Rabu, 25 Januari 2017

Naik delman

Nama : Naura Syainala Maritza
Usia.  : 2 tahun 6 bulan
Waktu kegiatan : Senin,14 November 2016
Tempat: di delman
Judul tulisan: Naik delman

Naik delman adalah salah satu favorit syaina.Hampir setiap hari saya,syaina dan teman-temannya naik delman.Sambil menyanyikan lagu naik delman.
Pada hari minggu ku turut ayah ke kota
Naik delman istimewa ku duduk di muka
Ku duduk di samping pak kusir yang sedang bekerja
Mengendarai kuda supaya baik jalannya
Hei
Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk
Suara sepatu kuda

Ditambah panorama alam yang indah.Hamparan sawah,gunung,berbagai jenis tanaman,air di sepanjang perjalanan naik delman menambah wawasan ananda tentang indahnya ciptaan Allah.Udara sejuk berhembus.

Sepanjang perjalanan syaina mengamati kuda yang sedang berlari menarik delman.Objek pengamatannya dimulai dari ekor kuda yang bergerak aktif ke kanan kiri dan atas bawah.
Mi ekornya kopat kapit ya
Kudanya pakai sepatu,bunyi tik tak tik tuk
Rambut kudanya panjang banget
Itu ee (kotoran) kudanya banyak banget (sambil nunjuk)

Beberapa pertanyaan terkait kuda saya lontarkan kepada syaina:
Siapa yang menciptakan kuda?
Apa makanan kuda?
Apa fungsi kuda?
Kenapa kudanya pakai kacamata?
Dimana rumah kudanya?
Dll

Tujuan saya memberikan beberapa pertanyaan kepada syaina  adalah untuk meningkatkan rasa ingin tahunya (intelectual curiosity) dan melatih anak aktif bertanya.Melatih anak aktif bertanya adalah penting bagi saya.Anak tidak hanya bisa menjawab,menghafal materi tetapi anak juga aktif bertanya untuk mengembangkan struktur berpikir anak.
Menurut saya belajar tidak harus selalu saat disekolah.Menjadikan setiap aktifitas yang kami lakukan sehari-hari di mana saja dan kapan saja sebagai media belajar.Bagi kami alam merupakan laboratorium terlengkap untuk belajar.

Adpek fitrah yang ditumbuhkan:
Fitrah belajar dan nalar:anak belajar tentang kuda,delman,sawah dan ekosistemnya.
Fitrah keimanan:mengenal kuda dan keindahan alam sebagai Allah SWT.
Fitrah bahasa dan estetika: bercerita tentang kuda dengan umi dan teman-temannya.Melihat keindahan alam.
Fitrah sosialitas:belajar bersama teman-temannya tentang kuda dan delman.

Oleh: Linda Kurniawati


#TDoLM_WritingChallenge
#JurnalIbuPembelajar
#Portofolio.FBE. Syaina
#Day7to7days
#Fitrah belajar dan berlanar,fitrah keimanan,fitrah bahasa dan estetika,fitrah sosialitas.

Cara belajar anak

Nama : Naura Syainala Maritza
Usia.  : 2,5tahun
Waktu kegiatan :10 Januari 2017
Tempat: Toko perkakas rumah tangga “Hero”
Kegiatan: Cara anak belajar



Saya mulai risih matanya ketika melihat tumpukan buku syaina didalam kardus.Selain sulit dilihat dan dibuka,juga terkesan tidak indah dan rapi.Membuat saya berpikir,kira-kira tempat apa yah yang cocok untuk menyimpan buku-buku syaina?Lemari/kabinet?Sepertinya tidak cocok (menurut saya) karena sulit dijangkau anak dan memakan tempat (ceritanya lagi hemat tempat).Saya ingin tempat yang simple,tidak memakan tempat,mudah dilihat dan dijangkau anak.Jatuh pilihan saya pada container.Cocok ini memenuhi kriteria.

Awalnya saya mengajak syaina membeli container untuk menyimpan buku-buku ananda.Muncul rasa ingin tahu anak.Sejumlah pertanyaan muncul “ini apa,itu apa” (anak jadi terkesan cerewet yah,banyak tanya).Saya biarkan ananda bertanya sebanyak mungkin untuk memuaskan rasa ingin tahunya.Saya jadi ingat,ilmu parenting yang saya baca “Jangan dibenturkan dengan ADAB”. Mungkin jika saya benturkan dengan ADAB,saya akan stop pertanyaan anak dan saya suruh diam.Jika hal tersebut saya lakukan,secara tidak sadar saya akan mematikan fitrah belajar anak.Bisa jadi ananda akan diam selamanya dan menyimpan pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa ananda sampaikan. Alhamdulillah jangan sampai saya sebagai orang tua mematikan fitrah nalar dan belajar anak. Berpikir positif saja,mungkin anak sedang berimajinasi jadi presenter.Hihihihi….emaknya ngarep.

Namanya anak-anak yang fitrah nalar dan belajarnya sedang tumbuh,ketika melihat barang-barang perkakas rumah tangga langsung saja diambil,dimainkan dan diimajinasikan.Entah apa yang ada dalam pikiran anak,hanya anak yang mengetahui.Saya sebagai orang tua juga kadang-kadang tidak mengerti dengan apa yang sedang diimajinasikan anak.Tapi yang penting dan menjadi catatan saya adalah tidak boleh meremehkan apa yang diimajinasikan anak,karena bisa jadi ini sebagai salah satu pertanda bakat anak.

Setelah selesai memilih dan memilah,kami menuju kasir.Sambil menunggu antrian,ternyata belum selesai ini rasa ingin tahu ananda.Melihat banyak barang didekat kasir,jadilah objek belajar anak.Diambilah beberapa perkakas rumah tangga yang menarik perhatian ananda seperti baskom, pengaduk, rantang.Tanpa pikir panjang,ananda langsung duduk dilantai (istilah jawa nglekor).Berimajinasi lagi deh,ceritanya lagi masak dan siapin makanan buat piknik.
Tetap saya amati dan awasi karena barang-barang yang rawan rusak dan bukan miliknya/orang tuanya.Berbeda ketika dirumah anak lebih bebas memainkan barang miliknya.Tetap saya jaga kehormatan anak,agar orang lain tetap nyaman dengan sikapnya dan tidak terganggu.

“Belajar ternyata sederhana yah,aktivitas sehari-sehari bisa jadi cara bagi ananda untuk terus belajar dan cara kami sebagai orang tua untuk terus memfasilitasi anak menumbuhkan fitrah belajarnya.”
Dari hal sederhana saja,bisa diambil banyak hikmah.



#TDoLM_WritingChallenge
#JurnalIbuPembelajar
#Portofolio.FBE. Syaina
#Day1to7days
#Fitrah Nalar dan belajar