Kamis, 26 Juli 2018

Allah maha pencipta dan maha memelihara makhluk ciptaanNYA.

Saat bermain ke sawah,kami singgah di gubug sawah.Kami menemukan ada sebuah lubang yang dibuat oleh hewan unik bernama undur-undur. Ini menarik dan bisa menjadi bahan ngobrol sekaligus belajar anak-anak. 

Kami menelisik lebih dalam apa isi di dalam lubang itu. Kami menemukan beberapa lubang diantaranya diisi oleh undur-undur. Mengamati tingkah laku undur-undur.


  1. Kenapa diberi nama undur-undur? Setelah mengamati lebih dekat ternyata hewan ini berjalan mundur. Hal inilah yang menjadi asal usul nama hewan unik ini.
  2. Muncul pertanyaan berikutnya.Kenapa undur-undur yang berjalan mundur ini tidak nabrak saat berjalan. Muncul berbagai jawaban yang membuat bahan tawa dan semakin penasaran mencari jawabannya.
  3. Apa undur-undur punya dua mata di depan dan dibelakang ya? searching di sumber resource ternyata undur-undur ini memiliki dua mata dibagian depan dan dua capit yang digunakan untuk menggali tanah berpasir dan menjerat mangsa.
  4. Bagaimana siklus hidup undur-undur?telur-pupa-larva-imago-dewasa
  5. Bagaimana cara undur-undur menggali tanah? Sehingga muncul lubang mengerucut ke dalam tanah? Sepasang capit dan kaki digunakan untuk menggali tanah berpasir halus dengan cara berputar seperti gasing dan menyusup kedalam tanah untuk bersembunyi menangkap mangsa. 
  6. Apa makanan undur-undur? Serangga kecil terutama semut. Betapa Allah memelihara ciptaanNYA dengan menghadirkan semut sebagai makanan undur-undur, merancang tubuh undur-undur dengan segala keunikannya untuk hidup dan menjalankankan misinya. 
  7. Bagaimana cara undur-undur menangkap mangsa? Serangga/semut yang mendekati dan terperangkap dalam lubang yang dibuat undur-undur akan menjadi bidikan empuk untuk disantap undur-undur. Ketika masuk lubang, segera di capit oleh undur-undur dan dibawa masuk ke dalam tanah.
  8. Dimana undur-undur tinggal? Habitat utamanya ada di tanah berpasir halus.
  9. Siapa yang menciptakan undur-undur yang hebat? Tentu saja Allah sang Maha pencipta Hebat. 
  10. Hebat mana undur-undur dengan yang maha menciptakannya? Tentu saja Allah yang maha hebat menciptakan semua makhlukNYA. 
  11. Warna undur-undur sama dengan tanah tempat persembunyiannya. Itu sebabnya agak sulit menangkap undur.



Pertanyaan-pertanyaan itu yang membuat kami mencari jawaban lebih jauh ke sumber resource dan muncul pertanyaan-pertanyaan berikutnya yang seolah tiada habisnya untuk memenuhi rasa ingin tahu kami dan mencapai puncak kekaguman kami atas maha karya sang MAHA PENCIPTA, semakin tumbuh fitrah iman kami dengan mempelajari seekor hewan ciptaaNYA.

Syaina lerlihat menikmati perjalanan menjelajah sawah dan menelisik lebih jauh tentang undur-undur. Mempraktekan bagaimana undur-undur berjalan dan menggali tanah, memangsa semut. 

Perjalanan mencari dan mengamati undur-undur dilengkapi dengan menonton video berdurasi 6menit tentang tingkah laku undur-undur, anatomi dan siklus hidup undur-undur.Syaina semakin tertarik. 









#Portofoliosyaina
#4y
#Sawah, 25/07/18


Senin, 23 Juli 2018

Allah maha menjaga dan melindungi "menjelajah sawah"

Beberapa hari ini syaina dan teman-temannya senang bermain di sawah. Beberapa orang dewasa dan anak-anak usia SD bermain layangan.

Kami anak-anak usia dini pun punya kegiatan sendiri, mencari jejak kehebatan ciptaan Allah menyusuri sawah "galengan". Alhamdulillah kami tinggal di desa yang memiliki hamparan alam yang luas,  sawah yang luas sehingga kami memiliki kesempatan untuk mengeksplorasinya. Anak-anak usia dini sangat antusias mencari jejak, berjalan di galengan menyusuri sawah dari satu udagan ke undagam berikutnya. Sejatinya memang fitrah anak-anak yang suka belajar dengan hal-hal baru.

Selama perjalanan,anak-anak menemukan halang rintang berjalan di sawah dari galengan yang sempit, sisa batang padi yang tinggi dan rapat, struktur tanah kering yang bolong-bolong dan pecah. Anak-anak tetep enjoy dan nampak menikmatinya dengan bahagia. Sepanjang jalan kami pun bercerita tentang keajaiban ciptaan allah yang kami temukan seperti kenapa layangan bisa terbang,  siapa yang membuat tanaman padi tumbuh,  siapa yang menciptakan sawah dan ekosistemnya, dimana allah berada, bisakah allah melihat kami,dll.

Banyak hal yang kami diskusikan selama perjalanan untuk menumbuhkan fitrah iman dan fitrah belajar anak-anak.  Tak jarang muncul ide-ide baru dari anak-anak. Mereka bebas menentukan rute perjalanan ke tempat yang mereka tuju. Kami berjalan dari gubug ke gubug lain. Ada yang menajadi pimpinan perjalanan dan menentukan rute perjalanan. Saya pun sebagai orang dewasa mengikuti instruksi pimpinan, sambil mengawasi mereka,  menahan rasa ingin segera membantu saat mereka menemukan kesulitan. Ketika menemukan halang rintang seperti harus memanjat dari satu galengan ke galengan lebih tinggi,  mereka antri bergantian dan saling menunggu,  membantu satu sama lain. Saat menemukan galengan dengan jarak yang dipisahkan oleh selokan, beberapa anak-anak lancar melewatinya dan syaina pun masih tahap belajar menimbang resiko. Syaina tampak ragu untuk loncat, rasa takut jatuh masih ada dalam pikirannya.  Akhirnya mereka pun saling membantu untuk mengulurkan tangan membantu temannya. Yeyeye akhirnya semuanya berhasil melewatinya. 

Kali ini syaina belajar tentang keseimbangan berjalan digalengan luas /sempit, tingggi/rendak,naik/turun. Melatih fitrah jasmani,  melatih koordinasi anggota geraknya, melatih fokus dan konsentrasi, membangkitkan fitrah iman tentang ciptaan allah, belajar faktor resiko, koordinasi dengan teman-temannya. 

Awal berjalan digalengan syaina masih sangat takut jatuh sehingga meminta dituntun. Lama kelamaan sayapun membiarkannya berjalan sendiri dengan segala resiko termasuk jatuh, ngguling dan terperosok. Tega secukupnya memang diperlukan. Syainapun belajar berjalan sendiri setahap demi setahap,  ketika ananda ragu melewati galengan yang sempit dan beresiko jatuh, ananda menemukan ide sendiri untuk turun dari galengan ke sawah/daerah yang lebih luas dan low risk. Good idea😍

Syaina nggak takut jatuh lagi? 
"enggak kan hati-hati, ada Allah yang Maha Melindungi, ngapain takut"😍😘

Sampai akhirnya syaina memberanikan diri untuk ikut teman-temannya berjalan jauh menyusuri sawah dari satu galengan ke galengan lainnya. Dan lancar berjalan kaih digalengan dengan berbagai halang rintang. Yeyeye good job nak. 

Ketika kami menemukan tumpukan jerami, tanpa ragu anak-anak langsung bermain didalamnya, loncat-locatan, menari, tiduran, tertawa-tawa. Berbinar dan bahagia.








#portofoliosyaina
#4y
#sawah,  24/07/18

Kamis, 12 Juli 2018

Mungkin maximizer

1. Nggak suka kalau umi dan orang lain nata uang nggak rapi atau menurut versinya keliru. 
2. Kalau main beli-belian selalu minta ganti tas kresek yang masih bagus, nggak mau yang lecek
3. Kalau masukin barang ke dalam kresek harus bener, nggak boleh kebalik
4. Kalau pakai handuk nggak boleh ke balik, harus sesuai. Bagian dalam untuk dalam, bagian luar untuk luar.
5. Mampu menata es krim di keranjang sesuai jenisnya,tersusun rapi dengan tinggi sama antara baris satu dengan baris lainnya, detail. 



Perjalanan pengamatan selama usia 3 tahun menuju 4 tahun



#Portofolio syaina
#3y11m

Kamis, 05 Juli 2018

Belajar memuliakan tamu

Awalnya saya bingung bagaimana cara mengenalkan adab memuliakan tamu yang datang ke rumah untuk bersilaturahmi sebentar atau menginap di rumah. Berhubung ego sentrisnya sedang oada puncaknya yang menganggap apapun yang ada dirumahnya adalah miliknya terutama area kamar kami yang sering dipakai untuk menginap tamu jika ada berkunjung ke rumah. 

Ananda juga sepertinya bukan tipe anak yang woo nya tinggi dan langsung akrab dengan orang asing yang baru beberapa kali ananda temui.  

Menjadi tantangan bagi umi dan abinya untuk mengenalkan adab memuliakan tamu. 

Awal mula saya dan syaina memiliki kebiasaan untuk membaca buku bersama sebelum tidur, kebetulan kami membaca buku kisah rasulullah yang ramah dan memuliakan tamu. 

Dalam buku tersebut diceritakan bahwa rasulullah selalu memuliakan tamu. Memberikan alas untuk duduk tamu, menjamu tamu, ramah dan santun terhadap tamu beliau.

Dari situ ananda mulai tercerahkan bagaimana sikap kita saat menerima tamu. Kami lanjutkan dengan adegan bermain sebagai tamu dan tuan rumah. Saya berperan sebagai tuan rumah layaknya rasulullah menyambut tamunya. Berjabatan tangan,menjamu,ngobrol,ramah dan sumringah. 

Kemarin tanggal 4/6/18 saat kakung lumbir datang ke rumah. Syaina menyodorkan tangannya untuk salim, biasanya belum mau untuk salim. Mengajak aung masuk ke dalam, diminta duduk,diambilakan minum dan tergopoh-gopoh penuh semangat mengambil piring sebagai wadah untuk menaruh roti dan diberikan ke aung, mengambilkan tisue, menemani aung duduk dan ngobrol, bahkan roti yang tak disentuh aung dimasukkan ke dalam kantong plastik untuk di bawa pulang. 
Ternyata menurut uti, syaina meminta uang kepada uti untuk diberikan ke aung. Katanya kasian aung sendirian, buat sangu. 

Saya pun terharu dan bangga atas sikapnya itu. Saya berikan hadiah berupa pelukan dan sambil berdiri sejajar dengannya  berucapan "semoga Allah memuliakan syaina dan membalas kebaikan syaina karena syaina sudah memuliakan aung sebagai tamu".Syaina pun merasa bahagia dengan hadiah itu dari uminya, terlihat dari muka polosnya yang senyum malu dan bahagia dipuji. 

Semoga Allah senantiasa membimbing umi dalam membersamaimu ya nak dan semoga allah yang menuntunmu menumbuhkan fitrah yang telah allah instal dalam dirimu. Semoga engkau terus memancarkan cahaya kebaikan hingga engkau dewasa dan menemukan peran peradaban terbaikmu. Aamiin... .





#portofoliosyaina
#3y11m

Jumat, 29 Juni 2018

Allah Ar rahman dan Ar Rahim

Rabu 28 Juni 2019, kami menuju ke salah satu tempat wisata.Melanjutkan project kami bertema mengenalkan asmaul husna kepada ananda.

Bahwa Allah maha pengasih dan maha penyayang kepada semua makhluk ciptaanNya.

Kami mengunjungi beberapa jenis hewan yang ada disana. Ada sapi,domba,burung merak,kuda,kelinci,burung belibis dan ikan. Syaina tertarik untuk mengamati tingkah laku hewan-hewan tersebut dan memberi makan. 

Nah saatnya kami orang tuanya memberikan insigh kepada ananda:

Kita harus sayang sama binatang ya nak,mereka kan ciptaan Allah juga sama seperti kita.Allah sayang sama mereka.

Saat melihat burung belibis,syaina bertanya:

Itu apa mi, bebek ya?
Kok bebek bisa berenang,kenapa??

Itu namanya burung belibis nak. Mereka bisa berenang donk,kan Allah hebat nak. Allah kasih kaki berselaput ke burung belibis supaya mereka bisa berenang di air.Sama seperti Allah kasih sirip ke ikan supaya mereka bisa berenang dan mencari makan

Saat memberi makan kelinci:
Allah sayang sama kelinci,Allah kasih telinga yang panjang supaya mereka mampu mendengar jika ada suara yang mendekatinya.

Yuk kita kasih makan, siapa tahu mereka lapar.Mereka seneng kalau kita sayang sama mereka.Kalau kita sayang sama mereka,Allah juga akan semakin sayang sama kita.

Inget cerita abu hurairah nggak nak yang menggendong kucing yang ketakutan saat hendak ke mesjid.Begitu pun rasulullah yang sangat sayang pada kucing

Inget cerita nabi sulaiman nggak nak yang sangat sayang sama binatang-binatang ciptaan allah.Saat nabi sulaiman dan pasukannya naik kuda dan hendak melewati rumah semut.Nabi sulaiman bilang sama pasukannya supaya hati-hati saat melewati rumah semut,agar mereka tidak terinjak.

Hikmah yang bisa diambil lewat kegiatan ini adalah Allah sayang pada makhluk ciptaannya dan memberikan fitur unik sebagai bekal agar mereka mampu menjalankan misi hidup bukan hanya sekedar bertahan hidup.




Rabu, 27 Juni 2018

Allah adalah As Sami'

DIA lah ALLAH yang maha mendengar
Bahwa Allah satu-satunya yang mampu mendengar segalanya
Bahwa Allah mampu mendengar lewat doa

Alat dan Bahan: Kaleng susu dan tali, tang,palu dan paku

Membuat telepon-teleponan dari kaleng susu selain mengenang permainan tradisional masa kecil umi dan abinya ,permainan ini dijadikan sebagai simulasi untuk mengenalkan Allah As Sami'

Abi sebagai pimpro yang bertugas membuat telepon-teleponan ini.Syaina turut membantu mengambilkan beberapa alat yang dipakai untuk membuatnya.Umi cukup mendokumentasikan dan memberikan insaigh kepada ananda betapa allah maha mendengar lewat simulasi telpon-telponan.

Permainan pun dimulai. Sebagai tester syaina bermain dengan abi. Abi berbicara,syaina diminta untuk mendengarkan dan menyebutkan kalimat yang abi bicarakan.Bergantian sebaliknya. Respon syaina bahagia dan menikmati permainan ini.


Selanjutnya tugas umi untuk bermaim dengan syaina.Slow but sure begitu tagline dan cara kami dalam mengenalkan Allah.Membuat ananda terpesona dengan Allah dengan cara yang menyenangkan dan tanpa ia sadari bahwa ia sedang mengenal tuhannya.

Disela permainan umi berbicara pada ananda.

Nak Allah maha mendengar,
Allah bisa lho mendengar apapun
Kita kan disini dan Allah ada di Arasy,tapi Allah bisa mendengar apa yang kita katakan lho.

Syaina bisa nggak denger suara orang dari jauh?misalnya nih syaina disini,terus mbak naura di salatiga.Bisa nggak syaina denger suara mbak naura disana?Mbak naura lagi ngomong apa,syaina denger nggak?

Nggak bisa umi.

Bisa tapi harus telpon dulu,supaya kita bisa mendengar suara mbak naura yang berjauhan dari kita.

Tapi Kalau Allah pengen denger suara kita dari jauh,Allah nggak perlu telpon nak.Kan Allah maha mendengar apapun.Itu lah hebatnya Allah.

Kita ngomong bisik-bisik Allah denger
Kita berdoa,Allah denger
Kita berbicara dalam hati,Allah denger

Hebat ya Allah.

Coba kalau syaina minta sesuatu sama Allah terus syaina berdoa sama Allah.

Misalnya, Ya allah syaina pengen makan es krim. Allah denger nggak? Denger donk

Karena allah maha mendengar,terus Allah menitipkan rezeki ke umi.

Kata allah,umi ini rezeki buat umi buat beli es krim,nanti tolong kasihkan ke syaina anak sholehah ya, jangan lupa ya mi.
Begitu pesan Allah buat umi

Jadi kalau syaina mau minta sesuatu bilang sama Allah ya lewat doa.Allah pasti denger doa syaina anak sholehah.😊😍


#portofoliosyaina
#3y11m


Kamis, 07 Juni 2018

Family of the week "project ramadhan 1439H KPK"

Punten mohon izin kepada emak dan bapak yang terhormat dan tersayang.Izinkan kami anak emak dari Keluarga Pelem Kalih (KPK) ikut mencorat coret rumah baru ini dengan tulisan.πŸ™πŸ˜Š

Assalamu'alaikum....
Bismillahirahmanirahim....
Semangat pagi, semangat ramadhan.
Bagaimana kabarnya?Mudah-mudahan sehat dan bahagia selalu. Aamiin... .

Perkenalkan kami dari Keluarga pelem Kalih. Dengan kepala keluarga abi indra octa supraba,umi linda kurniawati dan putri kami naura syainala maritza. Kalau ingin kenal lebih jauh tentang keluarga kami, boleh nengok profil keluarga kami disini.

Bulan maret tahun 2018 adalah kali pertama keluarga kami akhirnya diberi kesempatan mengikuti event PERAK (Perindu Ramadhan keluarga) setelah masuk daftar waiting list (Deg-degan). Bahagia rasanya ketika kami bertemu, ngobrol dan bermalam dengan keluarga-keluarga ideologis.Banyak diantaranya pertama kali bertemu offline. Rasanya seperti lebaran.....😍.

Dalam event perak keluarga kami belajar banyak hal dari keluarga-keluarga ideologis yang keren. Yang bikin kangen dievent ini adalah ada sesi shoping.Jangan dibanyangkan kayak lagi shoping di mall ya...Shoping di perak itu lain daripada yang lain,hemat dan nggak bikin katong bolong. Rasanya jangan nanya, bikin nagih.... πŸ˜….Shopingnya kaya apa sih kalau di perak? Salah satu shoping yang memberi dampak positif bagi keluarga kami adalah shoping gagasan project ramadhan tahun ini. Tema tahun ini adalah diaspora. Kami dituntun oleh emak dan bapak untuk menuliskan dua hal yang ingin ditumbuhkan pada anak-anak kami, dalam mempersiapkan spora yang unggul.

Semangat yang mendidih untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda di ramadhan kali ini, sepulang dari perak kami menyediakan waktu khusus (niat pake banget😝) untuk ngobrol bareng tentang hal apa yang ingin kita tumbuhkan bersama di ramadhan kali ini. Dua point yang pilih adalah aqidah dan adab. Kami tuliskan dalam kertas berhias spidol warna warni dan ditempel untuk memacu semangat kami menjalankan project ramadhan yang telah dituliskan (biar nggak jadi hiasan belaka, inget kata bapak "ojo kalah karo wegah"πŸ˜‰). Kami memilih dua point tersebut untuk ditumbuhkan karena sejalan dengan usia ananda naura 3 tahun 10 bulan yang golden agenya ada di fitrah keimanan.Sehingga bulan ramadhan ini adalah kesempatan yang sangat sayang untuk dilewatkan tanpa mroject bareng keluarga.




Menghias kamar ditemani senandung lagu ramadhan kurindu dari kang abay menjadi project pertama kami untuk menyambut bulan ramadhan.Terimakasih keluarga kang abay, lagunya keren dan naura syuka.Cerita selengkapnya tentang keseruan kami menghias kamar ada disini.


Project keluarga kami berikutnya adalah indahnya berbagi. Kali ini kami berbagi dengan cara mengadakan workshop menjahit dan buka bersama sahabat yatim bersama temen-temen komunitas disini dan keluarga doyan dolan. Mumpung ada keluarga perak yang bersilaturahmi ke tempat kami yaitu keluarga doyan dolan yang keren.😊


Sahabat yatim sangat antusias dengan adanya acara ini. Mereka exceted untuk membuat pouch sendiri dengan bimbingan bunda noor doyan dolan sebagai coach.


Mngkin corat coretnya cekap sementen nggih emak dan bapak, kulo aturaken matursuwun kaliyan ilmu ingkah emak lan bapak paringaken dateng kawulo anakmu. 
Matursuwun dumateng konco-konco keluargo perak kaliyan ilmu, ide lan gagasanipun. 😘

Oiya ada yang ketinggalan, kalau ada keluarga perak yang main ke tempat kami di purwokerto, bersilaturahmi dan tacit bareng boleh banget dengan senang hati, kami tunggu. Nanti kita cobain mendoan yang ngangenin dan bikin nagih ya, boleh tanya testimoninya ke keluarga doyan dolan dan keluarga sopo ngiroπŸ˜‰.Dan praktek langsung berbicara bahasa ngapak "ora ngapak, ora kepenak".

Sampai jumpa dengan next cerita project keluarga berikutnya. Sampai jumpa di next perak 2019.😊✋

Wassalamu'alaikum.....