Kamis, 06 April 2017

Play date Melukis dengan tepung warna


Keluarga kami tinggal dilingkungan yang terbatas ekonomi dan ilmu pengetahuan terutama parenting.Pandangan bahwa mendidik anak tidak perlu ilmu dan mengalir apa adanya.Pola asuh yang turun temurun dari orang tua terdahulu.

Syaina memiliki banyak teman bermain dilingkungan tempat tinggal kami.Perbedaan pola asuh membuat saya memilih metode imunitas dibandingkan sterilitas ketika syaina bermain dengan teman-temannya yang berbeda pola asuh.Teman-teman syaina biasa dibesarkan dengan teriakan,kemarahan bahkan kekerasan fisik dari orang tua mereka.Mereka sering mendapatkan intervensi ketika bermain,sering dikatakan nakal dan rewel untuk hal-hal sepele yang dilakukan oelh anak-anak seusianya.Hal ini membuat hati saya tergerak untuk mencoba memfasilitasi anak-anak bermain tanpa banyak intervensi.Mencoba mematahkan anggapan orang tua mereka yang sering menganggap anak-anak mereka rewel dan nakal.

Saya fasilitasi play date sederhana yaitu melukis dengan cat tepung warna-warni.Diawali dengan mecari pelepah pohon pisang sebagai kuas.Sebagai kanbas kami gunakan kertas buram yang sudah tidak terpakai.Tahap selanjutnya adalah membuat tepung warna.Cara membuat tepung warna sangat mudah.Saya menggunakan tepung terigu sebagai bahan dasar,ditambahkan air secukupnya,diaduk sampai adonan tepung merata dan tambakan pewarna makanan secukupnya.Saya menggunakan pewarna makanan yang ramah dan aman bagi anak.

Prinsipnya adalah memanfaatkan apa yang ada,tidak mengada-ada.

Pasukan krucils siap corat caret melukis indah.Ayo berkreasi!
Setiap anak memiliki satu kanvas,satu kuas dan melukis dengan tepung warna secara bergantian.Masing-masing anak berimajinasi tentang lukisannya.Ada yang melukis pohon,daun,bunga,dll.Ada juga yang hanya melihat dan sebagai tim hore.Tidak menjadi masalah,Bermain bersama tidak harus seragam.Perbedaan membuat kita semakin kaya.Selain meningkatkan intelectual curiosity anak,creative imajination anak juga naik.Mereka sangat menikmati permainan ini,mata dan wajah mereka tampak berbinar dan senang.Tidak ada beban,tidak ada intervensi,tidak saling menggurui.Semua anak bebas berkreativitas sesuai keinginan masing-masing.
Selesai melukis,mereka menjemur hasil karyanya.Saat itu panas sinar matahari sangat bagus.
Dan….
Hasil karya mereka diberi nama dan ditempel ditembok.Masing-masing anak foto dengan hasil karyanya.Diakhiri dengan berfoto bersama-sama.Hasil karya mereka dibawa pulang dan di pajang dirumah masing-masing.

Sebagai fasilitator saya sangat senang melihat anak-anak bahagia,menikmati permainan mereka.Tidak ada tekanan pada mereka.Tidak ada anak nakal dan rewel seperti yang dipirkan orang tuanya.Bermain sambil belajar.

Siap menjadi fasilitator di play date berikutnya.SEMANGAT!!





#ODOPfor99days

Tidak ada komentar:

Posting Komentar