*BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP HASIL KOMUNIKASI KITA*
Bulan ini bagi teman-teman yang sudah bisa menyelesaikan tantangan 10 hari, akan mendapatkan badge yang bertuliskan
_I'm responsible for my communication result_
Artinya apabila hasil komunikasi kita dengan pasangan hidup, dengan anak-anak, dengan teman-teman di komunitas, rekan kerja dan masyarakat sekitar kita, tidak sesuai harapan, maka jangan salahkan penerima pesan, kitalah yang bertanggung jawab untuk mengubah strategi komunikasi kita.
Contoh kasus saya pernah jengkel dengan assisten rumah tangga saya yang biasa dipanggil budhe. Berkali-kali diberitahu cara setrika yang benar, tapi hasilnya selalu salah.
Kondisi seperti ini biasanya akan menyulut emosi kita ke penerima pesan.
Maka saya harus segera mencari orang ketiga untuk cari solusi lain.
Saya ceritakan kondisi ini ke pak dodik, beliau hanya menjawab simple
"Kalau sekali saja diberitahu langsung paham, maka budhe itu sudah pasti jadi manager sebuah bank, bukan kerja di rumah ini"
(😀 beginilah salah satu gaya komunikasi pak dodik)
Hmmm....sayalah yang harus mengubah strategi komunikasi saya, artinya gaya komunikasi saya tidak tepat saat itu, bukan salah budhe.
Akhirnya ketemulah pola, kalau berkomunikasi dengan budhe harus diberi contoh, tidak hanya diberitahu lewat omongan saja.
Ini baru satu contoh komunikasi kita dengan assisten rumah tangga, belum lagi kasus komunikasi kita dengan ibu kita atau dengan ibu mertua kita, pasti makin kompleks. Dan yakinlah semua itu membuat kita makin terampil berkomunikasi, selama kita tidak menyalahkan hasil komunikasi kepada orang yang kita ajak bicara.
_There is NO failure, only WRONG RESULT, so we have to CHANGE our strategy_
Tidak ada kegagalan berkomunikasi itu yang ada hanya hasil yang berbeda, tidak sesuai harapan, untuk itu segera ubah strategy komunikasi anda.
Ingat satu hal ini, pada dasarnya kebutuhan manusia yang paling dalam adalah keinginan agar perasaannya didengar, diterima, dimengerti dan dihargai.
Jadi dalam komunikasi, kita perlu meningkatkan kemampuan kita dalam mencoba memahami perasaan orang lain, apakah itu teman, pasangan hidup, rekan kerja, atasan, anak atau siapapun juga yang menjadi lawan bicara kita.
Untuk anak-anak, seringkali mereka belum mampu untuk mengatakan apa yang mereka rasakan, bisa jadi karena perbendaharaan kata mereka yang belum banyak.
Maka mereka akan menggunakan bahasa tubuh bahkan jauh ketika mereka belum pandai berbicara.
Sebagai orang tua maka kita harus meningkatkan kepekaan kita dalam menangkap makna dibalik bahasa tubuh dan perasaan apa yang mendasari sehingga kita bisa memahami perasaan yang ingin disampaikan si anak.
Rasa kurang percaya diri biasanya muncul karena kita “menidakkan perasaan” sehingga lawan bicara menjadi bingung, kesal, tidak mengenali perasaannya sendiri akhirnya tidak percaya pada perasaannya sendiri.
Jadi ingat dialog saya dan ibu waktu kecil
Saya : “Ibu, aku benci sama pak Guru. Tadi aku dimarahi di depan kelas”
Ibu : “Pasti kamu melakukan kesalahan makanya pak Guru marah sama kamu. Tidak mungkin kan pak Guru tiba-tiba marah”
Kalimat itu membuat saya jengkel sekali karena ibu seakan-akan justru membela pak guru dan otomatis menyalahkan saya.
Padahal saya hanya ingin di dengarkan. Sehingga kalimat
"Mbak jengkel banget ya sama pak guru, sini duduk sebelah ibu, minum teh hangat, dan mbak lanjutkan ceritanya"
Selamat melanjutkan tantangan komunikasi anda, jangan pernah menyerah walau kadang anda merasa lelah.
Salam Ibu Profesional,
/Septi Peni/
Sumber bacaan :
_Pengalaman pribadi dalam menghadapi tantangan komunikasi sehari-hari_
Selasa, 14 Februari 2017
RAPBK IIP
RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA KOMUNITAS
IBU PROFESIONAL
KONSEP
Rencana Anggaran dan Pendapatan Belanja Komunitas (RAPBK) merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan biaya yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan komunitas dalam kurun waktu tertentu. RAPBK selain sebagai pedoman pengumpulan dana dan pengeluarannya, juga sebagai pembatasan dan pertanggungjawaban komunitas terhadap uang-uang yang diterima.
RAPBK dibuat hanya untuk satu tahun anggaran kegiatan dan terdiri dari 2 bagian yaitu Pendapatan dan Pengeluaran. RAPBK mencakup semua biaya dan pendapatan yang ada pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Biaya Tahunan, khususnya untuk tahun anggaran mendatang. Pendapatan yang dicantumkan di RAPBK hanya mencakup dana dalam bentuk uang, baik yang akan diterima dan dikelola langsung oleh komunitas
Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Komunitas atau RAPBK adalah pilar managemen komunitas dengan RAPBK inilah semua kegiatan komunitas direncanakan, tidak sekedar teknis pelaksanaan tetapi juga non teknis. Dana yang didapatkan dari pusat maupun sumber usaha yang mungkin didapatkan komunitas, diatur sedemikian rupa sehingga penggunaannya jelas dan terbuka. Hal ini juga untuk membiasakan keterbukaan dalam sistem manajemen komunitas.
Setiap kegiatan yang diselenggarakan komunitas sudah direncanakan dalam RAPBK karena terkait dengan pembiayaan kegiatan tersebut. Kita selalu membutuhkan pembiayaan, baik itu besar maupun kecil
Bagaiman cara membuat RAPBK?
Secara rinci langkah penyusunan RAPBK, adalah sbb :
Inventarisasi kegiatan untuk tahun yang akan datang, baik kegiatan rutin maupun kegiatan insidentil.
Inventarisasi sumber pembiayaan baik dari rutin maupun pengembangan.
Penyusunan Rencana Kegiatan Komunitas (RKK) yang lengkap berdasarkan Langkah poin (1) dan (2). Koordinator Kota membuat tabel RKK yang terdiri dari kolom-kolom sbb :nomor urut, uraian kegiatan, sasaran, kolom-kolom perincian dana dari berbagai sumber, dan kolom jumlah. Tabel tersebut diisi sesuai kolom yang ada.
Penyusunan RAPBK, Manager Keuangan Komunitas membuat tabel RAPBS yang terdiri dari kolom-kolom, yaitu kolom rencana penerimaan dan jumlahnya, kolom rencana pengeluaran dan jumlahnya. Tabel tersebut diisi kemudian ditandatangani oleh koordinator kota dan Manager keuangan..
SUMBER PENDAPATAN KOMUNITAS
Adalah sumber –sumber dana yang mempengaruhi pendapatan komunitas. Sumber Pendapatan Komunitas diantaranya bisa kita dapatkan dari sumber-sumber sbb :
a. Dana Pengembangan Kota dari Pusat
b. Iuran wajib member kota
c. Iuran Sukarela member tiap kota
c. Hasil usaha Komunitas
BELANJA KOMUNITAS
Adalah segala bentuk pengeluaran komunitas dalam jangka waktu satu tahun yang sudah direncanakn sebelumnya.
Contoh belanja komunitas :
a. Operasional Komunitas
b. Kegiatan rutin komunitas
c. Kegiatan insidental komunitas
SOP Untuk Pengambilan Dana Pengembangan IIP KOTA
SOP Untuk Pengambilan Dana Pengembangan IIP KOTA
a. Dana Pengembangan IIP Kota hanya bisa diambil dengan program/event
b. Bisa dilakukan perwilayah (gabungan beberapa kota) maupun masing-masing kota sendiri-sendiri.
c. IIP kota mengirimkan proposal kegiatan ke manajer keuangan nasional, dikirimkan ke alamat sbb :(Pilih salah satu )
1⃣Surat/POS : Institut Ibu Profesional Pusat
Jalan Margosari PR 4 Salatiga 50711
telp . 0298 - 326217 / 0888-2500-440
2⃣ Email : ibuprofesional@gmail.com dan di cc kan ke septipeni@gmail.com, novitaungu@gmail.com
3⃣ Via WA ke 08159406240, novita
d. Manajer Keuangan nasional akan melakukan cross check dengan koordinator kota, penyelenggara event dll, setelah semuanya clear dan disetujui oleh Leader IIP Nasional, dana dikrimkan ke rekening manajer keuangan kota.
e. IIP Kota memberikan laporan setelah event berupa foto-foto kegiatan dan cerita singkat event tersebut d sosial media, dan alamat URL nya dilinkkan ke IIP Pusat.
Jumat, 10 Februari 2017
Syaina membantu menyiapkan bingkisan
Nama : Naura Syainala Maritza
Usia. : 2 tahun 7 bulan
Waktu kegiatan: Jum'at, 10 Februari 2017.
Tempat: di rumah embah lumbir
Judul tulisan: Syaina membantu menyiapkan bingkisan.
Masih edisi di rumah almarhumah embah uti wiwi.Tanpa terasa sudah hampir sepekan kami ditinggalkan oleh almarhumah.Memberikan kenang-kenangan kepada para tetangga yang telah membantu kami selama proses pemakaman almarhumah.Syaina ikut serta mempersiapkan bingkisan untuk kenang-kenangan tersebut.Sebagai anak perempuan yang sesuai fitrahnya suka dengan beres-beres dan menata barang.
Satu per satu komponen bingkisan ditaruh dalam wadah.Ada telur,mie instan,teh,gula pasir,minyak goreng,kerupuk dan beras.
Matanya melihat ke kanan dan kiri mencari barang yang ingin ananda letakan dalam wadah.Sesekali mencium beberapa barang.Bergerak aktif melewati beberapa kardus dan wadah.Mendengarkan beberapa instruksi.Sambil bertanya beberapa hal:
Mi ini gulanya kurang
Minyaknya habis
Wadahnya ngga ada
Begitu banyak hikmah yang kami dapatkan.Moment bersama keluarga yang tidak pernah terlupakan dan menjadi kenangan.Menangis bersama,mempersiapkan segala sesuatu bersama,berpikir bersama,diskusi bersama.
Syaina pun ikut merasakan kebersamaan kami.Berkumpul dengan sanak saudara dan tetangga.Belajar bersosialisasi lintas usia dan gender.
Beradaptasi dengan suasana baru di rumah tanpa kehadiran almarhumah.Berbagi tugas dalam memasak,mencuci,menyapu dan mengepel yang sebelumnya bukan rutinitas bapak,suami dan adik laki-laki saya.Bismillah untuk move on dan terus membersamai anak sesulit apapun situasinya.Hanya Allah yang maha mengatur,maha memiliki fitrah dan maha mendidik yang dapat membimbing kami untuk terus berada dijalannya dan terus berbenah ke arah yang lebih baik.Aamiin....
#TDoLM_WritingChallenge
#JurnalIbuPembelajar
#Portofolio.FBE. Syaina
#Day7to7days
#Fitrahbelajardannalar
#JurnalIbuPembelajar
#Portofolio.FBE. Syaina
#Day7to7days
#Fitrahbelajardannalar
#Fitrahsosial
#Fitrahseksualitas
#Fitrahfisikdanindera
#ODOPfor99days
#ODOPfor99days
Rabu, 08 Februari 2017
Syaina belajar mencuci piring dan gelas
Nama : Naura Syainala Maritza
Usia. : 2 tahun 7 bulan
Waktu kegiatan : Sabtu, 4 Februari 2017.
Tempat: di dapur rumah
Judul tulisan:Syaina belajar mencuci piring dan gelas
Syaina kalau sudah bertemu dengan air sudah kaya perangko.Saat ananda melihat ada beberapa piring,gelas dan botol di washtaffel langsung meminta izin untuk mencuci piring.
Syaina:Aku mau cuci piring mi biar bersih...
Alih-alih mencuci piring sambil bermain air.Saya Ok saja lah.Berpikir positif bahwa anak ingin belajar dan meningkatkan intellectual curiosity.Menemani dan bersiaga dibelakangnya.Bertindak sewajarnya dan mencoba tidak prasangka buruk terhadap anak.Memang ada sisi bahayanya karena ananda duduk di posisi yang memungkinkan ananda jatuh ke lantai.
Uminya belajar dan berlatih komunikasi produktif.Mencoba rileks,tenang dan terus menemani ananda bermain dan berimajinasi.Tidak terburu-buru berkata awas jatuh,nanti piringnya pecah,bla bla bla dan mencoba menghentikan niat anak.Gaya komunikasi yang tidak produktif.Cukup menyediakan piring dan gelas plastik yang ramah anak dan berkata hati-hati ya nak.
Aspek fitrah yang ditumbuhkan:
Fitrah keimanan:menumbuhkan cinta kebersihan
Fitrah belajar dan nalar :anak memahami cara mencuci piring/gelas.
#TDoLM_WritingChallenge#JurnalIbuPembelajar
#Portofolio.FBE. Syaina
#Day4to7days
#Fitrahkeimanan
#Fitrahbelajardannalar
Syaina belajar mengenal shalat dan al-qur'an
Nama : Naura Syainala Maritza
Usia. : 2 tahun 7 bulan
Waktu kegiatan : Rabu, 8 Februari 2017.
Tempat: di masjid dan rumah
Judul tulisan:Syaina belajar mengenal shalat dan al-qur'an
Salah satu hikmah untuk saya atas meninggalnya ibu adalah semakin ingin mendekatkan diri kepada Allah Swt.Salah satu kegiatan kami setiap hari adalah
- Berziarah ke pemakaman ibu setiap pagi
- Shalat magrib bersama
- Tadarus al-qu'an
Syaina ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut.Salah satu cara untuk menumbuhkan fitrah keimanan adalah menciptakan atmosfir kesalihan dan keteladanan orang tua.Saat adzan berkumandang,kami bergegas berwudhu dan menuju ke masjid.
Umi:Sudah adzan ya,sudah dipanggil Allah.Kita ke rumah Allah yuk...
Syaina:Yuk,wudhu dulu ya mi.Mukena syaina mana mi?(bergegas mengambil mukena miliknya dan memakainya).
Kami bertiga berangkat ke masjid.Syaina belajar shalat dan praktek beberapa gerakan shalat.Sesekali ananda diam dan melihat orang-orang shalat.Alhamdulillah syaina bisa kondusif disaat kami sedang shalat.Mudah-mudahan ada imaji positif tentang shalat yang tumbuh dalam diri syaina.Saya tidak pernah memaksa,memarahi bahkan mencubit/mumukul jika ananda tidak mau shalat.Saya ingin syaina mengerjakan shalat karena niat/kemauannya sendiri dengan suasana yang senang tanpa paksaan/tekanan.Menumbuhkan imaji bahwa shalat adalah hal yang menyenangkan bukan suatu beban.
Selesai mengerjakan shalat magrib,saya membaca Al-qur'an.Syaina sudah sangat paham dengan hal ini.Ananda selalu mengajak saya untuk membacanya selesai shalat.
Mi,baca akukan (baca:al-qur'an) yuk...sambil meminta saya mengambilkan al-qur'an untuknya.
Saat saya mulai membaca ananda pun melihat-lihat isi al-qur'an.Entah apa yang ananda imajikan tentang al'qur'an.Saya tidak ingin terburu-buru syaina bisa membaca al-qur'an apalagi hafal ayat dalam al-qur'an.Tidak ada target apapun saat itu.Saya hanya ingin syaina berkenalan dengan al-qur'an.Menumbuhkan cinta sebelum amal.Syaina biasanya hafal beberapa doa pendek tanpa saya gegas untuk menghafalnya.Syaina bisa hafal beberapa doa-doa pendek ketika saya sering membacakannya dalam setiap kegiatan yang kita lakukan bersama misalnya doa sebelum makan,doa sebelum tidur,dll.
Semangat untuk terus menumbuhkan fitrah keimanan syaina saat golden age (0-7 tahun) melalui keteladanan dan menciptakan atmosfer kesalihan.
#TDoLM_WritingChallenge
#JurnalIbuPembelajar
#Portofolio.FBE. Syaina
#Day6to7days
#Fitrahkeimanan
Moment meninggalnya ibu wiwi
Nama : Naura Syainala Maritza
Usia. : 2 tahun 7 bulan
Waktu kegiatan : Minggu-Selasa, 5-7 Februari 2017.
Tempat: di RSUP Margono,Di rumah mbah lumbir,di TPU
Judul tulisan:Moment ketika ibu/mbah uti wiwi meninggal dunia.
Judul tulisan:Moment ketika ibu/mbah uti wiwi meninggal dunia.
Kematian adalah hak mutlak Allah SWT.Sebagai manusia kami hanya bisa berencana dan Allah yang Maha menentukan segalanya.Minggu,5 Desember 2017 pukul 08.15 di RSUP Margono Soekarjo Roestam,ibu telah meninggal dunia tepat diusia 50 tahun.Innalilahi wa inna li lahi ro jiun.Tidak ada yang tahu dan menyangka secepat ini ibu dipanggil oleh Allah.Duka memenuhi suasana di rumah duka.Saya sadar bahwa duka yang berlarut bukan solusi atas musibah yang menimpa kami.Move on adalah suatu keharusan.
Hikmah yang saya peroleh dari musibah ini adalah
- Paham bahwa kami semua akan kembali kepada -NYA diwaktu yang ditetapkan oleh-NYA.
- Hubungan keluarga semakin dekat.
Syaina (2 tahun 7 bulan) belum memahami bahwa embah uti telah meninggalkannya.Selalu saya ajak syaina mendoakan almarhumah ibu.Disela-sela percakapan saya bertanya ke syaina
Umi:Mbah uti kenapa?
Syaina:mbah uti sakit di rumah sakit.
Umi:Mbah uti kemana?
Syaina:meninggal di kuburan,pulang ke rumah Allah.Umi jangan nangis lagi ya,embah aung jangan nangisin uti wiwi (sebutan syaina kepada almarhumah ibu).
Yuk doain mbah uti wiwi
Ya Allah ampunilah dosa-dosanya
Lapangkanlah kuburnya
Jauhkanlah dari api neraka
Terimalah semua amal ibadahnya
Engkaulah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Aamiin....
Hari ketiga setelah meninggalnya almarhumah saya dan suami mengajak syaina berziarah ke pemakaman almrhumah ibu.Kami melakukan doa bersama dan menaburkan bunga mawar ke makam.Rasa sedih dan haru kembali hadir.
Syaina sambil terus bertanya:
Mbah uti wiwi diman sih?
Salim dulu...
Mbah uti udah meninggal yah?
Pulang ke rumah Allah?
Ketika hendak pulang,syaina berpamitan
Assalamu'alaikum
Besok aku ke sini lagi ya....
Aspek fitrah yang ditumbuhkan:
Fitrah keimanan:mengenal arti meninggal dunia.Allah yang Maha menghidupkan dan berhak mengambil semua ciptaannya sesuai kehendak-NYA.
#TDoLM_WritingChallenge
#JurnalIbuPembelajar
#Portofolio.FBE. Syaina
#Day5to7days
#Fitrahkeimanan
Langganan:
Postingan (Atom)




