Beberapa hari ini syaina dan teman-temannya senang bermain di sawah. Beberapa orang dewasa dan anak-anak usia SD bermain layangan.
Kami anak-anak usia dini pun punya kegiatan sendiri, mencari jejak kehebatan ciptaan Allah menyusuri sawah "galengan". Alhamdulillah kami tinggal di desa yang memiliki hamparan alam yang luas, sawah yang luas sehingga kami memiliki kesempatan untuk mengeksplorasinya. Anak-anak usia dini sangat antusias mencari jejak, berjalan di galengan menyusuri sawah dari satu udagan ke undagam berikutnya. Sejatinya memang fitrah anak-anak yang suka belajar dengan hal-hal baru.
Selama perjalanan,anak-anak menemukan halang rintang berjalan di sawah dari galengan yang sempit, sisa batang padi yang tinggi dan rapat, struktur tanah kering yang bolong-bolong dan pecah. Anak-anak tetep enjoy dan nampak menikmatinya dengan bahagia. Sepanjang jalan kami pun bercerita tentang keajaiban ciptaan allah yang kami temukan seperti kenapa layangan bisa terbang, siapa yang membuat tanaman padi tumbuh, siapa yang menciptakan sawah dan ekosistemnya, dimana allah berada, bisakah allah melihat kami,dll.
Banyak hal yang kami diskusikan selama perjalanan untuk menumbuhkan fitrah iman dan fitrah belajar anak-anak. Tak jarang muncul ide-ide baru dari anak-anak. Mereka bebas menentukan rute perjalanan ke tempat yang mereka tuju. Kami berjalan dari gubug ke gubug lain. Ada yang menajadi pimpinan perjalanan dan menentukan rute perjalanan. Saya pun sebagai orang dewasa mengikuti instruksi pimpinan, sambil mengawasi mereka, menahan rasa ingin segera membantu saat mereka menemukan kesulitan. Ketika menemukan halang rintang seperti harus memanjat dari satu galengan ke galengan lebih tinggi, mereka antri bergantian dan saling menunggu, membantu satu sama lain. Saat menemukan galengan dengan jarak yang dipisahkan oleh selokan, beberapa anak-anak lancar melewatinya dan syaina pun masih tahap belajar menimbang resiko. Syaina tampak ragu untuk loncat, rasa takut jatuh masih ada dalam pikirannya. Akhirnya mereka pun saling membantu untuk mengulurkan tangan membantu temannya. Yeyeye akhirnya semuanya berhasil melewatinya.
Kami anak-anak usia dini pun punya kegiatan sendiri, mencari jejak kehebatan ciptaan Allah menyusuri sawah "galengan". Alhamdulillah kami tinggal di desa yang memiliki hamparan alam yang luas, sawah yang luas sehingga kami memiliki kesempatan untuk mengeksplorasinya. Anak-anak usia dini sangat antusias mencari jejak, berjalan di galengan menyusuri sawah dari satu udagan ke undagam berikutnya. Sejatinya memang fitrah anak-anak yang suka belajar dengan hal-hal baru.
Selama perjalanan,anak-anak menemukan halang rintang berjalan di sawah dari galengan yang sempit, sisa batang padi yang tinggi dan rapat, struktur tanah kering yang bolong-bolong dan pecah. Anak-anak tetep enjoy dan nampak menikmatinya dengan bahagia. Sepanjang jalan kami pun bercerita tentang keajaiban ciptaan allah yang kami temukan seperti kenapa layangan bisa terbang, siapa yang membuat tanaman padi tumbuh, siapa yang menciptakan sawah dan ekosistemnya, dimana allah berada, bisakah allah melihat kami,dll.
Banyak hal yang kami diskusikan selama perjalanan untuk menumbuhkan fitrah iman dan fitrah belajar anak-anak. Tak jarang muncul ide-ide baru dari anak-anak. Mereka bebas menentukan rute perjalanan ke tempat yang mereka tuju. Kami berjalan dari gubug ke gubug lain. Ada yang menajadi pimpinan perjalanan dan menentukan rute perjalanan. Saya pun sebagai orang dewasa mengikuti instruksi pimpinan, sambil mengawasi mereka, menahan rasa ingin segera membantu saat mereka menemukan kesulitan. Ketika menemukan halang rintang seperti harus memanjat dari satu galengan ke galengan lebih tinggi, mereka antri bergantian dan saling menunggu, membantu satu sama lain. Saat menemukan galengan dengan jarak yang dipisahkan oleh selokan, beberapa anak-anak lancar melewatinya dan syaina pun masih tahap belajar menimbang resiko. Syaina tampak ragu untuk loncat, rasa takut jatuh masih ada dalam pikirannya. Akhirnya mereka pun saling membantu untuk mengulurkan tangan membantu temannya. Yeyeye akhirnya semuanya berhasil melewatinya.
Kali ini syaina belajar tentang keseimbangan berjalan digalengan luas /sempit, tingggi/rendak,naik/turun. Melatih fitrah jasmani, melatih koordinasi anggota geraknya, melatih fokus dan konsentrasi, membangkitkan fitrah iman tentang ciptaan allah, belajar faktor resiko, koordinasi dengan teman-temannya.
Awal berjalan digalengan syaina masih sangat takut jatuh sehingga meminta dituntun. Lama kelamaan sayapun membiarkannya berjalan sendiri dengan segala resiko termasuk jatuh, ngguling dan terperosok. Tega secukupnya memang diperlukan. Syainapun belajar berjalan sendiri setahap demi setahap, ketika ananda ragu melewati galengan yang sempit dan beresiko jatuh, ananda menemukan ide sendiri untuk turun dari galengan ke sawah/daerah yang lebih luas dan low risk. Good ideaπ
Syaina nggak takut jatuh lagi?
"enggak kan hati-hati, ada Allah yang Maha Melindungi, ngapain takut"ππ
Syaina nggak takut jatuh lagi?
"enggak kan hati-hati, ada Allah yang Maha Melindungi, ngapain takut"ππ
Sampai akhirnya syaina memberanikan diri untuk ikut teman-temannya berjalan jauh menyusuri sawah dari satu galengan ke galengan lainnya. Dan lancar berjalan kaih digalengan dengan berbagai halang rintang. Yeyeye good job nak.
Ketika kami menemukan tumpukan jerami, tanpa ragu anak-anak langsung bermain didalamnya, loncat-locatan, menari, tiduran, tertawa-tawa. Berbinar dan bahagia.
#portofoliosyaina
#4y
#sawah, 24/07/18





Tidak ada komentar:
Posting Komentar