebagai salah satu cara dan media pembelajaran bagi anak. 

Acara ini berlangsung dua hari satu malam. Haru pertama kami belajar tentang bagaimana memodifikasi boardgame yang sudah ada dan sering dimainkan menjadi boargame baru. Lanjut acara jagong budaya yaitu acara yang menampilkan berbagai kesenian indonesia. Ada seni tarian, bernyanyi dan talk show. Wawasan baru bagi syaina. Malam harinya, saya belajar bagaimana cara merancang dan membuat boardgame sendiri. Mencoba role and play beberapa boardgame. Hari terakhir, semua peserta pesta kostum, memakai kostum ala ala keluarganya dan unjuk diri dipanggung. Setelah itu semua peserta diajak berpetualang bersama beebo bermain boardgame di setiap station. Saya dan syaina sempat mencoba beberapa boardgame di station. Syaina belum begitu paham tentang aturan dan belum tertarik memainkannya. Bagi saya pribadi,  ternyata seru bermain boardgame. Memang saya harus mencoba banyak hal baru.Tidak akan pernah tahu suka/tidak suka sebelum mencoba. 










Permainan boardgame ini banyak sekali manfaatnya. Meningkatkan bonding antar anggota keluarga, media pembelajaran banyak hal, meningkatkan konsentrasi,  strategi,  kesabaran. Daripada nyandu gedget, lebih seru dan manfaat bermain boardgame. 

Sesi yang paling syaina sukai adalah menyanyi dan menari soundtrack beeboo. Wah sudah ada musik, langsung joget-joget. Hahahaha 😂.



Selasa, 19 Maret 2019

Boardgame Perdana Keluarga Pelem Kalih "Siapa Berani??"

Tujuan: 

  1. Meningkatkan bonding keluarga
  2. Sarana komunikasi antar anggota keluarga
  3. Melatih anak berani tampil percaya diri mengekspresikan jawaban dari setiap pertanyaan. 
  4. Melatih mengambil keputusan dalam permainan. 
  5. Melatih anak bersabar menunggu giliran.
  6. Sebagai sarana pendidikan seluruh anggota keluarga agar lebih mengenal adab dan pengetahuan. 
  7. Melatih kemampuan mendengar. 

Jumlah pemain: 3-5 orang.

Usia pemain: anak-anak usia 5 tahun keatas dan dewasa. 


Cara main:

  1. Setiap pemain secara bergiliran melempar dadu.
  2. Disetiap sisi dadu terdapat warna yang berbeda.
  3. Setelah dilempar, dadu bagian atas menunjuk warna yang digunakan untuk mengambil satu kartu dengan warna yang sama.
  4. Disetiap kartu yang diambil oleh setiap pemain terdapat pertanyaan yang harus dijawab. 
  5. Pemain yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar maka akan mendapatkan satu bintang. 
  6. Sebaliknya pemain yang tidak dapat menjawab pertanyaan dengan benar akan mendapatkan sangsi berupa dicoret oleh pemain lainnya. 
  7. Jika pemain melempar dadu dimana bagian atas dadu menunjuk warna putih artinya pemain pelempar dadu tersebut berhak mengambil kartu dengan warna bebas untuk menjawab sendiri pertanyaan pada kartu yang dipilih atau melempar pertanyaan kepada pemain lain yang ditunjuknya. 
  8. Jika pemain yang ditunjuk berhasil menjawab pertanyaan,dia berhak mendapatkan satu bintang,sedangkan pemain penunjuk yang mendapatkan sangsi dicoret. Tapi jika gagal maka pemain yang ditunjuk berhak dicoret oleh pemain penunjuk dan pemain penunjuk yang berhak mendapatkan bintang.

Cara menang:
Pemain yang mendapatkan bintang paling banyak adalah pemenangnya.

Output: Semua anggota bahagia, belajar dengan cara bermain yang menyenangkan.




Senin, 18 Maret 2019

Aku belajar menggambar huruf

4y8m adalah usia syaina saat ini. Beberapa anak seusianya sudah mampu calistung.Setiap orang tua ingin anaknya tumbuh baik sesuai tahap tumbuh kembang anak,termasuk mampu calistung. Di hampir usianya yang sudah menginjak lima tahun, wajar saya sebagai ibunya sedikit was-was alias terintimidasi saat syaina belum tertarik calistung seperti anak lain seusianya. Ujian kesabaran agar tidak menggegas anak demi terjaganya fitrah anak. Saya yakin suatu saat nanti diwaktu yang tepat saat ananda merasa membutuhkannya, syaina bisa melakukannya dengan bahagia tanpa digegas.Tak berlaku kaidah lebih cepat lebih bagus. Saat ini kami fokus pada menumbuhkan iman dan adab. 


Beberapa stimulus tentang calistung beberapa kali saya coba kenalkan tanpa menggegas sambil bermain dan saat ananda memintanya/sedang tertarik. 
Minggu 17 Maret, syaina tiba-tiba mengambil buku gambarnya dan memperlihatkan gambarnya dan menceritakan apa maksud yang ananda gambar. Dan ananda meminta saya menggambar bersama.Pas kebetulan waktu itu alas karpet yang kami pakai berisi tulisan huruf dan gambar. Umi iseng menantang syaina menggambar huruf awal dari gambar yang ada di karpet. Misal P untuk Pilot,maka syaina mencoba menulis huruf P dengan mencontoh dan seterusnya huruf yang lain.





Sehari kemudian saya terkejut ketika hendak mempersiapkan membuat pertanyaan boardgame, syaina menulis dilembar kertas. Biasanya tulisanannya hanya corat caret tak berbentuk huruf, kali ini ananda menuliskan beberapa huruf yang sudah ia tuliskan kemarin. Nampaknya ananda merekam kuat apa yang ananda lakukan kemarin dan mencoba mengekspresikan ingatannya dengan menuliskan ulang hari ini.






Tak perlu digegas, biarkan ananda melakukannya sesuai fitrah, rasa ingin tahunya dan melakukan dengan bahagia