Jumat, 17 April 2020

Puasa pekan ketiga kelas bunda cekatan

Minggu ini adalah pekan ketiga di kelas kepompong bunda cekatan. Puasa minggu ketiga telah usai, tiba saatnya berbuka. 

Kendala dalam action plan point-point di mind maping adalah manajemen gedget.Bersamaan dengan lahirnya anak kedua, sejak awal wabah covid masuk indonesia, lead pengunjunga apotek melonjak. Permintaan sejumlah item obat meningkat, sedangkan stok global menurun. Akhirnya saya harus turun tangan membantu pengadaan obat sesuai permintaan yang meningkat. Hampir semua sales distributor menerapkan sosial distancing, sehingga komunikasi lebih banyak melalui media online. Jam pemakaian gedget naik. Sedangkan job desk saya naik untuk membersamai anak yang awalnya hanya satu dan kini menjadi dua anak. Terjadilah benturan kepentingan. 

Sampai suatu saat saya dan suami di protes oleh anak pertama kami (syaina namanya), menyampaikan bahwa syaina tidak suka kalau abi umi jadi lebih sering pegang hp. Akhirnya kami bersepakat bersama untuk menggunakan gedget di siang hari saat harus bekerja. Dan sore sampai malam kami sepakat untuk free gedget dan waktunya family time. 

Bagi saya ini menjadi tantangan yang tidak mudah. Puasa gedget dimulai.... Godaan datang saat hp mulai berbunyi,sesekali masih menengok, sesekali diam-diam melihat dan bisa dibilang tak hadir utuh bermain bersama karena raga kami hadir,pikiran kami tak hadir. Tapi demi komitmen atas kesepakatan bersama.Saat kami main bersama, hp tidak boleh ada di dekat kami dan diruangan tempat kami bermain. Sehingga bisa fokus bermain bersama keluarga. 

Global performance untuk puasa pekan ketiga adalah need improvement



Rabu, 08 April 2020

Puasa pekan kedua buncek

Setelah absen dipuasa pekan pertama, pada pekan kedua saya mencoba puasa dari hal-hal yang mengganggu proses belajar di mind maping. Semenjak ada wabah covid,saat itu saya merasa banyak waktu yang saya habiskan untuk memenuhi rasa ingin tahu saya akan covid 19 baik melihat langsung pemberitaan di tv atau media sosial.

Fokus belajar saya yang harusnya di bab mengurus baby berkurang. Saya memutuskan untuk puasa dari pemberitaan di tv atau media sosial. Saya mulai memilah sumber informasi yang dirasakan perlu menurut saya.

Proses pertama yang saya lakukan untuk berpuasa dari pemberitaan tentang covid 19 ditv maupun di medosos adalah puasa untuk tidak nonton berita di tv. Saya matikan saluran tv dan saya ganti dengan pantauan cctv. Hahahaha ganti nonton pasien yang keluar masuk apotek. 

Langkah kedua, saya berusaha tidak kepo status wa teman-teman, tidak kepo dengan wag dan berusaha tidak membuka fb/ig atau medsos lainnya. Saya berkeras diri untuk tidak memakai hp untuk hal-hal yang tidak produktif. 

Langkah ketiga saya menyibukan diri untuk fokus membersamai anak-anak belajar di rumah. Main,ngorol dan beraktivitas bareng keluarga

Langkah ke empat, saya membagi waktu untuk hal-hal yang lebih produktif seperti bekerja di ranah publik karena memang semenjak wabah covid 19 masuk indonesia,apotek menjadi lebih ramai pengunjung dari hari biasanya. 

Langkah ke kelima, bersama keluarga merencanakan project ramadhan karena sebentar lagi memasuki bulan ramadhan. Kebiasaan keluarga kami sebelum ramadhan adalah merencanakan project ramadhan. Ramadhan kali ini akan berbeda dari biasanya. Maka kami perlu mempersiapkan diri untuk bisa menjalankan ibadah ramadhan dengan lebih ikhlas.

Langkah ke enam, fokus pada tumbuh kembang debay dan belajar memantaskan diri menjadi ibu yang lebih baik lagi. Mencari informasi tumbang anak dari berbagai sumber.



Selasa, 17 Maret 2020

Aliran rasa tahap ulat

Tahap ulat-ulat adalah tahap yang panjang selama 8 pekan. Pada tahap ini adalah tahao yang berat bagi saya karena saya tidak mengerjakan 2x tugas di tahap ini yaitu saat bapak meninggal dan saat saya lahiran anak kedua. Saya perlu fokus pada kedua kejadian tersebut. Dengan berat hati saya harus libur setoran dua kali. Tapi masih ada semangat untuk terus berjuang belajar di kelas bunda cekatan. Jika saya boleh memberi nilai diri,  lulusnya saya di tahap ini ada di skor boardline. Tetap perlu disyukuri, atas izin Allah saya masih diberi kesempatan, semangat untuk terus berjalan sampai tahap ulat-ulat selesai. Rasa ingin menyerah ada, tapi rasa sayang untuk melewatkan kelas bunda cekatan yang sudah berjalan jauh menjadi cambuk untuk terus semangat lanjut. Semoga Allah memudahkan langkahku untuk terus bisa belajar di kelas bunda cekatan sampai finish menjadi kupu-kupu merdeka. Aamiin.... 



#Bundacekatan
#Kelasulat
#Instituteibuprofesional
#Aliranrasatahapulat

Selasa, 10 Maret 2020

Bekal untuk buddyku


Pekan ini adalah pekan terakhir di tahap ulat-ulat. Tantangan di pekan ini adalah mencari buddy. Buddyku adalah bunda ika candra sayekti dari IP salatiga. Kebetulan kami berada dalam satu grup keluarga manajemen marah.

Setelah ketemu buddy, kami mulai ngobrol dan mengalirkan rasa sampai pada tahap akhir kelas ulat-ulat. Diawali dari saling share mind maping masing-masing.Mind maping milik buddyku, bunda ika:


Kami sama-sama merasa kurang maksimal mengikuti kelas ulat-ulat. Penyebabnya mungkin karena manajemen waktu kami yang kurang tepat. Banyak makanan yang bertebaran dan banyak cemilan yang belum kami makan.
Akhirnya kami mencoba saling berbagi bekal makanan utama yang mungkin bisa kita gunakan untuk memperkaya wawasan, ilmu sesuai mind maping kita masing-masing.

Saya berbagi bekal makanan utama tentang manajemen marah untuk buddy saya sesuai apa yang saya dapatkan selama berkelana dihutan pengetahuan.
Bekal tersebut adalah




Dan beberapa file tentang manajemen marah.

semoga bisa bermanfaat ya my buddy untuk masuk ke tahap kepompong. Selamat karena sudah bisa sampai ditahap terakhir kelas ulat-ulat, yukk gandengan tangan.



#janganlupabahagia
#jurnalminggu8
#materi8 
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Selasa, 25 Februari 2020

Berbagi makanan kesukaan teman baru

Minggu ini kami ditantang untuk berbagi makanan kesukaan teman baru yang saya kenal saat camping ground kemarin. Saya memilih tiga orang teman baru yang ingin saya bagikan makanan kesukaannya.


Ketiga teman tersebut adalah
Dua orang teman baru yaitu bunda Laila - Home Schooling dan irma - Bermain bersama anak. Saya membagikan potluck berupa pengalaman belajar saya dan hasil prektek saya dirumah bersama keluarga yaitu cara membuat kurikulum belajar anak. Berikut link potluck yang saya bagikan: 
http://lindakurniawatisatu.blogspot.com/2019/02/seminggu-yang-lalu-saya-ikut-kelas.html?m=1

Kemudian satu orang teman baru yang saya pilih untuk dibagikan potluck kesukaannya adalah bunda Miradita Savitri Widiyani dari regional semarang - manajemen emosi. Makanan kesukaan bunda dita ini, sama dengan makanan kesukaan yang sedang saya coba praktekan yaitu manajemen emosi "marah". Semoga bunda dita belum pernah mencicipi makanan yang saya bagikan ini. Berikut link potluck yang saya bagikan untuk bunda dita:

https://docs.google.com/document/d/1G4Fa_gHZM0s0qhq_-JoYbiPEsRp61xClP9AyuvVkEL0/edit?usp=sharing

Form untuk latihan memanajemen marah ala mbak okina resharing mbak irna:

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1_JZh_63pkDUYsjgBOxPy6ZvE6av0zQLs-zUSWEEmWhA/edit?usp=drivesdk



Semoga bunda-bunda teman baru berkenan menikmati potluck dari saya.Semoga bermanfaat, Aamiin.... 



#janganlupabahagia
#jurnalminggu6
#materi6
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Selasa, 18 Februari 2020

Kelas favorit buncek



Masuk minggu kelima kelas ulat-ulat, saya mulai jalan-jalan silaturahmi ke keluarga tetangga. Tujuannya menambah teman, berbagi cerita dan aliran rasa.

Beberapa alasan yang menjadikan bunda-bunda memilih fokus dikelas favorit adalah
1. Fina - manajemen waktu. Alasan bunda fina memilih manajemen waktu sebagai kelas favorit adalah Mindmap saya memang fokus kesana.
Saat masuk kelas buncek saya merasa sedang agak menyimpang (lebih banyak menghabiskan waktu untuk tugas sampingan daripada tugas utama), efeknya jadi kemana-mana, terutama ke emosi.

2. Salam kenal Bunda Cekatan, nama saya Roshinta Dewi Aryani. Asal dari IP Pasuruan. Saat ini saya sedang bergabung dengan 3 keluarga. Yaitu Keluarga Driving, Manajemen Gadget dan Kerumahtanggaan.

Keluarga Favorit: Driving
Alasan: Selain karena keluarga pertama sehingga bonding terbentuk lbh awal, jg karena setiap hari selalu ada tema baru, materi baru yg terjadwal dan dipatuhi oleh semua. Sehingga diskusi tetap berjalan dan juga ada sharing progress dari teman2. Menambah hidup suasana keluarga.

3. Sedangkan alasan beberapa bunda yang lain adalah karena sesuai dengan mind maping mereka. 

#janganlupabahagia
#jurnalminggu5 
#materi5 
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional

Senin, 03 Februari 2020

Menemukan keluargaku




#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional