Jumat, 21 April 2017

Visit to SABar (Sekolah Alam Baturaden)


Ini adalah kali kedua kami berkunjung ke SABar (sekolah Alam Baturaden).Kami suka dengan suasana disana. Suasana alam yang begitu kental dan sejuk. Membuat hati dan pikiran lebih tenang. Cocok untuk menemani anak-anak belajar.

Kami menghadiri acara yang diselenggarakan oleh SABar yaitu pengenalan SABar dan launching SMP SABar.Acara ini gartis dan sebagai tiket masuk kami dihimbau untuk membawa kardus dan botol bekas. Disambut dengan pertunjukan seni musik perkusi dengan alat musik dari barang-barang bekas seperti ember dan jerigen. Menghasilkan irama musik yang apik.


Tahap selanjutnya adalah jelajah hutan sabar. Tempat anak-anak belajar dan bermain

Station pertama
Distation ini kami dikenalkan dengan salah satu kurikulum sabar yaitu mengaji. Hafalan qur’an bagi anak-anak umur 7 tahun ke atas. Disertai arti dan maksud setiap ayat. Ada yang menarik perhatian syaina saat itu. Beberapa karya anak-anak SABar berbahan dasar barang bekas seperti botol bekas, kertas bekas, kardus disulap menjadi karya benda berbagai bentuk.Kegiatan-kegiatan tersebut dapat meningkatkan rasa ingin tahu anak, meningkatkan kreativitas anak untyk menghasilkan karya. Syaina melihat, meraba dan memainkan karya-karya tersebut.
Disamping station ini terdapat area pengumpulan sampah (bank sampah).Para peserta mengumpulkan tiket masuk yang dibawa.

Station kedua
Station ini disebut station eksplorasi.Di station ini anak-anak belajar tentang satu tema yaitu camping.Dari satu tema ini dapat dipelajari banyak mata pelajaran seperti IPA,IPS dan matematika, Bisnis, dll. Biasanya disebut sebagai tema terintegrasi. Anak-anak belajar tentang tenda, kegiatan khas camping seperti membakar jagung, dll.



Station ketiga
Kegiatan distation ini adalah menanam.Kami disuguhkan dengan praktek menanam secara langsung menggunakan alat dan bahan yang ada. Banyak manfaat yang diperoleh dalam kegiatan ini,seperti menumbuhkan kelembutan pada anak dan yang paling penting adalah menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian tanaman dan alam.



Station keempat
Distation ini kami dikenalkan dengan kegiatan didalam ruangan dipenuhi dengan karya anak-anak dari bahan bekas dan beberapa mainan khas anak-anak. Sebuah tempat yang terbuat dari kayu tampak seperti gubug dan beratapkan jerami/ijuk.Bukan ruangan seperti pada umumnya yang berupa gedung megah dilengkapi dengan banyak fasilitas. Kesederhanaan ruangan ini dilengkapi suasana alam yang sejuk tidak menjadikan keterbatasan bagi anak-anak untuk belajar. Disini setiap anak mendapatkan kesempatan dan fasilitas belajar yang sama termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK).Anak-anak ABK ini kemudian tidak diasingkan dengan anak-anak lain  yang “secara fisik dan mental normal”.Ada fasilitas yang menarik di SABar untuk ABK yaitu disediakan terapis dan psikolog untuk mendukung kegiatan belajar anak. Setiap anak difasilitasi oleh para fasilitator untuk menemukan bakat yang ada pada masing-masing anak. Berada pada satu sekolah bukan berarti harus diseragamkan dalam semua hal termasuk dalam hal bakat.Setiap anak itu unik dan masing-masing dari mereka memiliki bakat yang unik pula.





Station kelima
Station ini disebut sebagai student Scout. Disini anak-anak belajar tentang leadership.Demo berbagai kegiatan yang berkaitan dengan leadership dan kami dilibatkan untuk merasakannya. Disetiap station memiliki dokumentasi foto sebagai kenang-kenang,penyemangat dan dokumentasi penting.




Station keenam
Station ini adalah yang kami tunggu setelah berkeliling menjelajahi hutan SABar.This is market day. Jangan dibayangkan bahwa disini banyak orang yang berjualan.Semua penjual disini adalah siswa-siswi SABar.Mereka berlatih bisnis dengan menjual makanan hasil olahan sendiri. Ada yang menjual siomay, burger, sushi, roti dll. Menikmati makanan karya anak-anak ditambah jamuan teh dari SABar dan suasana alam yang khas memberikan perasaan damai bagi kami. Suasana kebersamaan yang menyenangkan.





Station ketujuh
Station terakhir dari penjelajahan kami saat itu. Kembali disuguhkan dengan musik perkusi. Ada yang berbeda dari musik perkusi kali ini yaitu seorang anak kelas satu SD dengan bakatnya memaikan irama musik perkusi dan berkolaborasi dengan kakak-kakak fasilitator.Ikut merasa bahagia melihat seorang anak berbinar matanya ketika ia melakukan kegiatan yang ia sukai. Ada yang menarik distation ini yaitu acara ini dipandu oleh seorang ABK bernama danish. Danish terlihat saat berbinar ketika menjadi seorang MC. Kata-kata yang keluar dari danish sangat khas dan apik sebagai MC pada umumnya.Begitu menjiwai perannya sebagai MC. Ditemani oleh kakak fasilitator,danish berhasil memandu acara hingga akhir acara. Station ini adalah station sharing dari anak-anak yang tergabung dalam OSISTA (salah satu organisasi pecinta alam baturaden). Anak-anak seumuran kelas 5-6 SD meceritakan pengalaman dan hikmah dalam mendaki gunung dan live in disana untuk beberapa hari. Pengalaman dan berbagai hikmah yang luar biasa dari kegiatan tersebut. Anak-anak berbaur langsung dengan alam, belajar bersama alam, memperkaya wawasan agar kaya gagasan. Belajar tentang teamwork, bertahan hidup dilingkungan gunung, dll.








Itulah tentang sekelumit cerita tentang perjalanan kami berkunjung di SABar.Pengalaman baru yang membuka wawasan dan memberikan banyak hikmah bagi saya dan keluarga.


Rangkaian kegiatan kunjungan ke SABar


Pendidik pertama dan utama tetap pada ayah bunda. Membantu anak menumbuhkan fitrahnya secara paripurna adalah tugas kami sebagai orang tua (fasilitator anak). Berbekal percaya dan yakin bahwa setiap orang tua sudah instal ilmu parenting oleh Allah untuk mendidik anak-anaknya dan terus menumbuhkan fitrah keayah bundaan yang telah Allah instal. Percaya bahwa setiap anak itu unik. Allah akan memampukan orang yang terpanggil bukan memanggil orang yang mampu.Tetap rileks dan optimis.



#ODOPfor99days
#FBE

1 komentar:

  1. assalamualaikum sis.. saya naning dari nganjuk jatim. bagus bgt tulisannya :) klo misal saya pengen visit ke SABAR caranya gmn ya? kebetulan saya punya anak yg sedikit "istimewa" seperti danish. pengen konsul lebih dalam atau sekedar melihat sistem pendidikan sekolah di sabar utk anak2 seperti ini

    BalasHapus